Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

Harapan Untuk Sembuh Bagi Penderita Stroke

OPINI | 26 July 2011 | 17:55 Dibaca: 10778   Komentar: 19   2

By Christie Damayanti

13116591701532213666

doctor.ndtv.com

Pada tulisanku tentang Sebuah Kesaksian: Bagaimana Manyikapi dan ‘Berteman’ dengan Stroke Dalam Usia Muda Untuk Menghadapi Masa Depan…( Bagian 1 ) sampai bagian 6,  aku memang mengalami stroke berat 1,5 tahun lalu, menyerang otak kiriku yang menyebabkan lumpuh separuh tubuhku sebelah kanan, dimana 20% otak kiriku terendam darah ( stroke hemoragik, pecah pembuluh darah ). Pertanyaan yang sering aku ajukan juga banyak orang yang ingin tahu, adalah mengenai kemungkinan sembuh dari paska stroke berat.

Pada umumnya, penyembuhan pada penderita stroke tidak dapat terjadi secara sempurna, melainkan meninggalkan cacat sisa. Tetapi, melalui rehabilitasi yg dimulai secepatnya setelah diserang stroke dan secara intensif pada fase akut, dapat memulihkan kondisiku, penderita stroke, yang berat apa lagi stroke ringan.

Sekitar 30% - 40% penderita stroke dapat disembuhkan secara sempurna, bila di tangani dalam jangka 6 jam atau kurang dari itu. Tetapi, sebagian penderita serangan stroke baru datang ke rumah sakit setelah sekitar 48 jam terjadinya serangan.

Puji Tuhan, pada waktu aku diserang stroke, aku berada di antara orang2 yang aku cintai dan mencintai aku, walaupun aku berada jauh dari rumahku ( di San Francisco, Amerika Serikat ) dan walaupun aku sedang baru untuk ke toilet jam 3 pagi waktu setempat. Puji Tuhan juga, Amerika mempunyai layanan 911 yang bisa membawa aku ke rumah sakit terdekat hanya sekitar sekian menit begitu aku diserang stroke … dan pendarahanku berhenti sekitar 15 menit, walau otak kiriku sudah terendah darah 20%, tetapi aku tetapi di lindungi Tuhanku sehingga kepalaku tidak harus di operasi untuk ‘menutuh’ pembuluh darah otakku yang pecah ….. Terima kasih, Tuhanku …..

Sumber lain menyebutkan bahwa sekitar 30% - 40% dapat terjadi serangan stroke berulang dalam waktu 5 tahun dan kemungkinan terjadi kematian akibat serangan stroke antara 20% sampai 30%. Dengan demikian, masih terdapat kemungkinan sembuh total ataupun sembuh dengan fungsi beberapa bagian tubuh akan mengalami ke-cacatan.

Sekitar 50% penderita stroke akan mengalami lumpuh separuh tubuh, tetapi mampu kembali untuk memenuhi kebutuhannya sendiri ( ini yang terjadi padaku ). Aku dapat berpikir baik seperti sebelum serangan stroke, berjalan dengan baik ( walau tetap belum sempurna ) dan penggunaan lengan dan kaki yang masih terbatas.

Sekitar 50% dari penderita serangan stroke stroke yang selamat, diperkirakan dari 100 orang : 10 orang dapat kembali bekerja tanpa disertai hambatan, 40 orang akan bekerja tetapi mengalami hambatan ringan, 40 orang akan mengalami hambatan berat dan 10 orang membutuhkan perawatan intensif.

Sekali lagi, Puji Tuhan ….. walau aku diserang stroke berat dan parah, tetapi Tuhan masih sangat mencintai aku untuk aku membesarkan anak2ku. Aku sudah bekerja lagi sekitar 6 bulang terserang stroke walau aku adalah yg masih mengalami hambatan ringan dalam melakukan kegiatanku sehari2, yaitu tangan kananku belum bisa dipakai untuk menulis dan semua kegiatan hidupku masih menggunakan tangan kiriku ( lihat tulisanku Kesaksianku (Bag 1): Terapi Khusus Stroke: ‘Speech Therapy’ , Kesaksianku (Bag 2): Terapi Khusus Stroke: ‘Physic Therapy’ , Kesaksianku (Bag 3): Terapi Khusus Stroke: ‘Occupation Therapy’ ,  Kesaksianku (Bag 4): Terapi Khusus Stroke: ‘Leisure Therapy’ ).

Setelah serangan stroke, terdapat beberapa kondisi yang muncul, di antaranya :

-          Lumpuh pada satu sisi tubuh ( ini yang aku alami, walau semakin lama semakin membaik ), dan kesembuhanku baru mencapai sekitar 85%

-          Gangguan komunikasi

-          Gangguan pengelihatan

-          Emosi yang tidak stabil ( sedikit aku alami )

-          Kesulitan melakukan aktifitas sehari2 ( sedikit aku alami ) … belum bisa menulis memakai tangan kanan, dan belum bisa memakai kaos dan bra

Jika kondisi tersebut dialami oleh penderita stroke, maka harus memakai alat bantu yang sesuai, misalnya, kursi roda, atau tongkat. Alat bantu disertai dukungan orang2 yang mencintai penderita akan menumbuhkan semangat untuk sembuh, sehingga proses penyembuhkan menjadi lebih mudah dan memerlukan waktu yang lebih singkat. Dan inilah yang aku alami …..

131165928584200646

Jika penderita tidak di kelilingi keluarganya yang mencintainya atau orang2 di sekelilingnya tidak peduli, maka si penderita bisa mengalami depresi karena merasakan ‘ketidak-berdayaan’, tidak bisa melakukan banyak hal dan tidak seperti dulu lagi. Apa lagi bila si penderita tidak bisa selalu mengucap syukur dangan tertolongnya dari serangan stroke, walau tetap mengalami ‘cacat stroke’.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk sembuh dari stroke yaitu mengatur pola makan atau diet khusus bagi penderita paska stroke. Keluarga penderita diharapkan bisa selalu mendampingi untuk membuatkan makanan sehari2 dan untuk mendampingi bila si penderita ingin makan di luar rumah. Juga harus mengkonsultasikan dengan dokter dan ahli gizi. Tetapi bila si penderita sudah mengerti dan memahami serta menyadari betapa berartinya asupan makanannya, si penderita akan mencari tahu untuk apa yang bisa dan boleh dimakan dan apa yang tidak bisa dan yang tidak boleh dimakan, dan ini yang sudah aku lakukan ……

13116592901528078258

Jenis makanan yang di hindari adalah ‘junkfood’ dan makanan2 yang mengamdung lemak serta berkolesterol tinggi, walaupun tetap di konsultasikan kepada dokter dan ahli gizi.

Dalam mengatur pola makan, terdapat bahan makanan yang membantu proses penyembuhan atau memperburuk keadaan penderita stroke. Oleh karena itu, terdapat pedoman mengenai bahan makanan yang di anjurkan untuk di konsumsi.

Penerapan pola diet bagi penderita stroke memiliki beberapa kendala, seperti rasa bosan. Untuk itu, tetapi mencari cara agar tidak bosan, rasa makanan ataupun jenisnya. Dibutuhkan krativitas pihak keluarga yang menyediakan makanan agar dapat menyediakan makanan lebih menarik dan bervariasi, namun tetap memperhatikan makanan yang diperbolehkan dan tidak bagi penderita stroke.

Selalu mengucap syukur dengan apapun yang terjadi dalam hidup kita, merupakan semangat untuk hidup dan sembuh. Seperti kesaksian kehidupan sakitku, mengucap syukur adalah bisa membuat aku selalu tersenyum dan menatap hari depan bersama keluarga, walaupun aku belum sempurna dalam kesembuhanku …..

Dari beberapa sumber.

Sumber gambar : dari Google.

13096071791943036955

Profil |

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: