Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Angka Kematian Ibu Indonesia Tertinggi di Asean

OPINI | 17 December 2011 | 07:53 Dibaca: 2092   Komentar: 21   0

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang masih berada di level 228 per 100.000 kelahiran hidup, oleh karena itu Pemerintah harus melakukan perbaikan disparitas pelayanan kesehatan, penyebaran dan perbaikan kualitas tenaga kesehatan, serta dukungan alokasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ibu adalah penerus keturunan dari generasi ke generasi. Dari rahim seorang ibulah dilahirkan putra putri terbaik negeri ini.   Namun yang patut disesalkan adalah masih tingginya  AKI  ketika melahirkan di Indonesia, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.  Menurut para ahli kesehatan masyarakat, derajat kesehatan suatu negara dilihat dari indikator angka kematian bayi (AKB).   Semakin  tinggi AKB suatu negara maka semakin jelek kualitas derajat kesehatan masyarakat di kawasana tersebut.


Penyebab kematian bayi dan ibu tidak terlepas dari 4 faktor yaitu :

  1. perilaku
  2. lingkungan
  3. pelayanan kesehatan
  4. keturunan
  • Apabila  4 faktor tersebut  tergabung menjadi satu maka resiko kematian ibu dan bayi semakin tinggi. Artinya seandainya perilaku kesehatan tidak baik, kemudian tinggal di lingkungan yang kumuh serta kualitas pelayanan kesehatan ditempat tidak memadai serta si ibu mempunyai penyakit keturunan, maka kemungkinan anak yang dilahirkan akan mengalami kesulitan, bahkan akan menyebabkan kematian bagi ibu dan anak.

Peran pemerintah melalui kementerian kesehatan paling tidak bisa mengintervensi 2 hal saja yaitu melalui kegiatan promosi kesehatan dan menyediakan fasilitas kesehatan berupa penempatan bidan di pelosok negeri.   Perilaku kesehatan masyarakat bisa diubah menjadi pola hidup sehat melalui upaya penyuluhan yang terus menerus kepada masyarakat.   Sedangkan penempatan tenaga kesehatan terutama bidan harus menjadi prioritas utama, agar ibu ibu yang mengandung mendapat pertolongan yang profesional oleh ahlinya.

Ibu Ibu ini akan melahirkan anak anak berbakat dan cerdas seandainya asupan gizi selama masa kehamilan cukup memenuhi standard nutrisi serta dijaga agar kondisi mental ibu ibu bebas dari perasaan tertekan.  Sungguh sangat disayangkan apabila janin janin itu telah wafat sebelum melihat dunia, padahal siapa tahu diantara putra putri itu ada yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 13 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 14 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 15 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: