
Dibaca: 837
Komentar: 0
Nihil
Jumlah kecelakaan lalu-lintas sejak 23 Agustus sampai 7 September dalam operasi ketupat 2011, naik sebanyak 1.111 kecelakaan (30,58 persen) dibandingkan tahun 2010.
Jumlah kecelakaan lalu-lintas tahun 2011 sebanyak 4.744 kecelakaan dibandingkan jumlah kecelakaan pada operasi ketupat tahun 2010 sebanyak 3.633 kecelakaan.
Dari data yang disampaikan, dari jumlah kecelakaan selama itu, jumlah korban meninggal dunia menurun dibandingkan dengan tahun 2010. Jumlah korban meninggal dunia tahun 2011 sebanyak 779 orang, sedangkan tahun 2010 sebanyak 853 orang (kompas.com).
berdasarkan data kecelakaan tersebut, di tahun 2011 sekitar 779 orang meninggal sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas. mengapa begitu banyak orang yang kecelakaan lalu lintas meninggal? berapa biaya yang harus ditanggung akibat kecelakaan? untuk menjawab pertanyaan tadi berikut penjelasannya.
pertanyaan pertama, mengapa begitu banyak orang yang kecelakaan lalu lintas meninggal?
pertama, buruknya manajemen respon keadaan darurat (emergency response management) saat terjadi kecelakaan. berapa lama pertolongan pertama dilakukan? berapa lama paramedis datang ke lokasi kecelakaan? setelah paramedis datang & memberikan pertolongan pertama, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ambulance sampai ke rumah sakit dengan kondisi jalanan yang macet?
kedua, rendahnya kesadaran (awareness) pengguna jalan dengan keselamatan. seperti banyaknya pengendara motor yang tidak menggunakan helm full face atau half face. tidak digunakannya seat belt atau seat belt yang digunakan sudah tidak berfungsi. banyaknya kendaraan (mobil, bus) yang tidak layak jalan (lampu sein mati, lampu rem mati, dll). sudahkah anda mematuhi batas kecepatan berkendara? atau pertanyaan selanjutnya apakah anda mematikan handphone saat mengendarai kendaraan? semua ini merupakan faktor manusia yang dapat menyebabkan kecelakaan.
ketiga, faktor lingkungan sekitar. saat anda mengendarai kendaraan (motor, mobil, sepeda, bus, bajaj) ada banyak faktor bahaya di sekitar anda. saat pertama anda keluar rumah juga banyak bahaya yang menanti. contoh, kendaraan lain, tiang listrik, pohon, tukang julanan pinggir jalan, dll. namun bahaya yang lebih besar adalah, mati nya lampu / penerangan jalan di malam hari, buruknya jalanan (jalanan berlobang), beda tinggi rendah permukaan jalan.
keempat, kecepatan yang melebihi batas & jarak aman antar kendaraan. saat kita berkendara dengan kecepatan yang melebihi batas (100 km/j), kita akan kesulitan dalam mengendalikan kendaraan begitu juga saat kita akan mengerem. saat kecepatan tinggi, kendaraan tidak akan langsung berhenti saat kaki menginjak rem, sehingga masih memungkinkan tabrakan (tabrak belakang) terjadi.
pertanyaan kedua, besarnya biaya yang ditanggung akibat kecelakaan.
kecelakaan baik kecelakaan lalulintas atau kecelakaan kerja sama - sama berkontribusi dalam upaya pemiskinan bangsa indonesia. mengapa demikian? jika kecelakaan terjadi, seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga tidak dapat kembali bekerja akibat cacat atau meninggal dunia. sehingga pemasukan uang belanja rumah tidak ada lagi atau terganggu, pendidikan anak akan juga terganggu. sedangkan sang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tidak memiliki keterampilan.
bagaimana solusi dari buruknya manajemen kecelakaan lalulintas ini?
pertama, lakukan pencegahan kecelakaan secara engineering (rekayasa). misalnya batasi kecepatan pada kendaraan bermotor pada kecepatan tertentu (max 70 km/j). sehingga kendaraan tersebut tidak dapat melebihi kecepatan yang di izinkan. contoh berikutnya adalah memasang sensor jarak pada badan kendaraan bermotor sehingga tercipta jarak aman antar kendaraan (min 1000 meter), sehingga saat kendaraan depan rem mendadak, masih ada jarak untuk kendaraan dibelakangnya untuk mengendalikan kendaraan dan menginjak rem.
kedua, lakukan pencegahan secara administratif. misalnya iklan promosi keselamatan berkendara di jalan raya. larangan penggunaan ponsel saat berkendara termasuk penggunaan handfree. pemasangan rambu-rambu, pemasangan lampu jalan, perbaikan jalan yang rusak, pemasangan kaca dua arah di tikungan. untuk pencegahan administratif akan lebih baik jika promosi kampanye keselamatan berkendara menggunakan media video daripada pemasangan baliho atau spanduk. tidak mengemudi dalam keadaan mabuk, mengantuk.
ketiga, lakukan pencegahan menggunakan pelindung diri. misalnya menggunakan helm standar, memasang seat belt yang benar.
selanjutnya untuk pertolongan pertama, sebaiknya dibuat jalur khusus untuk ambulance, penambahan armada ambulance. pemasangan nomor telpon bebas pulsa untuk laporan kecelakaan / keadaan darurat dijalan seperti 911.