Artikel

Medis

Shamier Parez

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Saya ingin meluangkan karya-karya di kompasiana, semoga bisa bermanfaat walaupun tulisan tidak terlalu bagus. Tapi apa salahnya sy bisa berbuat banyak demi bangsa, negara, rakyat. Apa yng tidak dieketahui orang maka sy akan utarakan ditulisan sesuai fakta dilapangan....selamat membaca...manusia selalu berbuat kesalahan tetapi jika tidak selalu belajar dan terus belajar aka tidak akan tercapai suatu tujuan..

Kondisi Fisik Si Bocah Manusia Paku Mulai Membaik


HL | 02 November 2011 | 20:07 Dibaca: 3569   Komentar: 22   1 dari 2 Kompasianer menilai menarik

* dr Kama: Operasi tahap kedua Segera Dilaksanakan, Setelah Safirah sembuh

Fhoto”: Shamier Parez

1320238490404242873

Kondisi Safirah (3) sudah membaik saat berada di ruang kamar icu, Rabu (02/11/11)

1320238967538107729

Safirah si bocah manusia paku ini sedang tidur nyenyak usai menikmati roti yang diberikan oleh orangtua ibunya, Sarifa Hamsia.

Penulis : Shamier Parez

Setelah tim medis berhasil melakukan operasi terhadap  Safirah (3 thn) bocah manusia paku ini kini kondisinya mulai membaik, saat dipindahkan di kamar icu, Rabu (02/11/11) kemarin.

Pantuan penulis di ruang icu, tampak, bocah malang ini sedang menikmati roti pemberian belah kasihan orang lain, pasalnya, orangtua ibu Safirah tergolong tidak mampuh setelah ditinggalkan oleh orangtua bapaknya Ibrahim, saat Safirah masih berusia 2 tahun.

Kedua betis Safirah yang sudah dioperasi telah dibalut kain kaza oleh dokter tersebut. Tangan kiripun dibalut kain kaza oleh dokter agar tidak lepas infusenya. Bocah malang tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya itu sepertinya tidak punya beban, hanya lapar dan haus yang menyertainya saat menikmati sebuah roti dan segelas air minum.

Suster bernama  Nurdiah yang sedang piket di ruang icu juga tak menyangka apa yang terjadi pada diri Safirah, bahkan Nurdiah tidak yakin kalau itu penyakit, diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ingin merusak tubuh Safirah dengan memasukkan benda berupa logam dan besi.

Perlu diketahui, kata Nurdiah, bahwa apa bedanya orang yang patah dimasukkan besi didalam tubuhnya tapi tidak terlalu merasakan sakit, tapi Nurdiah pun heran kenapa  anak ini tidak merasakan apa-apa saat ada semacam besi atau logam didalam tubuhnya. Itulah kekuasaan Allah kepada anak ini sehingga tidak merasakan kesakitan.

Hanya saja perlu di bawah ke ahli psikologis anak, pasalnya, ditakutkan trauma sehingga tidak bisa berkoemntar mengenai masalah yang dihadapinya.”kita tahu usai 3 tahun sudah bisa bicara apa yang terjadi pada dirinya mengenai adanya benda asing ditubuhnya, tetapi anak ini kayaknya  kalau dilihat sepertinya biasa-biasa saja, ini yang perlu diselidiki sebenarnya,”tuturnya.

Siapapun yang melihatnya anak yang malang ini, pasti merasa iba dan kasihan melihatnya yang masih lucu-lucu yang masih butuh kasi sayang kedua orangtua.”Masa kok bapaknya tidak pernah melihat anaknya, walaupun cerai dengan istri tetapi harus perhatikan anak karena itu tanggungjawab dan amanah yang diberikan oleh Allah, bukan saja keluarga dari bapaknya, bahkan keluarga dari ibunyapun tidak ada yang melihatnya,”tuturnya.

Sementara, dr Kamaruddin Sahid, mengatakan, kasus yang dialami Safirah bukanlah luar biasa, hanmya biasa-biasa saja bagi tim medis, yang menyebabkan luar biasa itu mengenai banyaknya benda asing yang masuk di bagian betis kiri dan kanannya termasuk punggung Safirah yang belum dikeluarkan oleh tim medis karena masih menunggu tahap pemulihanm agar dioperasi tahap kedua.

dr Kama—sapaannya— menjelaskan benda asing berupa paku, jarim dan benda  logam lainnya yang masuk ke dalam tubuh Safirah sekitar 2 hingga 6 cm panjanganya, sebanyak 27 biji paku dan logam.

”Kami sering melakukan operasi dngan mengeluarkan benda asing didalam tubuh manusia bahkan bisa juga di masukkan benda asing, tetapi bocah ini telah dimasukki 27 biji benda logam dan besi yang berkarat tetapi tidak merasakan kesakitan, inilahkan diluar kemampuan ilmu medis, apakah sengaja atu tidak,”tuturnya.

Lanjut, dr Kamaruddin bahwa untuk melaksanakan operasi tahap kedua dengan menghilangkan benda asing dibagian punggungnya harus di foto khusus dan diteliti keberadaan benda asing itu ke punggung korban supaya tidak merusak urat-urat saraf.

“Kemungkinan dua minggu kedepan kami akan melakukan operasi dengan mengeluarkan benda asing di bagian punggungya yang merupakan daerah rawan bagi si bocah tersebut, itupun dilihat kondisinya nanti jika memang memungkinkan dioperasi, tetapi walaupun sudah diangkat benda asing didalam pungunmgnya  tetapi tidak akan mempengaruhi pertumbuhan diri Safirah,”jelasnya. (shamier)

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: