Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Dang Mun

Dang Mun... Bagaimana hal yang biasa menjadi luar biasa..

Penyakit Malaria

OPINI | 12 February 2012 | 14:31 Dibaca: 1325   Komentar: 0   0

Malaria adalah penyakit yang umum terjadi dimasyarakat  terutama yang tinggal di daerah tropis seperti  indonesia ini. Berdasarkan info dari kementerian kesehatan penyakit malaria menjadi penyumbang pertama kematian masyarakat indonesia.
Awal minggu kemaren saya dan anak saya yang berusia 5 tahun diserang malaria. Persedian terasa pegal-pegal, kepala pusing, suhu badan naik dan mulut terasa pahit merupakan indikasi umum tertularnya penyakit ini.  Pirasat saya bahwa malaria telah menyerang saya. Akhirnya saya menyuruh istri ke apotik untuk membeli antibiotik obat malaria berupa  Suldok sebanyak 4 butir. Dosis pemakaian saya prediksi saja berdasarkan kemampuan tubuh saya yaitu 2 butir suldok saya minum.  Saya menyadiri bahwa lingkungan tempat tinggal saya adalah daerah efidemi malaria yaitu provinsi Bengkulu. Lingkungan tempat saya tinggal cukup bersih, genangan air juga tidak ada. Sehingga kemungkikanan penyakit ini menjakiti saya cukup kecil. Ternyata penyakit ini tetap menjakniti saya dan anak saya.
Karena suhu badan yang tidak turun-turun serta  kepala terasa sakit sekali ahirnya saya pun kedoketer umum dengan di antar seorang teman pada saat hari diguyur hujan.  Akhirnya saya ikut antrian di tempat dokter. Saya datang dikawani istri yang selalu setia menemani saya pada saat saya sakit.  Dokterpun langsung memeriksa saya setelah bertanya kepada saya tentang keluhan  yang saya rasa, ternnyata diagnnosa dokter sama dengan apa yang saya prediksi yaitu penyakit saya di sebabkan oleh malaria.
Obatpun diberikan dengan aturan minum serta dosis yang sudah tertera di kemasan obat yang telah saya terima. Berdasarkan saran dokter , obat tersebut harus diminum sesampai dirumah dan setelah makan nasi terlebih dulu. Obat yang diberikan ada 4 jenis, saya tidak tahu persis khasiat obat-obat yang diberikan tersebut karena saya bukanlah berbasih masalah kesehatan dan farmasi. Salah satu jenis obat berwarna hijau yang cara mengkosnsumsinya jam 9  malam 2 butir, jam 9.10 2 butir, jam 3 dinihari 2 butir dan jam 9 paginya juga 2 butiir. Sedangkan  yang tiga jenis lagi diumum 3 kali sehari. Berdasarkan info dari keluarga yang kebeltulan berkerja dirumah sakit obat yang berwarna hijau harus dihabiskan karena merupakan antibiotik untuk malaria.
Ahkirnyapun obat tersebut habis setelah 4 hari, tetapi penyakit malaria yang saya alami belum 100 % sembuh, mungkin butuh waktu agar pulih seperti sedia kala.
Agar terhindar dari malaria ada baiknya kita menjaga kebersihan lingkungan serta stamina tubuh yang baik merupakan usaha untuk menghindari penyakit ini. Jika perlu minumlah anti malaria jika kita tinggal di tempat yang rawan Malaria atau berpergian ke dalam hutan, karena hutan tropis biasanya sarang malaria.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: