Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Anthrax, Bahaya Laten yang Masih Mengintai Kita

REP | 27 February 2011 | 15:47 Dibaca: 1131   Komentar: 2   1

Seluruh hewan ternak di 25 desa pada 6 kecamatan di Boyolali mendapat pengawasan khusus setelah daerah tersebut dinyatakan KLB antraks. Warga juga dilarang menjual atau menyembelih ternak yang sakit. Hewan sakit harus dimusnahkan dengan dibakar dan akan mendapat biaya pengganti dari Pemkab (detik.com, 26/02/2011))

Minggu lalu 6 orang warga boyolalai dilaporkan terjangkit penyakit anthrax setelah mengkonsumsi daging sapi yang mati mendadak. Penyakit antrax adalah jenis penyakit yang umumnya meyerang hewan herbivore seperti sapi, kerbau, kambing dan kuda. Namun tak jarang penyalkit ini juga menyerang mamalia lain termasuk manusia. Penyakit ini Bersifat zoonosis atau dapat menulari manusia, tapi belum pernah ditemukan penularan nya dari manusia ke manuisia. Penyakit ini meyebabkan kematian yang tinggi pada ternak. Kerugian besar akan di rasakan petenak jika hewan sudah terjangkit anthrax.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit tertua di dunia peternakan, Di Indonesia keberadaannya sudah mulai ada sejak jaman Belanda. Kasus-kasus antrax selalu berulang, setiap tahun nya. Tak jarang anthrax memakan korban manusia, seperti kejadian di babakan madang, kabupaten Bogor pada tahun 2004. Kekurang hati-hatian dan Pemahaman masyarakat yang masih kurang tentang penyakit ini menyebabkan seringkali terjadinya korban jiwa. Hewan yang mati mendadak padahal sebelumnya terlihat sehat seringkali di jadikan pembenaran untuk memotong dan mengkonsumsi dagingnya. Penyakit Anthrax memang layak ditakuti karena sangat mematikan. Hewan yang terserang, akan menemui ajal dalam hitungan jam. Jarang nya kejadian anthrax yang menimpa manusia kadang membuat dokter salah diagnosa terhadap penyakit ini. Keterlambatan penanganan tentu saja akan berdampak serius bagi penderitanya.

12987747651661353139

Penyebab Anthrax:

Antrax di sebabkan oleh bacillus antharxis, sejenis bakteri yang bersifat aerob (memerlukan oksigen untuk hidup). Bila kontak dengan udara bebas,bakteri ini dapat membentuk spora yang dapat tahan sampai puluhan tahun didalam tanah. Masuknya bibit penyakit biasanya melalaui luka atau dari udara yang tercemar bakteri. Pada hewan ternak banyak terjadi pada saat ternak makan rumput. Dun-daun atau ranting yang keras dapatmelukai mulut atau kaki ternak. Bakteri kemudian masuk melalui luka tersebut atau pun melalui makanan yang tercemar bakteri.

Bacillus Anthraxis merupakan salah satu jenis bakteri yang sangat berbahaya, tak heran jika sering digunakan untuk keperluan militer. Serangan senjata biologi seringkali menggunakan bakteri ini. Jepang, Amerika, Rusia pernah menggunakan bakteri ini sebagai senjata, puluhan tahun lalu. Dampak kematian dan kesakitan yang luas dengan harga murah menjadi pilihan bagi beberapa Negara untuk tetap mempertahankannya sampai sekarang

Gejala Klinis pada hewan :

Demam, gelisah, lemah, paha gemetar, nafsu makan hilang dan rubuh.

Keluar darah dari dubur, mulut dan lubang hidung. Darah berwarna merah tua seperti kecap atau ter, agak berbau amis dan busukserta sulit membeku.

Pembengkakan di daerah leher, dada dan sisi lambung, pinggang dan alat kelamin luar.

Kematian dalam waktu singkat tanpa disertai tanda-tanda sebelumnya.

Penangaan anthrax :

Sebelum kasus terjadi sebaiknya semua hewan yang ada didaerah yang selama ini sering terjadi kasus anthrax di vaksinasi

Jika sudah terjadi kasus anthrax :

1.Laporkan secepatnya ke Petugas Peternakan setempat.

2.Dilaksanakan pengujian secara laboratorik untuk kepastian diagnosa penyakit.

3.Hewan/ternak penderita Anthrax dilarang keras disembelih dan harus diisolasi di di kandang sehingga tidak kontak dengan ternak lainnya.

4.Hewan/ternak yang mati akibat Anthrax harus cepat di musnahkan dengan cara dibakar dan dikubur di dalam lubang sedalam 2,5 meter,diberi kapur dan ditimbun kembali dengan tanah.

5.Kandang, peralatan dan bahan lainnya yang tercemar spora atau kuman Anthrax harus didesinfeksi dan dibakar.

6.Vaksinasi Anthrax terhadap hewan rentan di sekitar lokasi tertular Anthrax.

7.Penertiban pemotongan liar di Rumah Pemotongan Hewan(RPH).

8.Pengawasan lalu lintas ternak dan bahan asal hewan.

9.Penutupan daerah oleh Bupati atau Walikota selama 14 hari sampai dengan 3 bulan. (disnak.jabarprov.go.id)

Anthrax pada manusia :

Proses penularan anthrax pada manusia bisa terjadi bila manusia kontak langsung dengan spora anthrax yang ada di dalam tanah, pada tanaman ataupun produk-produk hewan yang terjangkit anthrax. Penularan bisa juga terjadi melalui udara yang mengandung spora anthrax dan Gigitan vektor atau pembawa kuman Anthrax, misalnya lalat piteuk (Tabanus sp.) Tak heran para pekerja di sektor pengolahan kulit atau pejagalan liar pun rentan terhadap serangan penyakit ini.

Tipe Anthrax:

Anthrax Kulit : Kulit biasanya terlihat melepuh seperti luka bakar, disertai deman dan sakit kepala

Antrhax saluran pencernaan : rasa sakit perut yang hebat, mual, muntah, tidak napsu makan, suhu badan meningkat, hematemesis.

Anthrax paru-paru: ditandai dengan gejala lesu,lemah, batuk dan gangguan saluran pernafasan

Antraks meningitis : terjadi bila kuman anythrax telah menyrang otak, sakit kepala hebat, kejang dan penurunan kesaaran biasanya menyertai nya.

PENCEGAHAN

Langkah-langkah preventif sebaiknya dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Membiasakan diri dengan cara hidup bersih dan sehat ,Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, Cuci sayuran atau buah-buahan sebelum dimakan. Hindari kontak langsung dengan bahan makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena antrax, Memasak daging sampai matang sempurna dan Vaksinasi antrax. Pemerintah juga sebaiknya menutup rumah potong hewan tidak resmi yang banyak beroperasi. Pemotongan hewan tanpa pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan sangat rentan menularkan penyakit-penyakit zoonosis.

Kasus-kasus Anthrax biasanya terjadi pada daerah-daerah yang dalam sejarahnya memang pernah mengalami kasus serupa. Spora anthrax dalam tanah bisa hidup selama puluhan tahun. Ketika kasus merebak, semua pihak terlihat sibuk melakukan penanganan, tapi setelah mereda mereka kembali ke kebiasaan semula. Sosialisasi tentang gejala dan penanganan penyakit ini sebenarnya sudah sering dilakukan, tapi kecenderungan masyarakat yang “mudah lupa”, membuat kasus seperti ini selalu terulang. Pemotongan hewan yang mati mendadak kemudian memakannya sudah biasa di masyarakat kita. Ada pameo dikalangan peternak, mereka baru makan daging jika hewan sakit atau mereka yang sakit. Jika mereka sakit, barulah mereka memaksakan diri untuk makan enak, atau jika hewan nya yang sakit barulah disembelih untuk dimakan.

Pemotongan hewan yang terjangkit anthrax merupakan tindakan yang sangat berbahaya, baik bagi manusia maupun bagi lingkungan di sekitar. Darah hewan yang kontak dengan udara akan dengan mudah berubah menjadi spora yang akan menyebar dan mengendap dalam tanah. Bahaya laten yang tersembunyi dalam tanah ini akan keluar meyerang bila lingkungan nya kondusif. Air yang tergenang merupakan lingkungan yang cocok untuk bangkitnya bakteri ini.

Merubah kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah tapi dengan keseriusan dan ketelatenan, suatu saat kita pasti dapat melenyapkan anthrax dari Negara kita.

***Dari berbagai sumber

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: