Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Dasam Syamsudin

Berjuang untuk hidup, hidup untuk berjuang... Twitter @Dasam03

Hadits dan Kesehatan: Larangan Minum Sambil Berdiri!

REP | 09 June 2012 | 08:11 Dibaca: 4689   Komentar: 22   15

sakinahahyina.wordpress.com

sakinahahyina.wordpress.com

Latasrob Qoiman! Jangan minum sambil berdiri!” Tegur ibu kantin saat saya sedang meneguk air teh tawar, minuman khas di Pesantren. Saya pikir ibu kantin melarang minum sambil berdiri karena ada hubungannya dengan etika. Mungkin mirip kerbau kalau lagi minum. Dan tanpa banyak pikir saya melaksanakan tegurannya. Hadits tentang larangan minum sambil berdiri adalah satu-satunya hadits yang saya peroleh dari seorang ibu kantin. Sebab dia lebih mendahuli mengucapkannya ketimbang pelajaran ngaji.

Ibu kantin sering sekali menegur santri yang suka minum sambil berdiri. Lama-lama saya penasaran dengan hadits itu. Apakah hanya karena etika saja dilarang minum sambil berdiri, atau ada hubungannya dengan kesehatan.

Dalam beberapa hal, saya meyakini apa yang disampaikan Rasulullah itu, selalu ada hubungannya dengan sains, kesehatan khususnya dalam hal ini. Seperti halnya hadits tentang lalat yang masuk ke dalam minuman.

Ternyata benar, hadits Rasulullah SAW tentang larangan minum sambil berdiri itu ada kaitannya dengan kesehatan. Ilmu kedokteran modern mengungkapkan bahwa minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air yang mengalir berjatuhan dengan keras pada dasar lambung dan menumbuknya, menjadikan lambung kendor dan menjadikan pencernaan sulit. Sebagaimana terus-menerus makan dan minum sambil berdiri dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Selain itu, Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.

Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur de dalam tubuh tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Dan hal ini bisa menyebabkan susah buang air kecil.

Nah, karena itu mari menjaga kesehatan tubuh kita dengan cara membiasakan makan dan minum sambil duduk. Minum sambil berdiri sepertinya hal yang sepele. Tapi kalau kita membiasakan hal tersebut di sepanjang hidup. Bukan mustahil kesehatan tubuh kita akan terganggu karena kebiasaan minum sambil berdiri itu.

Menghindari minum sambil berdiri memang agaknya sulit. Apalagi kalau yang suka olahraga. Kadang untuk minum sambil berdiri itu saja sudah dianggapnya buang-buang waktu. Tapi demi kesehatan, lebih baik kan mencegah daripada mengobati.

Dalam hal tertentu memang boleh minum sambil berdiri, bahkan tidak berdosa. Tapi sekali lagi, hal itu jangan sering-sering dilakukan apalagi sampai jadi kebiasaan. Kesehatan kan sangat mahal.

Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam : Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang untuk minum berdiri”. Qatadah (seorang tabi’in) berkata : “Kami bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” Anas menjawab, “Yang demikian itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR.Muslim dan Turmidzi)

Terimakasih

Dasam Syamsudin

Sumber: http://arraihan.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: