Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

RS Harum Kali Malang, Ada Salah Pasien Sebelum Operasi Siang ini

REP | 04 February 2012 | 18:03 Dibaca: 4222   Komentar: 22   2

13283531611818632157

Loby RS Harum Kali Malang, foto penulis - andika

Tadi pagi saya ditemani dua anak mengantar istri untuk diambil tindakan operasi kecil di “Rumah Sakit Harum” Kali Malang Jakarta Timur, sesuai dengan janji yang dibuat dokter dengan istri sebelumnya.

Kami sampai di RS Harum kurang lebih pukul 8 pagi tadi.

Setelah mendaftar di tempat pendaftaran di loby Rumah Sakit, kami dipersilahkan untuk mengurus ke bagian rawat inap, cari kamar perawatan, karena perlu perawatan sebelum dan setelah operasi.

Setelah mendapatkan kamar perawatan di lantai satu, tidak lama suster yang sejak awal  ketika mengurus ruang perawatan sudah memberikan bantuan melanjutkan untuk cek kesehatan istri di ruang perawatan itu, diantaranya di cek tekanan darah dan menanyakan apakah ada alergi obat atau makanan, apakah ada keluarga istri yang terkena penyakit kenciang manis, penyakit jantung dan lain lain pertanyaan standar untuk peratawan sebelum tindakan dokter.

Selain itu ditanyakan juga kapan makan hari ini. Dijawab istri, kurang lebihnya sarapan jam 7  tadi pagi, biasanya makan roti, oleh karena akan ada tindakan operasi maka saya tadi sarapan nasi kata istri. Sudah, perawatnya tidak memberi tahu semua yang ditanyakan untuk apa dan bagaimana selanjutnya.

Selesai pemeriksaan oleh suster itu, tidak lama kemudian datang lagi petugas lain pelayan berseragam mengantar makanan ( sarapan ) sebutir kue dan segelas susu coklat. Makanan itu diletakkan di meja kecil yang menjadi satu dengan tempat tidur pasien.

13283532481981968479

makan siang, susternya pesan ini makan siang untuk ibu bukan untuk yang jaga, dimakannya nanti setelah operasi selesai dan boleh makan, dia ingat tadi salah untuk yang jaga, hawatir juga dia dimakan kami yang jaga,hehe, kanan diberikan sebelum tindakan operasi dilakukan,…foto penulis - andika

Lama makanan itu tidak disentuh. Kira kira setengah jam kemudian ternyata ( saya tidak memperhatikan walau ada diruang perawatan bersama anak  anak karena membaca koran dan nonton teve) kurang lebih 9.30 kue itu dimakan oleh istri dan minum susu coklat sedikit.

Tidak lama kemudian kurang lebih 10 menit setelah kue dimakan, suster yang tadi datang lagi untuk memberitahu jika tindakan operasi akan di lakukan setelah jam praktek doketr selesai jam 13 atau jam 14 siang ini katanaya. Cuma ketika dia masuk setelah membuka pintu kamar pasien, suster itu sempat terkejut, ibu makan lagi ya?. Dijawab ya. Kok di makan jelasnya, ibu musti puasa sampai dengan nanti diambil tindakan operasi. Nah lho.

Pada waktu suster itu menyakan kapan makan hari ini, dia tidak menjelaskan jika harus puasa tidak makan dan minum sampai tindakan operasi, juga petugas pelayan yang mengantar makanan tidak bicara apa apa, dia hanya meletakan makanan itu di meja pasien. Coba menurut pembaca makanan itu , kue dan susu coklat untuk siapa?

Untuk pasien?

Ternyata menurut perawat yang bolak balik itu menyatakan salah, karena istri saya harus puasa sampai dengan operasi, tidak boleh lagi makan dan minum.

Kami saya istri dan dua anak seperti koor serentak mengatakan tidak ada sepatah katakan pun dari pelayan tadi memberi tahu apa apa.

Sudah enggak apa apa kok kata suster itu lagi, masih lama ini. Kemudian dia mengajak saya ke ruang pendaftaran lagi di lantai dasar untuk memberikan lagi deposit biaya tindakan operasi dan persetujaun ambil tindakan yang diperlukan oleh tim dokter.

Ketika akan menuju ke lantai dasar itu, suster minta waktu sebentar entah untuk apa, di depan pantry atau tempat tugas suster kauarang jelas, yang tidak begitu jauh tampak ada pembicaran sayup sayub terdengar tidak jelas, sepertinya suster itu menanyakan soal makanan yang diberikan  kepada pelayan yang akan mengantar makan untuk pasien lainnya.

Karena melihat saya, pelayan yang akan mengantar makanan itu sedikit tampak terkejut dan putar badan balik lagi.

Di lift ketika turun ke lantai satu, karena ada percakapan suster dengan pelayan yang antar makan itu saya tanyakan lagi ke suster, soal makanan tadi, saya tanya jika bukan untuk pasien, makanan yang diberikan tadi itu untuk siapa?

Di jawab dengan sigap seperti sudah sangat terlatih sekali, itu makanan untuk yang jaga. Haaa, ya sudah, cuma lucu saja, karena suster ini tampak sekali sepertinya telah berbohong, atau RS itu baik sekali ada Rumah Sakit menyediakan makan untuk yang jaga ( pengantar ) padahal kami yang jaga tiga orang saya dan dua anak, hehe.

Setelah balik dari menyelesaikan urusan administrasi tindakan operasi dan persetujuan tindakan tim dokter tadi, saya ceritakan apa yang saya tanyakan ke suster itu ke istri dan dua anak saya.

Kata suster tadi makan itu untuk yang jaga. Dua anak saya tertawa terbahak bahak, baik banget ya RS ini menyediakan makanan untuk yang jaga. Sudah tahu yang jaga 3 orang kok diberi makan satu saya menimpali. Ah, sudahlah pak kata anak perempuan saya, suster itu kan ngeles tidak mau mengakui kesalahan, mana ada makan diantar ke ruang rawatan diberikan kepada pasien, diletakakan di meja pasien, kalau makan itu disediakan untuk yang jaga, mana ada jelasnya. Ya juga. hehe.

Nah soal kecil kecil begini ternyata bisa mal praktek juga ya.

Kami ada rasa hawatir nanti ketika tindakan operasi oleh tim dokter dilaksanakan, bagaimana  jika terjadi mal praktek lagi? Kami sepertinya tidak mungkin ikut sampai ke ruang operasi. Jika ikut pun untuk apa, kami yang awam tidak tahu mana salah mana benar jika ada mal praktek.

Kami berdoaa saja  Ya Allah, semoga tim dokter RS Harum yang akan melakukan tindakan operasi untuk istri - ibu kami siang ini sebentar lagi, tidak melakukan kesalahan, karena ketidak tahuan atau kelalaian atau perbuatan lain yang bisa mencelakakan pasien. Ya Allah kabulkan do’a kami. Amin.

1328353408775135504

pasien setelah dilakukan tindakan operasi oleh dokter dan sekarang sudah pulang kerumah sore tadi, foto penulis - andika

Selamat siang, sukses untuk semua.

Salam dari Jakarta

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Getar Aura Mistis di Sudut Pantai Baron …

Teguh Hariawan | | 21 September 2014 | 07:00

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | | 21 September 2014 | 07:16

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 9 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 12 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Memperingati “International Day of …

Sunu Purnama | 8 jam lalu

Tamu Tak Diundang …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Kucing Oh Kucing …

Malatris | 8 jam lalu

Berpikir, Melihat, & Melakukan dengan …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Handphone Bisa Jadi Remote TV …

Agung Han | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: