Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Peranakan Turun, Benarkah?

OPINI | 17 December 2011 | 23:08 Dibaca: 8785   Komentar: 5   3

Begitu banyak pasangan yang mendambakan buah hati, namun tak jarang juga yang masih membuang janin dan bayi-bayinya, semua itu dilakukan tentu tergantung alasan masing-masing.

Beberapa pasangan yang menikah dalam hitungan bulan sampai bertahun-tahun usia pernikahannya dan belum dikarunia buah hati, kerap membuat mereka uring-uringan dan mencoba pertolongan ke berbagai pihak. Ada yang mencari pertolongan ke dokter namun ada juga yang mencoba terapi alternatif dari dukun, tukang urut sampai terapi bermacam-macam cara yang tidak perlu disebutkan satu persatu.

Beberapa pasangan pernah datang untuk meminta diperiksa dan mengatakan bahwa sebelumnya telah didiagnosa oleh ahli alternatif  kalau sang istri mengalami peranakan turun. Peranakan turun?, kata “peranakan turun” sudah bukan kata-kata asing lagi dimasyarakat. Ketika ada nyeri atau pegal di daerah panggul, pinggang, atau belum dikarunia anak seringkali seorang wanita mengatakan kalau ia mungkin mengalami peranakan turun atau bahwa ahli alternatif mengatakan peranakannya turun dan kemudian ia menjalani urut perut berulang kali.

Lalu apa sebenarnya peranakan turun itu?

Peranakan turun istilah medisnya adalah prolapsus uteri yaitu suatu keadaan dimana rahim turun dan dapat dijumpai di jalan lahir (vagina). Terjadi karena kelemahan ligamen-ligamen (penggantung), fasia (sarung) dan otot dasar panggul yang menyokong rahim.

Siapa yang sering mengalami prolapsus uteri/peranakan turun?

Peranakan turun lebih sering ditemukan pada wanita yang telah melahirkan, wanita tua (usia 50 tahunan), dan wanita yang pekerja berat. Wanita yang pernah mengalami riwayat persalinan sulit dan lama, pernah mendapat pertolongan persalinan yang tidak terampil, pernah mengalami  perlukaan jalan lahir, seorang wanita yang memiliki banyak anak.

Apakah ada gejala/keluhan tertentu dari penderita prolapsus uteri/peranakan turun?

Biasanya penderita akan mengeluhkan kalau ia merasakan keluar benjolan/sesuatu yang mengganjal di jalan lahir, tidak terasa sakit kalau dipegang, kalau bergesekan dengan celana baru akan terasa sakit bahkan berdarah, Terasa berat di daerah panggul/bagian bawah, terkadang bisa mengalami gangguan buang air kecil (bak sedikit-sedikit, sering dan ditahan) dan juga gangguan buang air besar.

Apa yang ditemukan oleh dokter untuk mengatakan kalau itu adalah prolapsus uteri/peranakan turun?

Di jalan lahir akan terlihat dan teraba benjolan, massa konsistensi kenyal, permukaan licin, tidak berbenjol-benjol dan  permukaan licin.

Pada tingkat I    : Rahim turun dengan serviks (leher rahim) paling rendah dalam introitus/liang vagina
Pada tingkat II   : Rahim sebagian keluar dari vagina
Pada tingkat III : Rahim keluar seluruhnya dari vagina

Upaya/tindakan untuk menolong penderita prolapsus uteri

Jika anda didiagnosa prolapsus uteri  maka jangan berharap banyak bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Biasanya dokter kandungan akan memasangkan pessarium (seperti cincin) dari ebonite, porcelain atau karet. Pessarium juga hanya bersifat sementara saja untuk menahan uterus kembali  di tempatnya . Jika Pessarium diangkat maka akan turun lagi rahimnya.

Selain dengan pessarium untuk  membebaskan pasiennya dari gangguan ini, maka dokter akan menyarankan agar penderita peranakan turun/prolapsus uteri menjalani  abdominal histerektomi (pengangkatan rahim), atau ventro fiksasi uterus, yaitu dengan cara memendekkan ligamentum rotundum (salah satu penggantung rahim)  atau mengikatkan ligamentum rotundum ke dinding perut, ataupun melakukan amputasi serviks jika terjadi elongatio serviks tergantung situasi dan keadaan pasien itu sendiri.

***

Jadi untuk mendiagnosa seseorang mengalami peranakan turun/prolapsus uteri,tentu haruslah berdasarkan pemeriksaan cermat bukan melalui dugaan asal-asalan. Dan sebenarnya merupakan hal yang cukup mudah untuk menentukan benar atau tidak bahwa seseorang mengalami peranakan turun atau prolapsus uteri ini.

Ketika tidak ada keluhan dan kelainan seperti yang diuraikan di atas maka jangan lantas percaya ketika ada ahli terapi alternatif mengatakan bahwa anda mengalami peranakan turun.

Jikalau benar memang mengalami peranakan turun/prolapsus uteri maka jalan keluarnya tentulah bukan dengan cara mengurut perut secara berulang-ulang melainkan menjalani tindakan seperti yang diuraikan di atas.

Ada banyak kejadian di ruangan dimana ibu-ibu muda mengeluh tidak kunjung hamil padahal menjalani urut perut berulang-ulang karena dikatakan peranakannya turun oleh ahli alternatif. Mengaku bahwa posisi rahimnya telah dibetulkan tukang urut namun tetap tak kunjung hamil. Yang jadi pertanyaan, apakah benar ibu-ibu muda ini tidak kunjung hamil karena peranakannya turun?.




Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 9 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 12 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: