Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Fandi Sido

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta dan kawin. | @FandiSido

Air Ber-oksigen Tak Berdampak pada Kebugaran

REP | 12 April 2011 | 13:37 Dibaca: 1781   Komentar: 13   3

Ilustrasi (buzberry.com)

Ilustrasi (buzberry.com)

Semakin banyaknya produk air kemasan botol dengan metode menggunakan klaim kelebihan air beroksigen dibandingkan dengan air mineral biasa nampaknya mengalami masalah klarifikasi bidang fisiologi. Pada 2010 lalu, beberapa ahli kesehatan menerbitkan hasil penelitiannya yang mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kandungan air yang berisi oksigen dibandingkan dengan air biasa, terutama terkait dampaknya bagi kebugaran peminumnya.

Dr. Howard G. Knuttgen, Ph.D., seorang profesor Kinesiologi dari Pennsylvania State University menggambarkan “air beroksigen” sebagai tipuan murni tanpa landasan ilmu fisiologi sama sekali.

“Sebagian besar oksigen dalam air akan terlepas ke atmosfer ketika Anda membuka tutup botol. Oksigen tambahan akan diserap ke dalam sel-sel di dinding usus. Semua ini akan terjadi sebelum oksigen sampai ke darah, bahkan belum menyentuh otot.” kata Knuttgen seperti ditulis thefactsaboutfitness.com.

Sebelas orang dewasa (umur antara 20-35) diminta untuk melakukan latihan dengan sepeda statis pada dua hari tertentu yang berjarak waktu 3 hari. Lima menit sebelum latihan, mereka diminta meminum salah satu, air oksigen atau air biasa. Berdasarkan instrumen pengukuran tertentu, tidak ditunjukkan perbedaan kualitas latihan antara orang-orang yang meminum air beroksigen dengan yang meminum air biasa.

Jurnal penelitian tersebut menulis:

“Udara adalah 20,9 oksigen, dan seorang manusia normal dalam satu tarikan napas yang menyerap sekitar 500 mL, sekitar 100 mL adalah oksigen. Jadi, setiap hirupan udara melalui satu tarikan napas mengandung lebih banyak oksigen daripada sebotol air beroksigen. Misalkan hemoglobin sudah mengikat oksigen bahkan saat bernapas, dan hanya sebagian kecil dari oksigen tersebut menyebar ke bagian plasma, jadi tidak mengejutkan jika air beroksigen tidak meningkatkan kinerja tubuh.”

Para peneliti di University of Wiscounsin melaporkan hasil yang hampir sama.

Dua belas mahasiswa diminta untuk meminum sekitar 500 mL “super-oxygenated water” Aqua Rush atau air biasa. Mereka kemudian diminta untuk melakukan latihan di atas treadmill selama beberapa waktu tertentu. Hasilnya sama, yaitu tidak nampak perbedaan gejala-gejala kebugaran tubuh mereka saat sedang latihan, atau saat beristirahat setelahnya.

“Sekali dikonsumsi, air diserap ke dalam aliran darah melewati saluran usus. Besar kemungkinan bahwa sel-sel pada usus tersebut menggunakan oksigen tambahan.” kata penulis hasil riset tersebut. “Bahkan jika oksegen diserap, maka diserapnya mengarah ke darah di pembuluh vena, di mana dari sana akan kembali ke paru-paru guna siklus pernapasan, bukan ke otot-otot aktif.”

Berbagai penelitian tersebut mengungkapkan satu kesimpulan yang sama, bahwa oksigen utama dalam produk air beroksigen sejatinya sudah terlepas ke udara saat tutup kemasan dibuka oleh konsumen. Singkatnya, sangat kecil (kalaupun ada) bukti yang relevan bisa menunjukkan bahwa air beroksigen memberikan pengaruh signifikan terhadap kebugaran peminumnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 8 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 12 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 12 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 10 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 10 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 10 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: