Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Mengenali Gejala Sakit Maag Pada Lambung dan Cara Mengatasinya

REP | 27 July 2011 | 01:23 Dibaca: 44344   Komentar: 3   0

13116863121999529223

Gangguan pada lambung atau lebih dikenal sebagai sakit maag seringkali timbul dari kebiasaan pada pola hidup yang kurang baik. Kesibukkan yang dialami terkadang membuat kita terlambat untuk makan dan pekerjaan yang menumpuk akhirnya menimbulkan stres. Sakit maag bisa datang kepada kita tanpa disadari sebelumnya dan bisa saja kita terkena penyakit maag di saat sedang sibuk menjalani rutinitas pekerjaan sehingga tidak dapat melakukan aktivitas seperti yang sewajarnya.

Meski terkesan penyakit yang tidak terlalu berat namun bukan berarti kita boleh meremehkan sakit maag. Penyakit maag yang dipicu oleh sakit pada lambung bisa mengakibatkan gangguan pada pencernaan sehingga bila tidak ditangani dengan tepat maka bisa saja akhirnya mengganggu tubuh secara keseluruhan bila sakit yang diderita pada lambung sudah tergolong kronis.

13116863751642257241

Sakit maag dan radang lambung pada umumnya terjadi karena adanya luka atau iritasi di lapisan mukosa lambung. Sehingga dinding lambung menjadi merah bahkan mengalami bengkak, berdarah dan luka berparut. Luka juga bisa menjalar hingga ke usus dua belas jari. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya produksi asam lambung berlebihan yang mengakibatkan nyeri dan mual bagi penderitanya. Sakit maag bisa diderita oleh semua kalangan usia dan dapat kambuh kembali bila penderita melakukan pola hidup atau makan yang salah sehingga kembali memicu terjadinya luka pada lambung.

Gejala umum sakit maag / lambung.

Meski tidak bisa dikatakan pasti namun beberapa gejala di bawah ini dapat menjadi indikasi umum bagi seseorang yang menderita sakit maag:

· Timbul rasa mual pada perut dan selalu ingin muntah.

· Terasa nyeri dan pedih terutama pada perut bagian atas (ulu hati), juga diselingi perut kembung dan nafas sesak.

· Rasa mual yang begitu kuat membuat tidak nafsu makan, wajah menjadi pucat dan sering sendawa karena perut menjadi kembung.

· Kepala terasa pusing, sulit untuk tidur serta suhu badan naik dan keluar keringat dingin.

Selain itu beberapa penderita dengan radang lambung yang sudah terlalu parah juga mengalami pendarahan pada lambung sehingga ketika penderita muntah maka akan mengeluarkan darah berwarna kehitaman seperti kopi. Radang lambung yang sudah terlanjur kronis dapat menyebabkan kematian.

Penyebab sakit maag / lambung.

Sebagian besar penyebab sakit maag adalah karena kelalaian penderita dengan memiliki pola hidup dan makan yang kurang tepat. Secara umum penyebab sakit lambung adalah:

- Beban pikiran yang berlebihan sehingga mengakibatkan stres dan tekanan emosional.

- Produksi asam lambung dan pepsin yang berlebihan pada lambung.

- Lapisan mukosa lambung mengalami luka yang diakibatkan kelebihan asam lambung dan pepsin sehingga fungsi mukosa jadi menurun dan berakibat pada timbulnya luka, iritasi, peradangan pada lambung.

- Menunda atau terlambat untuk makan dan ketika makan dilakukan secara berlebihan.

- Mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, minuman beralkohol tinggi, obat-obatan tertentu dan mengonsumsinya secara berlebihan atau tidak sesuai dosis.

Pada beberapa karakter pasien, penyakit maag juga disebabkan oleh terdapatnya penyakit lain seperti: infeksi bagian dalam tubuh karena bakteri, anemia, penyakit pada ginjal, diabetes dan efek samping dari penggunaan obat untuk penyakit lain.

Mengatasi sakit maag pada lambung.

Upaya yang paling bagus untuk mengatasi sakit maag adalah adanya kesadaran dari penderita maag untuk menghindari melakukan kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya sakit maag. Upaya untuk mencegah penyakit maag adalah makan tepat waktu yaitu secara teratur dan tidak berlebihan, pola hidup yang seimbang dan sehat, menjaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum makan dan memperhatikan bahan makanan untuk menghindari jajan makanan sembarangan dan menghindari stres atau tekanan emosional lainnya.

Meski terdapat banyak ramuan tradisional untuk mengatasi sakit maag namun mengonsumsi suatu obat tertentu untuk bisa mengatasi sakit maag juga bisa menjadi pilihan yang tepat dan praktis karena lebih dimungkinkan untuk bisa selalu dibawa. Ada baiknya untuk selalu memiliki persedian obat maag yang bisa untuk selalu dibawa bila sedang bekerja atau berpergian sehingga ketika penyakit maag datang maka kita bisa dengan cepat mengatasinya.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi obat maag adalah kandungan yang ada pada obat tersebut. Kandungan pada obat maag haruslah yang sesuai dengan kebutuhan untuk penyembuhan lambung secara efektif.

Contoh kandungan pada obat maag misalnya kombinasi antara Hydrotalcite dan Magnesium Hidroksida merupakan jenis antasida untuk menetralkan asam lambung sehingga meringankan gejala nyeri ulu hati serta mual akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin. Hydrotalcite sendiri mengandung alumunium dan magnesium yang bersifat basa, dalam ilmu kimia untuk dapat menetralkan asam maka harus dengan direaksikan oleh basa. Maka dengan cara ini lambung dapat kembali netral. Kandungan lainnya seperti Simethicon berfungsi untuk mengurangi gelembung gas yang berlebihan pada lambung yang mengakibatkan rasa kembung pada perut dan rasa untuk ingin bersendawa.

Konsumsi obat maag harus disesuaikan dengan dosis dan kandungan yang tepat serta diperhatikan adanya efek samping terhadap penderita penyakit tertentu. Selain itu beberapa keluhan sakit lambung juga diakibatkan oleh gastritis atau radang lambung sehingga dibutuhkan pengobatan yang lebih tepat. Oleh karena itu disarankan bagi penderita maag bila dalam beberapa hari mengonsumi obat maag namun terasa keluhan mual masih belum berkurang maka sebaiknya untuk dapat berkonsultasi kepada dokter.

Tetap berpuasa meski memiliki penyakit maag.

Sayang rasanya bila ibadah puasa harus dilewatkan hanya karena memiliki penyakit maag. Sebenarnya bila dilakukan dengan cara yang tepat maka berpuasa bagi penderita maag dapat dilakukan dengan lancar tanpa ada keluhan. Pengaturan pola makan dan aktivitas yang lebih teliti merupakan solusinya.

Cara untuk dapat tetap berpuasa adalah dengan mengonsumi obat maag yang disesuaikan dengan kebutuhan. Obat maag bisa diminum pada saat berbuka puasa, sebelum tidur atau ketika santap sahur. Sisihkan waktu minum obat maag selama satu jam sebelum atau sesudah makan sehingga lambung bisa berada dalam kondisi netral terlebih dahulu.

Ketika berbuka puasa sebaiknya diawali dengan menghindari makan yang terlalu berat seperti langsung makan nasi. Sebagai pengganti bisa dengan makanan kecil seperti kue, kurma dan lainnya sesuai selera yang penting cukup untuk berbuka puasa. Setelah malam selesai shalat tarawih barulah bisa dilanjutkan dengan makan nasi. Hindari makan makanan secara berlebihan dan memiliki rasa asam dan pedas yang terlalu kuat. Pada saat sahur dan selama berbuka puasa selain makan nasi juga disarankan untuk banyak minum air sehingga tubuh memiliki cairan yang cukup meski pada siang harinya kita berpuasa.

Pastikan untuk selalu tidak terlambat makan ketika waktu sudah masuk untuk berbuka puasa. Selama berpuasa berlatihlah untuk memiliki jadwal yang teratur untuk makan dan menghindari beberapa makanan dan minuman pantangan penderita sakit maag seperti kopi, makanan yang pedas dan asam serta kurangi kebiasaan merokok. Setelah sebulan berpuasa diharapkan pengaturan jadwal makan yang tepat waktu dan pola hidup yang sehat dan tidak berlebihan bisa terus dilanjutkan oleh penderita sakit maag.

Sumber gambar:

http://2.bp.blogspot.com/-wewKhZ7j08c/TVM-WwqJYCI/AAAAAAAAAZM/U8aIio5v5lk/s400/sakit%2Bperut%2Bmules%2Bnyeri%2Bperih%2Bmaag%2Bedited.JPG

http://jellygamat.acepsuherman.com/wp-content/uploads/2011/01/maag.jpg

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: