Artikel

Medis

Omar Syarif

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Laki - laki, 35 tahun Aktivis HIV

Jothi Menolak Perjanjian Perdagangan Bebas yang Mengancam Ketersediaan Obat HIV Generik


REP | 28 February 2011 | 16:38 Dibaca: 100   Komentar: 0   Nihil

Perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Uni Eropa dan India mengancam ketersediaan obat generik anti retroviral (ARV) yang dipergunakan untuk pengobatan HIV dan AIDS. Dalam draft perjanjian tersebut Uni Eropa memasukkan klausul penegakan hak kekayaan intelektual yang dapat mengakibatkan terhentinya produksi obat  ARV generik dari farmasi India yang selama ini menjadi pemasok obat tersebut ke negara - negara di Asia dan Afrika serta negara berkembang lainnya termasuk Indonesia dalam upaya penanggulangan epidemi HIV.

Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI), menentang keras perjanjian tersebut yang berdampak sangat merugikan bagi kesehatan orang terinfeksi HIV dikarenakan tidak tersediannya akses untuk pengobatan yang berkualitas dan terjangkau.

Dalam aksi simpatik yang dilakukan JOTHI di bundaran Hotel Indonesia pada 28 Februari 2011, secara tegas JOTHI meminta agar Uni Eropa mencabut klausul tersebut dari draft perjanjian serta agar Pemerintah India tidak menandatangani perjanjian FTA yang memuat klausul tersebut. Aksi pagi tadi diwarnai dengan adegan teatrikal yang menggambarkan penderitaan orang terinfeksi HIV ketika tidak dapat mengakses obat yang dibutuhkan agar bisa hidup sehat. JOTHI bersama dengan organisasi masyarakat sipil lain di berbagai belahan dunia akan terus melakukan tekanan kepada kedua belah pihak yang sedang bernegosiasi untuk memastikan tetap tersedianya obat ARV generik di pasar dunia

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: