
Dr Widodo Judarwanto SpA. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar. SEJUKKAN DAN MAJUKAN INDONESIA DENGAN OPINI POSITIF : LEBIH BAIK MEMILIH "MENYALAKAN LILIN DARIPADA MENGUTUK KEGELAPAN". "CHILDREN GROW UP CLINIC" : Allergy Clinic Online - Picky Eaters Clinic (Klinik Khusus kesulitan makan Pada Anak).http://childrengrowupclinic.wordpress. phone: 5703646 - 08567805533
Dibaca: 901
Komentar: 2
1 dari 1 Kompasianer menilai inspiratif
Ketika terdapat 3 pilot Lion Air terkena kasus pengguna narkoba dunia penerbangan Indonesia kembali terguncang. Tetapi ketika disebut 60-70% pilotnya pengguna narkoba dunia penerbangan Indonesia bukan hanya terguncang tetapi menjadikan Lion Air di juluki “pesawat maut “. Penumpang pesawat di Indonesia bukan hanya membayar uang saat bepergian tetapi juga menyetor nyawa ke pesawat maut itu hanya gara-gara diawaki oleh si “Pilot Shabu”.

Kasus 60-70% pilot Lion Air pengguna shabu atau narkoba terkuak ketika Faradiba seorang mantan pramugari Lion Air mengungkapkannya di tayangan interaktif sebuah stasium berita televisi hari Senin (6/7/2012). Sebelumnya 3 pilot Lion Air dipastikan sebagai pengguna Narkoba. Terakhir petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan terhadap seorang pilot Lion Air, SS, di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu pukul 03.30 WIB. Si Pilot Sabu itu tertangkap di kamar hotel dengan barang bukti berupa bong berisi sabu 0,04 gram. Dari hasil tes urin diketahui SS positif menggunakan sabu.
Benar atau tidak pengakuan mantan pramugari Lion Air itu, tetap menjadikan bangsa ini terhenyak. Beberapa pengamat mengatakan rasio kecelakaan baik accident ataupun incident maskapai Lion Air terbilang tinggi di antara maskapai lainnya di Indonesia. Accident adalah kecelakaan pesawat yang akhirnya bisa menyebabkan adanya korban jiwa. Sementara, incident adalah kecelakaan pesawat yang lebih ringan seperti pesawat tergelincir. Ada tahun 2006, Pilot pernah salah mendaratkan pesawat di bandara Tabing, Padang, seharusnya pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Di Papua juga ada cerita yang sama ketika sayap sebuah pesawat ketika me”markir”kan pesawatnya. Cerita memilukan lainnya mengatakan ketika pilot dan ko-pilot bersitegang ketika pilot mengatakan landasan masih jauh, tetapi ko-pilot bersikeras mengatakan landasan sudah dekat. Ke dua cerita tadi diduga dilakukan oleh salah seorang oknum “Pilot Sabu”.
Mnurut Undang-Undang No. 22 tahun 1997 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jenis Narkotika meliputi tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Sedangkan menurut Undang-Undang No. 5/1997 psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu dan LSD (Lycergic Alis Diethylamide).
Dampak Shabu
Shabu berbahan dasar amphetamine yang dalam dunia kedokteran dipakai sebagai obat perangsang. Salah satunya untuk mengatasi depresi ringan. Oleh para pengguna shabu dipakai untuk memperoleh rasa gembira dan tidak mengenal rasa lelah.
Efek shabu hampir mirip seperti adrenalin namun mempunyai efek kerja yang lebih lama. Obat ini bekerja dengan cara yang mirip dengan kokain dimana akan membuat penggunanya merasa energik. Shabu akan merangsang sistem saraf pusat penggunanya. Zat bekerja pada sistem neurotransmiter norepinefrin dan dopamin otak. Menggunakan amfetamin dapat menyebabkan otak untuk menghasilkan tingkat dopamin yang lebih tinggi. Jumlah dopamin yang berlebih di dalam otak akan menghasilkan perasaan euforia atau kesenangan yang dikalangan pengguna dikenal sebagai “high.”
Seiring berjalannya waktu pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. Jika sejumlah dosis yang dibutuhkan tidak terpenuhi maka pengguna zat amfetamin akan muncul perasaan craving atau withdrawal yang sering dikenal dengan sakaw.
Sensasi yang ditimbulkan akan membuat otak lebih jernih dan bisa berpikir lebih fokus. Otak menjadi lebih bertenaga untuk berpikir berat dan bekerja keras, namun akan muncul kondisi arogan yang tanpa sengaja muncul akibat penggunaan zat ini. Pupil akan berdilatasi (melebar). Secara mental, pengguna akan mempunyai rasa percaya diri yang berlebih dan merasa lebih happy. Pengguna akan lebih talkative, banyak ngomong dan meningkatkan pola komunikasi dengan orang lain. Pengguna seringkali berbicara terus dengan cepat dan terus menerus. Amfetamin dosis rendah akan habis durasinya di dalam tubuh kita antara 3 sampai 8 jam, Setelah itu pengguna akan merasa kelelahan.
Dampak jangka pendek pengguna shabu adalah gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja, tidak bisa tenang, cepat lelah, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, depresi berat, rasa lelah berlebihan, gangguan tidur, mimpi buruk. Penampilan pengguna shabu adalah mata seperti bendul, terlihat garis hitam, badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan kemana-mana selalu membawa botol air. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari-hari, bicara terus tapi suaranya tidak jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur. Gejala lain adalah sering tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga. agitatif, menjadi ganas, tingkah laku yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
Penggunan Shabu dalam jangka panjang bisa menimbulkan kondisi yang disebut dengan amfetamin psikosis yang mirip sekali dengan paranoid schizophrenia. Efek kejiwaan ini juga bisa muncul pada penggunaan jangka pendek dengan dosis yang berlebihan. Gangguan kejiwaan itu seringkali tidak disadari opara pengguna amfetamin. Karena efeknya baru muncul jangka panjang maka sering kali efek ini disalah artikan. Pengalaman dari negara-negara lain yang sudah lebih lama muncul penggunaan amfetamin, telah banyak korban dengan gangguan psikosis atau gangguan kejiwaan yang parah
Shabu-shabu yang banyak dipakai para pilot, berdampak stimulan yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Dampak fisik dan psikis yang bisa berpengaruh saat mengoperasikan pesawat adalah berpengaruh koordinasi gerak dan piuunrefleks sehingga berkesan lamban bekerja. Pengguna sabu juga sering terganggu indera penglihatannya, khususnya mispersepsi dan disorientasi dalam menilai dimensi, bentuk dan ruang. Sehingga berkesan kecerobohan dalam kerja. Bila hal ini dilakukan oleh pilot, maka salah satunya adalah kesalahan dalam melakukan penilaian dimensi jarak karena salah persepsi.
Melihat situasi dunia penerbangan Indonesia yang memprihatinkan itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus sugar mengaudit manajemen seluruh maskapai penerbangan di Indonesia khususnya Lion Air termasuk harus melakukan tes urin kepada para pilot sekaligus awak kabinnya bukan hanya dengan general check up tiap 6 bulan tetapi dilakukan secara acak setiap waktu. Bila hal itu tidak dilakukan maka pengguna jasa penerbangan Indonesia hanya akan menyetor nyawa penumpang terhadap maskapai penerbangan maut yang dikendarai si “Pilot Shabu”.