Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Yoen Aulina Casym

Dokter, Magister Administrasi Rumah Sakit lulusan FKM UI, bekerja di RS Hermina Jatinegara, menyukai dunia selengkapnya

Hati-hati jika anak anda ngorok.

REP | 10 September 2011 | 16:33 Dibaca: 1615   Komentar: 1   0

Hati-hati jika anak anda ngorok.

Seringkali kita mengatakan bahwa mendengkur adalah pertanda bahwa seseorang tengah tidur nyenyak dan bukan merupakan pertanda atau gejala dari suatu kondisi yang tidak biasa, sehingga tidak jarang akan terdengar penjelasan seperti ini:

” anakku kalau kecape’an, tidurnya puleees banget. Dan kalau dia tidur nyenyak begitu biasanya pasti ngorok”.

Makanya tidak heran, jarang sekali orang tua yang membawa anaknya ke dokter karena persoalan ngorok itu, beda dengan ketika anak tiba-tiba terserang batuk,pilek ataupun panas. Padahal mendengkur adalah salah satu bentuk dari gangguan tidur dan juga merupakan gejala yang biasa ditemukan pada Obstructive sleep apnea syndrome (OSAS), suatu sindrom obstruksi komplit atau parsial jalan nafas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna yang ditandai dengan adanya episode henti nafas (apnea) pada saat tidur

Guilleminaut dkk memberikan definisi sleep apnea ini sebagai suatu kondisi dimana pada fase tidur terjadi episode apnea sebanyak 30 kali atau lebih dalam 8 jam dan berlangsung paling tidak 10 detik

OSAS yang seringkali luput dari perhatian orang tua ini ternyata juga bisa menjadi penyebab menurunnya prestasi di sekolah . Hal tersebut dikaitkan dengan kondisi kekurangan oksigen (hipoksia) intermitten yang pengaruh jangka panjangnya berdampak pada fungsi syaraf dan intelektualitas.

Beberapa kondisi yang seringkali menjadi penyebab orang tua membawa anaknya pergi ke dokter ternyata merupakan faktor risiko terjadinya OSAS. Kondisi tersebut adalah Hipertrofi Adenoid dan tonsil (orang awam mengenalnya dengan pembesaran amandel), obesitas serta berbagai keluhan yang berkaitan dengan faktor alergi, misalnya asma, rinitis alergi yang sering menyebabkan keluhan pilek dan bersin berulang.

Meskipun Hubungan faktor risiko di atas dengan timbulnya OSAS masih juga menjadi perdebatan para ahli, namun penanganan (pengobatan) terhadap faktor risiko tersebut ternyata menunjukkan bukti bahwa keluhan mendengkur menjadi berkurang.

Jadi, mulai sekarang mari kita perhatikan bagaimana tidur anak kita, apakah dia ngorok? Apakah disaat tidur anak kita mengeluarkan suara nyaring … gghoookk… ghoookkk… ghghoookk?

Walaupun mendengkur dapat juga terjadi sesekali pada anak normal dan tidak berkaitan dengan OSAS, ada baiknya para orang tua mulai memberikan perhatian pada masalah ini dan jangan menganggap mendengkur cuma merupakan faktor kebiasaan turunan yang baru dianggap bermasalah kalau hal itu menyebabkan gangguan pada orang lain.

Profesor Dr dr Bambang Supriyanto SpA (Konsultan) yang pada Sabtu 10 September 2011 dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI dalam bukunya menyatakan bahwa beberapa penelitian telah mengidentifikasi bahwa menurunnya prestasi belajar dan terjadinya perubahan tingkah laku anak dimana anak menjadi hiperaktif ada kaitannya dengan OSAS.

Bukan oleh sebab itu saja maka OSAS perlu mendapat penanganan yang tepat, tetapi alasan lain adalah bahwa OSAS juga bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain Enuresis (mengompol), infeksi saluran nafas berulang akibat anak dengan OSAS sering bernafas melalui mulut serta juga bisa mengakibatkan gagal tumbuh yang kesemuanya itu bisa mempengaruhi performans anak nantinya

Dengan mengenali berbagai faktor risiko terjadinya OSAS serta paham mengenai gejala dan komplikasi yang mungkin ditimbulkannya, diharapkan agar kita para orangtua dapat ikut berperan dalam mencegah terjadinya OSAS yang akan mempengaruhi kualitas hidup anak kelak.

Karena salah satu faktor risiko terjadinya OSAS adalah obesitas, maka sudah seharusnya kita pun mulai memperhatikan pola makan dan gaya hidup anak serta meninggalkan paradigma yang menyatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang sehat.

Sumber:

Bambang Supriyanto : Obstructive sleep apnea Syndrome pada anak : Ikhtisar Perkembangan mutakhir, Pidato pada Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Kesehatan Anak pada FKUI, Jakarta 10 September 2011.

—–, Obstructive Sleep Apnea Syndrome pada Anak, Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2011

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 20 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 22 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 23 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 23 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: