Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Lina_achien

berusaha mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Leher Apakah Berbahaya?

OPINI | 05 January 2012 | 00:51 Dibaca: 68536   Komentar: 28   0

Sering pasien datang berobat karena keluhan teraba bengkak pada leher. Ada yang disertai nyeri dan demam. Ada yang cepat membesar, ada juga yang tumbuh sangat pelan. Tapi ada juga dijumpai yang tidak ada keluhan lain sama sekali.
Pembengkakan yang timbul di leher umumnya adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening (KGB). KGB termasuk dalam sistem pertahanan tubuh. Jika ada infeksi, maka KGB di sekitar tempat infeksi bisa membesar
akibat meningkatnya aktifitas kelenjar melawan kuman.

KGB banyak di daerah leher. Dalam keadaan normal, umumnya KGB ini tidak teraba. Tapi pada orang yang kurus atau pada anak-anak kadang-kadang bisa diraba. Kalau KGB kita teraba lebih besar dari ukuran normal (normal diameter kurang dari 1 cm), kita perlu mencurigai adanya suatu kelainan/ penyakit. Berikut ini beberapa kemungkinan penyakit dengan pembesaran KGB leher:

1. Infeksi akut di daerah kepala dan leher

Infeksi akut di daerah kepala dan leher dapat menyebabkan pembesaran KGB leher. Biasanya pembengkakan KGB terjadi mendadak seiring dengan adanya demam. KGB terasa nyeri, perabaan panas, konsistensi lunak dan warna kemerahan. Untuk itu difokuskan mencari sumber infeksi sekitar leher dan kepala, seperti infeksi pada tenggorokan, saluran nafas, gigi dan telinga. Dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Dengan mengobati sumber infeksinya, KGB dengan sendirinya juga akan mengecil.

2. Infeksi kronik

Infeksi KGB kronik yang paling sering disebabkan oleh micobacterium tuberculosa. Dikenal sebagai penyakit TB kelenjar. Pembengkakan KGB kronik ini berlangsung pelan, bisa dalam waktu bulan-tahunan. Konsistensi KGB biasanya kenyal dan bisa digerakkan dari jaringan sekitar. Sering TB kelenjar berhubungan dengan penyakit TB paru. Namun ada juga pasien yang paru-parunya bersih, tapi menderita TB kelenjar. Jika memang jelas di parunya ada TB, begitu penyakit parunya diobati, kelenjarpun akan mengecil. Kalau paru- paru bersih, untuk memastikan diagnosis pembengkakan kelenjarnya sebaiknya dilakukan biopsi, karena selain TB, pembesaran KGB kronik juga bisa disebabkan oleh toxoplasma, citomegalovirus dan lain-lain.
3. Kanker primer KGB

Kanker primer KGB (lymphoma malignum ) termasuk kanker yang tinggi insidennya di Indonesia. Pada lymphoma biasanya pembengkakan kelenjar tidak nyeri. KGB teraba keras dan sukar digerakkan dari jaringan sekitar. Karena tidak nyeri dan pertumbuhannya juga tidak cepat, sering luput dari perhatian atau tidak dianggap serius. Banyak kasus lymphoma baru disadari dan diperhatikan kalau sudah stadium lanjut. Pada stadium lanjut kelenjarnya makin besar atau kelenjar yang bengkak semakin banyak. Bahkan juga ditemukan pembengkakan pada KGB di tempat lain seperti di ketiak atau lipat paha.

Lymphoma termasuk kanker yang bisa disembuhkan jika diketahui pada stadium dini. Kanker ini sangat respon terhadap kemoterapi. Umumnya setelah pemberian beberapa siklus kemoterapi, kelenjar akan mengecil, bahkan hilang. Namun pada stadium lanjut kemungkinan untuk kambuh lagi cukup tinggi, karena penyakitnya sudah menyebar.

4. Metastasis kanker ke KGB

Selain kanker primer KGB, banyak juga ditemukan pembengkakan KGB karena penyebaran dari kanker di tempat lain. Yang paling sering metastasis ke KGB leher adalah kanker di daerah kepala dan leher terutama kanker nasofaring. Bisa juga penyebaran dari kanker paru, kanker payudara dan lain-lain. Jika kanker primernya sudah jelas, KGB lehernya tidak perlu di biopsi. Dengan mengobati kanker primernya, KGB akan ikut mengecil. Tapi perlu diingat, kalau kanker sudah bermetastasis ke KGB, berarti kankernya bukan stadium dini lagi. Sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidupnya tentu tidak sebaik kanker stadium dini. Pada kanker nasofaring, karena lokasi kankernya di sekitar tenggorokan, pembesaran KGB leher merupakan gejala utama yang sering menyebabkan pasien datang berobat.

********

Dari kemungkinan-kemungkinan penyakit tersebut terlihat bahwa pembengkakan kelenjar bisa karena penyakit yang ringan (mudah diobati) sampai penyakit yang sangat berat (kanker stadium lanjut).

Sebagian besar pembengkakan KGB ini tidak berbahaya, hanya disebabkan infeksi. Kalau penyakit infeksi primernya jelas, dan mendapat pengobatan yang tepat, pembengkakan KGB itu mudah disembuhkan.
Tapi, walaupun hanya sebagian kecil yang merupakan penyakit berat/ keganasan, kita harus tetap waspada. Terutama jika ciri-ciri pembengkakannya mengarah kepada keganasan. Atau jika tidak ada perbaikan setelah diobati dengan obat-obat infeksi. Untuk kasus seperti ini harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan diagnosis yang lebih pasti. Jangan tunggu penyakitnya berat.

Semoga bermanfaat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 7 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 9 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 11 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: