Back to Kompasiana
Artikel

Medis

D-wee

lagi belajar nulis.....

Daging Tumbuh pada Gigi Graham (Polip Pulpa)

OPINI | 23 January 2011 | 17:54 Dibaca: 13907   Komentar: 62   16

Hari ini saya membaca sebuah artikel tentang pengalaman mengerikan mencabut gigi milik Claudy Yusuf. Salah satu kompasioner. Sekilas Claudy menceritakan keadaan giginya yang terinfeksi. Saya kutipkan sedikit penjelasan mengenai keadaan gigi tersebut:

Gigi graham yang dulu sakit berubah menjadi bolong yang sangat besar dan menimbulkan infeksi. Memang tidak terasa sakit tapi cukup mengganggu karena muncul daging ditengah gigi graham yang kadang-kadang berdarah.”

Di sini saya sertakan link lengkap dari tulisan Claudy, tentu sudah dengan izin sang empunya.

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/01/23/pengalaman-mengerikan-mencabut-gigi

Saya menanggapi sedikit komentar dari Om Har yang menyarankan gigi tersebut di tambal saja. Dari kasus yang saya baca, saya simpulkan gigi Claudy Yusuf didiagnosa Pulpitis Kronis Hiperplastik.

12958041922068833339

Kedalaman karies atau gigi berlubang terdiri dari beberapa macam. Mulai dari lubang/karies pada lapisan Email yaitu lapisan paling luar gigi, jika dibiarkan akan semakin dalam dan mencapai lapisan di bawahnya yaitu lapisan Dentin. Awal mula radang terjadi jika lubang sampai pada lapisan ini. Hal ini ditandai dengan adanya rasa ngilu saat lubang kemasukan makanan dan rangsangan manis, asam, dingin. Rasa ngilu berkurang jika rangsang dihilangkan.

Jika terjadi karies/lubang di kedua lapisan tersebut (Email dan Dentin), dipastikan masih bisa dilakukan perawatan penambalan pada gigi tersebut.

Di bawah lapisan dentin ditemui ruangan yang di dalamnya terdiri dari pembuluh darah, kelenjar getah bening dan pembuluh saraf, yang disebut Ruang pulpa (Ruang saraf). Jika kedalaman lubang/karies gigi mencapai bagian ini, akan mengalami rasa sakit yang amat hebat, menetap, tajam dan spontan. Cekot -cekot pada malam hari hingga ke kepala dan menggangu tidur.

Jika lubang/karies itu dibiarkan tanpa perawatan, daya tahan tubuh akan membentuk antibodi atau disebut pertahanan diri. Bila berlanjut dalam kurun waktu lama, maka akan terjadi Pulpitis kronis Hiperplastik. Biasa disebut juga polip pulpa. Itu ditandai dengan ditemukannya tonjolan jaringan granulomatosa yang keluar dari ruang pulpa.

1295804673231760778

Jaringan tersebut merupakan produk dari radang pulpa yang berasal dari pertambahan jumlah sel ataupun pembesaran sel-sel pulpa yang berlangsung lama dan di dukung vaskularisasi jaringan pulpa. Mudah berdarah dan biasanya terasa sakit jika tertekan oleh makanan.

Pemberian analgesik dan antibotik merupakan bentuk perawatan awal untuk menghilangkan faktor penyebab. Lalu, dilanjutkan dengan perawatan saluran akar (pulpektomy), yaitu dengan membersihkan dan menganggat jaringan tersebut.

Butuh waktu dan kesediaan pasien untuk datang berkali kali dalam perawatan ini. Disarankan lebih baik dilakukan pencabutan. Sebab dalam kasus ini,  biasanya infeksi sudah berlangsung lama.

d-wee

*sekedar berbagi saja….^_^

**gambar pinjem om google

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 11 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: