Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Joko Wenampati

Gak penting banget

Ternyata Obat Ini Bisa Menyembuhkan Hepatitis B

OPINI | 19 July 2012 | 09:03 Dibaca: 25431   Komentar: 28   4

Siapa yang tidak tahu hepatitis B? Penyakit ini, banyak orang Indonesia mengidapnya tanpa mengetahui bahwa dirinya membawa virus Hepatitis B. Umumnya penyakit ini mengganas ketika daya tahan tubuh sudah tidak mampu menghadapi dengan virus, lalu virus pun menggerogoti hati hingga mengalami sirosis. Kakak saya meninggal pada umur 9 tahun karena penyakit ini. Pada saat itu saya ingin sekali menjadi dokter dan menemukan obat penyakit ini. Namun ketertarikan saya pada bidang teknik, mengubah cita-cita itu. Namun saya tetap memantau perkembangan pengobatan penyakit ini.

Cara termurah untuk mengetahui bahwa anda mengidap penyakit hepatitis B adalah dengan melakukan uji serologi serum HbsAg (antigen permukaan virus Hep B). Anda diketahui mengidap Hepatitis B, jika pada darah anda terdeteksi HbsAg positif tanpa HbsAb (antibody terhadap HbsAg).  Perjalanan penyakit ini dapat diketahui dengan mendeteksi HbeAg. Jika Antigen HbeAg positif, ini menunjukkan replikasi virus menunjukkan aktifitas. Untuk memastikannya lebih lanjut biasa dilakukan test DNA HBV. Test yang terakhir ini, biayanya mahal. Sehingga dengan demikian, cukuplah anda memeriksakan HbsAg, HbsAb dan HbeAg.

Dahulu saya mengetahui dari dokter ahli hematology onkology bahwa titer HbsAg tidak bermakna apa-apa. Namun, pengetahuan terakhir yang saya peroleh, titer HbsAg yang lebih kecil dari 500 iu/ml menunjukkan bahwa bahwa tubuh anda memperoleh kontrol imunitas terhadap antigen tersebut. Lebih lanjut, penurunan titer HbsAg yang konsisten dapat mengarah kepada serokonversi, yaitu suatu peristiwa dimana hilangnya HbsAg dan munculnya HbsAb, ya munculnya antibody terhadap virus Hepatitis B ini. Pengetahuan ini, menginspirasi saya untuk menuliskan bahwa, Hepatitis B kronis dapat disembuhkan, yang mana berbeda dengan Hepatitis B yang belum kronis (menetapnya HBV selama 6 bulan lebih) .

Dahulu Hepatitis B kronis itu hampir dikatakan mustahil untuk sembuh.  Banyak pengobatan yang berbiaya sangat mahal tidak terlalu menjanjikan kesembuhan total. Menggunakan interferon alfa misalnya selain bianya jutaan sekali suntik, efek samping obat ini tidak lah nyaman. Bisa dibayangkan jika anda harus disuntik interferon tiap minggu dan efeknya anda seperti kena flu. Bayangkan anda menderita oleh suntikan ini  hingga 6 bulan lamanya. Itupun prosesntasi sembuh tidak significant. Pegilated Interferon merupakan improvisasi agar tidak perlu suntikan yang lebih sering, namun peluang untuk sembuh juga tidak begitu meningkat prosentasenya. Pengobatan oral dengan analog nukleotida seperti lamivudine tidak begitu baik hasilnya dan dapat berujung pada terjadinya resistansi virus setelah pemakaian lebih dari dua tahun. Analog nukleotida Adepovir Dipovoxil, lebih baik dibandingkan lamivudine. Tapi, pemakaian adepovir yang lama dapat merusak ginjal. Itupun semua penggunaan anti virus analog nukleotida   tersebut tidak menjanjikan banyak menuju serokonversi. Pengobatan teranyar adalah menggunakan entecavir dan telbuvudine. Entecavir memperlihatkan respon yang baik terhadap perbaikan jaringan hati dan fungsi hati (SGPT dan SGOT), dan menekan replikasi virus secara significant dalam 6 bulan pertama pemakaian. Tidak ditemukan resistansi virus selama penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama dan tidak mempunyai efek samping yang membahayakan ginjal. Sehingga obat ini menjadi pilihan dokter ahli gastroentorology dan hepatology. Namun obat inipun tidak begitu menjanjikan banyak untuk seroconversi walaupun dapat menekan DNA virus hingga tidak dapat terdeteksi.

Dengan paparan di atas, saya berpikir bahwa hepatitis B kronis dapat disembuhkan dengan terapi kombinasi interferon dan entecavir. Pengobatan dengan entecavir ditujukan untuk menekan replikasi virus. Sedangkan inteferon untuk mengeliminasi HbsAg (cmiiw). Pengobatan kombinasi saya pernah baca menunjukkan hasil yang lebih bagus daripada pengobatan tunggal dengan entecavir atau interferon saja. Tapi siapkanlah dana yang sangat besar untuk ini. Alternatifnya, pengobatan yang agak murah adalah, gunakan entecavir hingga DNA virus tidak terdeteksi, setelah itu anda lanjut dengan mengkonsumsi obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit anak-anak yang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium parvum, protozoa atau cacing. Obat ini dikenal dengan nama generik Nitazoxanide. Pengobatan dengan Nitazoxanide ditujukan untuk meningkatkan respon immun terhadap HbsAg, sehingga titer HbsAg turun secara konsisten dan akhirnya menghilang dan anda memperoleh HbsAb yang positif. Saya mengetahui suplemen lain yang juga menunjukkan hasil menurunnya titer HbsAg secara konsisten. Sepulang di tanah air, saya akan melakukan penelitian ini dengan suplemen tersebut (walaupun saya bukan dokter).

Para dokter hepatologist atau internist,  silahkan dikritisi dan dikoreksi tulisan seorang engineer ini. Semoga komentar2 dari dokter-dokter sekalian dapat meluruskan tulisan ini atau tambahan bagi pembaca kita. Saya menuliskan ini tidak bermaksud sebagai saran untuk di ikuti tanpa konsultasi ke dokter yang benar-benar tepat.

bacaan lebih lanjut

1. Wikipedia/nitazoxanide

2. www.medhelp.org

3. www.ncbi.nlm.nih.gob

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Live Streaming dan Selfie Berhadiah di …

Yayat | | 21 November 2014 | 20:43

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 13 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 13 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 15 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Review “Supernova: Gelombang” : Kisah …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Guru Destiani, Menulis dan Menginspirasi …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Karya Arek ITATS: Game Tooth Kid “Sang …

Xserver Indonesia | 8 jam lalu

Dua Ribu Rasa …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Guru Menulis Berdiri, Siswa Menulis Berlari …

Muhammad Irsani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: