Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Aslan Z

kata itu energi semesta

Pengobatan Alternatif, Maksudnya?

OPINI | 23 February 2011 | 17:32 Dibaca: 385   Komentar: 5   0

Gerangan apa dibalik menjamurnya praktek pengobatan alternatif ? Keberanian penyedia layanan yang memberi ‘garansi’ sanggup menyembuhkan dan menangani penyakit tertentu dalam jumlah yang tidak sedikit, sanggup menyembuhkan penyakit ini itu tanpa operasi, dijamin sembuh dan sebagainya.

Jujurkah tawaran itu atau hanya bagian ringan dari trik pemasaran, guna meraup keuntungan sebesar mungkin. Rakyat punya hak atas tepat tidaknya lalu lintas tawaran jasa, termasuk tawaran jasa alternatif pengobatan.

Sejumlah alasan pengguna jasa pengobatan alternatif, selain karena telah ‘mencoba’ jasa dokter atau layanan kesehatan lain, atau karena ketakutan untuk menjalani tindakan operasi atau barangkali karena minimnya informasi kesehatan dan pengetahuan yang mereka miliki. Atau mungkin juga upaya kombinasi, menggabungkan upaya medis dengan langkah alternatif. Tergiur oleh iklan dsb. Tidak bisa tidak, negara punya andil untuk menyebarluaskan informasi ke seluruh rakyatnya.

Seyogyanya, kita ingin bertanya, seberapa kuat argumentasi dari penggunaan kata “alternatif”? apakah sekadar agar terlihat beda ? Atau sebentuk perlawanan atas eksistensi dunia medis yang begitu kukuh berakar, lengkap dengan segala pranata pendukung? Atau ada makna di balik itu?

Tokh dari berbagai iklan pengobatan alternatif (beda dengan dokter, tak etis bila beriklan), masyarakat dijejali dengan beragam informasi yang dalam kadar tertentu butuh pendampingan atau advokasi dari pihak YLKI atau lembaga sejenis yang peduli pada hak-hak konsumen. Misalnya, keengganan sejumlah pengobatan alternatif yang transparan dalam metodologi pengobatan, beda misalnya dalam dunia kedokteran, penanganan pasien sepanjang pengetahuan penulis dapat dijelaskan dalam langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam model itu, pasien dapat mempertanyakan bahkan menggugat serangkaian tindakan medis yang dilakukan terhadapnya, untuk ini telah banyak bukti dimana dokter maupun rumah sakit diajukan ke meja pengadilan.

Kini, kita ingin bertanya pada praktek pengobatan alternatif, bila saja masyarakat mempertanyakan seberapa kuat payung hukum yang melindungi, bila terjadi klaim ketidakpuasan atau katakanlah ‘kerugian’ yang ditanggung oleh pasien. Baik sebagai akibat dari informasi yang tak seimbang diterima, maupun akibat dari tindakan tertentu dari prakteknya.

Lalu sejauh mana negara melindungi hak-hak rakyat atas layanan pengobatan alternatif, katakanlah misalnya bila ada komplain terhadap dokter, pasien dapat mengajukan ke Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) dan seterusnya untuk diproses secara internal terlebih dahulu atau kemudian mungkin saja dapat menjadi konflik hukum yang membutuhkan campur tangan pengadilan. Lantas untuk pengobatan Alternatif, mekanisme perlindungan rakyat, seperti apa ? Adakah jaminan bagi praktek sedemikian….?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 5 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 9 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 10 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: