Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Rizky Perdana

Internist-Infectious Disease Consultant, Fellow Indonesian Society of Internal Medicine (FINASIM), Infection Preventive Controller Officer (IPCO)

Informasi Tentang Kemoterapi

REP | 01 April 2011 | 13:10 Dibaca: 2270   Komentar: 2   4

1301662819982858765Kemoterapi (disingkat dengan kemo) dalam bidang onkologi adalah pengobatan dengan menggunakan obat-obat anti kanker. Obat-obat golongan hormon yang digunakan untuk pengobatan kanker seperti tamoksifen pada kanker payudara juga termasuk dalam kategori kemoterapi. Saat ini kurang lebih terdapat 130 jenis kanker pada manusia, dan kemoterapi telah digunakan sejak tahun 1950-an.

Tujuan pengobatan pasien kanker adalah untuk mencegah sel kanker untuk melakukan multiplikasi, invasi, metastasis, dan yang paling penting adalah mencegah kematian pasien karena kanker. Dengan demikian, target pemberian kemoterapi tergantung pada tipe kanker dan seberapa jauh stadium kankernya. Kemoterapi diberikan dengan alasan sebagai berikut :

1. Menyembuhkan kanker

2. Mengurangi resiko penyebaran kanker

3. Menghambat pertumbuhan kanker

4. Menghambat pertumbuhan sebaran sel kanker (metastasis)

5. Mengurangi gejala-gejala yang disebabkan karena kanker (terapi paliatif)

Kemoterapi dapat diberikan tunggal sebagai satu-satunya pengobatan kanker atau dapat juga diberikan dengan bersama modalitas lain seperti pembedahan dan radioterapi. Kadang-kadang kemoterapi diberikan sebelum pembedahan dengan tujuan untuk mengecilkan massa tumor (disebut neo-adjuvant chemotherapy) atau diberikan setelah pembedahan (disebut adjuvant chemotherapy).

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum, saat dan sesudah pemberian kemoterapi, terutama oleh dokter maupun perawat yang akan memberikan kemoterapi.

Hal-hal tersebut antara lain:

Penilaian pre kemoterapi : persiapan pasien dan obat

Penilaian saat kemoterapi: cara pemberian, terapi suportif dan monitoring efek samping

Penilaian post kemoterapi: monitoring respon terapi dan efek samping

PENILAIAN PRE KEMOTERAPI

1. Pembuktian Diagnosis Kanker

Bukti sitologi atau histologi yang sesuai dengan tampilan klinis merupakan hal yang penting dalam memutuskan melakukan kemoterapi

2. Stadium

Jika diagnosis keganasan sudah ditegakkan, sangat penting menentukan stadium penyakitnya. Penentuan stadium ini tidak hanya berguna dalam menilai perjalanan penyakit saja, tetapi penting dalam menentukan pilihan terapi dan prognosisnya.

3. Status performa pasien

Status performa merupakan cerminan kemampuan pasien melakukan aktivitas. Parameter ini digunakan untuk menilai gangguan lain yang menyetai penderita kanker dan juga indikator prognosis respon terhadap pengobatan yang akan diberikan. Pasien dengan status performa buruk, bukan merupakan kandidat yang tepat untuk melakukan kemoterapi. Pada kasus-kasus seperti ini perhitungan manfaat pengobatan dengan resiko efek samping yang mungkin timbul perlu mendapat perhatian. Saat ini terdapat dua skala status performa yang sering digunakan dalam menilai kondisi pasien kanker, yaitu skala Karnofsky dan skala the Eastern Cooperative Oncology Group (ECOG).

Misalnya:

Pasien kanker dengan penilaian ECOG : Tidak bisa mengurus diri sendiri, selalu membutuhkan bantuan atau perlu hospitalisasi, terbaring ditempat tidur > 50% waktu bangunnya memiliki skala 3 sedangkan kriteria Karnofsky mempunyai skala 40%. (Pada pasien ini tidak boleh dilakukan kemoterapi).

Setiap pasien yang akan menjalani kemoterapi diberikan konseling terlebih dahulu tentang kemoterapi yang akan dijalaninya. Informasi ini juga diberikan kepada keluarga terdekatnya.

Informasi yang penting untuk diketahui pasien antara lain :

1. Tujuan kemoterapi

2. Ekspektasi respon kemoterapi

3. Jadual kemoterapi: Tergantung jenisnya, ada yang setiap hari, seminggu sekali, dua minggu, tiga minggu ataupun sebulan sekali.

4. Cara pemberian obat kemoterapi, dijelaskan kepada pasien ;

a. Injeksi Intravena (IV Bolus): obat diberikan langsung melalui vena sebagai injeksi bolus

b. Infus Intravena : obat diberikan melalui vena dalam beberapa menit sampai beberapa jam

c. Infus Kontinyu: Obat diberikan selama 24 jam

d. Injeksi Intrarterial (IA): obat diberikan melalui arteri yang memperdarahi tumor.

e. Intraperitoneal: obat diberikan melaui selaput perut

f. Intrathecal

g. Injeksi subkutan

h. Peroral

i. Topikal

5. Efek Samping yang mungkin timbul harus diberitahukan kepada pasien baik langsung setelah diberikan kemoterapi maupun beberapa hari setelah kemoterapi.

6. Antisipasi dan Pengelolaan Efek Samping, harus diberitahukan kepada pasien seperti anti mual-muntah, transfusi darah, dan antimikroba serta kemungkinan timbul efek samping seperti: depresi sumsum tulang, mual/muntah, diare, konstipasi, mucositis, rambut rontok, kehilangan nafsu makan, demam, malaise, depresi dan kulit kering.

Persiapan Obat ; Sebelum memberikan kemoterapi pemeriksaan obat-obatan yang akan diberikan seharusnya dilakukan dan tercatat dengan administrasi yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

a. Jenis obat yang akan diberikan

b. Kadaluarsa obat

c. Riwayat Alergi Pasien

d. Riwayat Pengobatan Sebelumnya

e. Penyimpanan obat

f. Obat-obat pendukung                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber saduran ada pada penulis

S

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 8 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 20 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 20 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: