Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Geutrida Malthida

Barca selamanya. Penikmat film...drakor...musik...kue cucur...........

Sering Nyeri pada Pinggang? Hati-hati HNP!

OPINI | 10 March 2011 | 19:45 Dibaca: 22546   Komentar: 43   6

1299565523869619726

Teman-teman kompasiana, jujur saja ya..seminggu yang lalu, setelah saya tahu bahwa pelatih FC Barcelona(nama klub sepakbola) Pep Guardiola, mengalami cedera pada punggung bagian bawahnya karena penyakit yang bernama Disc Hernia atau Hernia Nukleus Pulposus, saya langsung menyusuri google untuk mencaritahu penyakit apa itu(baru pertama kali denger sih,hadoooh payah nih ida!). Setelah berlama-lama di depan komputer..akhirnya saya menemukan jawaban tentang penyakit yang sudah membuat Pep harus dirawat di Rumah Sakit selam lima hari. Sebelum saya bebagi, mohon maaf kalau informasinya masih kurang lengkap atau ada kesalahan, jika ada teman-teman yang dapat menambahkan, hatur nuhuuun;)

Apa sih HNP itu?

Sebelum teman-teman tahu tentang HNP, saya jelaskan dulu ya tentang anatomi tulang belakang. Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang dihubungkan menjadi satu kesatuan melalui persendian, mulai dari daerah leher sampai tulang ekor. Ruas tulang yang di atas dihubungkan dengan ruas di bawahnya oleh sebuah bantalan yang disebut diskus intervertebralis (persendian pada tulang belakang). Gambar bisa dilihat di bawah ini..

1299726579258163875Di dalam bantalan ruas tulang belakang tersebut, terdapat suatu bahan pengisi seperti jeli kenyal yang disebut nukleus pulposus. Bantalan tersebut berfungsi seperti “shock breaker” (peredam getaran) dan memungkinkan tulang belakang dapat bergerak lentur. Gambarnya kira-kira seperti ini..

12997265761935219233

Nah, jika nukleus pulposus tersebut keluar dari dalam bantalan melalui dinding bantalan yang lemah, maka nukleus pulposus masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang; keadaan inilah yang disebut Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau bahasa gaulnya sih “urat terjepit”. Tergantung besar kecilnya, HNP dapat menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang dan saraf tepi. Contoh gambar HNP yang dapat menekan urat saraf seperti ini..

12997299351568792455

Apa gejalanya  jika kita terkena  HNP?

HNP ditandai dengan nyeri yang bersifat menusuk tajam seperti ‘nyeri gigi’ pada bagian bawah pinggang yang menjalar ke lipatan bokong, tepat di pertengahan garis tersebut. Dari titik ersebut sampai ke lipatan lutut terasa ‘ngilu’, sementara dari lutut menuju jari kaki ke 4 atau 5 penderita merasa ‘kurang enak’, atau kesemutan. Nyeri tersebut umumnya dirasakan pada sebelah kaki.

Kelanjutan dari nyeri akan berdampak pada kekakuan otot yang mengakibatkan penampakan struktur pinggul & tungkai yang terkena menjadi tidak sama dengan yang sehat di sebelahnya. Sebagai gejala lanjutannya, disadari atau tidak..gerakan pada arah tertentu menjadi sangat terbatas dan tidak mampu melakukan mobilisasi tubuh secara normal.

Jika teman-teman mengalami gejala-gejala seperti di atas, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter. Selain pemeriksaan fisik & riwayat penyakit, pemeriksaan penunjang seperti foto tulang belakang (spine x-ray), CT scan atau pemeriksaan yang menjanjikan hasil yang lebih informatif lagi yaitu dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Mengapa kita bisa terkena HNP?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya HNP, diantaranya ; karena trauma (jatuh, terbentur, gerakan yang tiba-tiba cepat, dll), sering mengangkat beban atau mengangkat tekanan yang berlebihan, merokok, batuk yang lama dan terus menerus, tekanan pada tulang belakang, sering menyetir dalam waktu yang lama, berat badan berlebihan, gaya hidup yang bermalas-malasan, sikap duduk yang salah, dan usia lanjut.

Koq bisa ya usia lanjut kena HNP?Hmm.. ternyata ini karena cairan pada ruang antar ruas tulang belakang dari tahun ke  tahun semakin berkurang. Hal ini dapat menimbulkan habisnya cairan tersebut & mengakibatkan terjepitnya saraf pada tulang belakang.

Pria dan wanita memiliki resiko yang sama dalam mengalami HNP lho, dan rata-rata penderita HNP berusia antara usia 30 sampai 50 tahun(pantes..Om pep kan udah 40 tahun..aduh,maaf ngelantur!). Biasanya bagian tulang belakang yang paling sering terkena HNP adalah pinggang (lumbal). Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan HNP terjadi di tulang belakang leher atau dada.

Bagaimana cara pengobatannya jika kita terkena HNP?

Apakah penderita HNP harus dioperasi?ternyata tidak. Hanya penderita HNP yang sudah berkali-kali kumat dan sembuh kembali selama beberapa bulan atau tahun harus menjalani tindakan operatif. Biasanya orang yang baru pertama kali menderita HNP, dianjurkan untuk terapi konservatif (sepertinya penyakit Om Pep masih tahap ini deh,hehehe..ngelatur lagi!). Beberapa terapi konservatif adalah :

  1. Istirahat mutlak di tempat tidur, dalam arti penderita tidak boleh bangun untuk mandi & makan. Masa istirahat mutlak dapat ditentukan sesuai dengan tercapainya perbaikan
  2. Obat penghilang nyeri
  3. Selama nyeri belum hilang dilakukan fisioterapi
  4. Olahraga berenang yang dilakukan secara teratur (2-3 kali seminggu antara 1/2 sampai 1 jam), lumayan membantu dalam penyembuhan HNP

Dalam tahap seperti apa biasanya dibutuhkan operasi?

Operasi dilakukan bila terjadi gangguan pada kerja saraf bagian bawah tulang belakang, seperti gangguan terhadap proses buang air kecil atau besar. Dapat juga bila terjadi kelemahan otot, otot yang mengecil tidak sesuai dengan yang sehat di sisi lainnya atau bahkan terjadi pembengkokan tulang belakang sebagai kompensasi tubuh terhadap nyeri. Operasi harus pula dipertimbangkan pada keadaan baal, tidak merasakan sensasi disekitar lubang anus & bokong, juga pada kondisi nyeri yang menjalar di belakang paha yang dirasakan sudah lebih dari 6 bulan.

Cara mencegah HNP?

‘Mencegah lebih baik daripada mengobati’, itulah yang sering kita baca dalam spanduk atau selebaran di Rumah Sakit,hehe..tapi memang benar koq!Untuk menghindari agar kita tidak terkena HNP..ada baiknya kita mengubah cara hidup dangan menghindari faktor-faktor penyebab HNP seperti yang telah disebutkan di atas.

Beberapa cara yang dapat digunakan adalah mengontrol berat badan sehingga tekanan pada tulang belakang tidak berat, juga duduk dengan sikap tubuh yang benar. Bagi orang yang sering mengangkat barang berat, kadang dapat digunakan korset untuk membantu menopang tulang belakang & mencegah terjadinya kerusakan saraf.

Demikian penjelasan tentang HNP yang dapat saya uraikan. Semoga dapat bermanfaat & tidak ada di antara teman-teman kompasiana yang terkena penyakit ini. Ingat,MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI :).

sumber tulisan & gambar dari www.google.com

Salam sehat selalu!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: