Artikel

Medis

Dr. Mohamad Abdul Qodir

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Be together, share my joy and sorrow, understand each other, provide space to each other, but always be there for each others need. And surely love will blossom to strengthen my relationship with my matter of affection.

Mengenal Kanker Payudara


ENG | 03 December 2010 | 17:51 Dibaca: 452   Komentar: 4   Nihil

EPIDEMIOLOGI

Kanker payudara ditemukan satu juta kasus tiap tahunnya. Dimana pada wanita kasus ini ditemukan paling banyak (18 %) dan disusul oleh kanker serviks uteri ( 15 % ). Selain itu kanker payudara adalah penyebab kematian terbanyak pada wanita usia 40 - 50 tahun.

ANATOMI PAYUDARA1291368940452732218

Breast Profile :

A : Ducts

B : Lobules

C : Dilated section of duct to hold milk

D : Nipple

E : Fat

F : Pectoralis major muscle

Enlargement :

A : Normal duct cell

B : Basement membrane

C : Lumen ( center of duct )

TANDA & GEJALANYA

Tanda kanker payudara umumnya ditemukan benjolan dipayudara, perhatikan pembuluh darah vena anda apakah semakin terlihat. Disamping itu bisa ditemukan bisul atau ruam pada kulit payudara anda. Selain itu rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk sering dijumpai. Terlihat pula puting susu akan melesak atau tertarik kedalam (inverted nipple). Disertai dengan keluarnya cairan berupa darah atau cairan lengket. Kulit sekitar puting seperti bersisik, dijumpai adanya lesung pada payudara dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak.

FAKTOR RESIKO YANG DAPAT DIHINDARKAN

1. BERAT BADAN

Memiliki berat badan diatas batas normal dapat memicu atau menambah resiko terkena kanker payudara terlebih bagi wanita yang telah mengalami masa menapouse. Jaringan lemak merupakan sumber dari produksi estrogen setelah tubuh mengalami menapouse. Sehingga semakin tinggi jaringan lemak, akan memperbanyak produksi hormon estrogen seseorang dalam hal ini wanita sehingga dapat memicu timbulnya kanker payudara.

Satu hal yang klise namun sangat optimal dan selalu berpasangan dengan kata-kata ‘berat badan’ adalah berolahraga. Dengan olah raga berarti melatih tubuh anda secara rutin menjadi lebih kuat dan sehat. Sehingga jawaban dari faktor resiko berat badan ini dapat dikendalikan dengan berolah raga. Setidaknya 45-60 menit tiap 2-3x seminggu.

2. MENU

Pemilihan menu makanan menjadi hal utama dan sangat penting untuk diperhitungkan sebagai upaya pencegahan Kanker Payudara. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak makanan berkolesterol dan berlemak dapat menjadi salah satu pemicu terkena Kanker, dan terdapat beberapa studi yang menyatakan bahwa daging merah/olahan dapat memicu Kanker Payudara.

Sehingga ada baiknya bagi anda, sedini mungkin mengkontrol dan menelaah kembali makanan yang tersaji di depan anda. Tidak perlu rumit-rumit, anda hanya perlu membatasi diri hingga tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan berlemak, termasuk makanan yang mengandung susu, keju, atau pun sejenis es krim.

3. KONSUMSI ALKOHOL

Alkohol dapat mengganggu fungsi hati anda dalam mengendalikan tingkat darah dalam pertumbuhan homon estrogen. Sehingga, mengkonsumsi alkohol bukanlah pilihan bijak bagi tubuh anda, hati anda dan kesehatan anda untuk dapat terhindar dari permasalahan Kanker Payudara.

4. KADAR ESTROGEN

Sel payudara tumbuh, baik normal maupun abnormal,  karena adanya stimulasi hormon estrogen, dibawah ini merupakan faktor risiko menyangkut kadar estrogen yang masih dapat anda kendalikan, adalah dengan membatasi dan mengurangi serta cegah: Penggunaan obat-obatan hormonal, Kelebihan berat badan , Konsumsi alkohol.

5. MEROKOK

Wanita yang memiliki kebiasaan merokok di usia muda dan belum pernah mengandung anak pertama, memiliki resiko 20% lebih tinggi menderita kanker payudara dibandingkan wanita yang baru mulai merokok setelah memiliki anak pertama atau tidak merokok sama sekali, dilaporkan oleh Mayo Clinic Proceeding dari suatu hasil studi.

FAKTOR RESIKO DILUAR KENDALI

1. JENIS KELAMIN

Rata-rata Kanker Payudara terjadi pada wanita. Namun, hal ini bukan berarti pria tidak memiliki risiko terhadap Kanker Payudara. Sel payudara pada wanita secara konstan berubah-ubah, dipengaruhi oleh hormone estrogen dan progesterone, sehingga wanita menjadi lebih rentan terhadap Kanker Payudara daripada pria.

2. UMUR

Akhir-akhir ini usia dari penderita Kanker ditemukan dalam usia yang semakin muda. Tetapi kebanyakan di umur 30-39 tahun dengan risiko 43%, sedangkan untuk umur 60 tahunan faktor risiko 4%.

3. RIWAYAT KELUARGA

Keluarga dekat seperti ibu, anak atau pun saudara kandung yang telah menghadapi Kanker Payudara juga menjadi salah satu faktor risiko, karena gen atau sel yang dimiliki sama. Prof. Sun menambahkan untuk faktor keturunan hanya berpengaruh sebanyak 15%. ”Harap diingat, yang ditularkan bukan Kankernya, tetapi sifat kemudahan untuk terkena Kanker ini yang lebih besar,” jelasnya.

4. KADAR ESTROGEN

Seperti yang telah diungkapkan di atas, bahwa hormon estrogen menstimulasi pertumbuhan sel payudara. Berikut beberapa faktor risiko menyangkut kadar estrogen diluar kendali kita: Mulainya menstruasi terlalu cepat (sebelum umur 12 tahun), Menopause dini (setelah umur 55 tahun), Terpapar estrogen dari lingkungan sekitar, seperti contohnya hormon yang ada di daging atau pestisida seperti contohnya DDT yang dapat menghasilkan substansi menyerupai estrogen ketika diolah oleh tubuh.

5. KEHAMILAN DAN MENYUSUI

Wanita yang pernah hamil dan menjalani pemberian ASI kepada anaknya dapat mengurangi faktor risiko terkena Kanker Payudara. Namun, bagi wanita yang belum pernah mengandung atau mengandung untuk pertama kalinya di atas umur 30 tahun memiliki risiko lebih besar terkena Kanker Payudara. Ibu yang menyusui dianjurkan melanjutkan ASI kepada anaknya sampai 1,5-2 tahun karena dapat mengurangi faktor risiko.

5. MEROKOK

Wanita yang memiliki kebiasaan merokok di usia muda dan belum pernah mengandung anak pertama, memiliki resiko 20% lebih tinggi menderita kanker payudara dibandingkan wanita yang baru mulai merokok setelah memiliki anak pertama atau tidak merokok sama sekali, dilaporkan oleh Mayo Clinic Proceeding dari suatu hasil studi.

PEMERIKSAAN PAYUDARA1291370599992577534PEMERIKSAAN SARARI

1. Inspeksi atau melihat/mengamati. Berdiri di depan cermin, kedua tangan menggantung di sisi tubuh, kemudian mengangkat kedua tangan ke atas dan berkacak pinggang (busungkan dada). Lihat bentuk payudara dari depan, samping kanan dan kiri.

2. Palpasi atau meraba. Raba daerah ketiak (kelenjar puting dan seluruh bagian payudara melingkar dari luar ke dalam menggunakan jari 2, 3 dan 4.

3. Menekan dari arah luar ke arah puting untuk mengetahui adakah cairan yang keluar.

12913707861439683486Mulailah dengan melihat payudara anda di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang.

Inilah yang mesti dicari:

1. Apakah payudara anda memiliki ukuran, bentuk, dan warna seperti biasanya, kita harus curiga apabila payudara memiliki besar yang tidak sama atau asimetris ? Penampakan payudara rata tanpa terlihat distorsi atau bengkak.

2. Dimpling (permukaan tertarik/cekung), puckering (kerutan), atau bengkak pada kulit ?

3. Puting susu berubah posisi atau tertarik (terdorong dan tertarik ke dalam) ?

4. Kemerahan, rasa nyeri, ruam, atau pembengkakan.

Jika Anda melihat perubahan berikut, bawalah ke dokter untuk diperiksa.

1291372782185303097Langkah 2: Angkat lengan dan cari perubahan yang sama.

1291372886194198851Langkah 3: Ketika di depan cermin cari tanda-tanda apapun cairan yang keluar/berasal dari salah satu atau kedua putting susu (ini bisa jadi cairan seperti susu, kuning atau darah).

Langkah 4: Selanjutnya, periksa payudara anda sementara berbaring, gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Palpasi dilakukan dengan perlahan, sentuhan lembut dengan ujung jari tangan secara bersamaan. Lakukan melingkar setiap bagian payudara.

Tekan seluruh payudara dari atas ke bawah, dari satu sisi ke sisi lain – dari bagian atas ke arah perut, dan dari ketiak ke tengah.

Mengikuti pola tersebut. Anda dapat mulai memeriksa puting susu, bergerak ke bagian yang lebih besar dan lebih besar hingga mencapai tepi luar dari payudara. Anda juga dapat memindahkan jari-jari anda secara vertikal ke atas dan ke bawah. Pastikan untuk merasakan semua jaringan dari depan sampai belakang payudara: untuk kulit dan jaringan di bawahnya, gunakan tekanan ringan. Sedangkan untuk jaringan yang lebih dalam gunakan tekanan yang kuat.

12913730121951138898Langkah 5: Rasakan payudara anda sambil berdiri atau duduk. Banyak wanita yang menemukan cara yang mudah untuk memeriksa payudara mereka yaitu ketika kulit mereka basah dan licin dengan melakukan langkah ini di shower (sementara mandi). Menekan seluruh payudara melakukan gerakan tangan yang sama seperti dijelaskan pada Langkah 4.

JENIS KANKER PAYUDARA

1. Penyakit Paget : Adalah keganasn sepanjang ductus (saluran) pada puting yang berasal dari kanker intraductural bagian dalam yang bergerak menuju ke atas. Sel-sel paget menginvasi epidermis puting, menimbulkan krusta, dan tampak seperti eksim. Kanker yang terlatak di bagian dlam mungkin tidak teraba.

2. Karsinoma inflamasi : Adalah tumor yang tumbuh dengan cepat. Gejala-gejalanya mirip dengan infeksi payudara akut. Kulit menjadi merah, panas, edematosa dan nyeri. Karsinoma ini menginvasi kulit dan jaringan limfe. Karsinoma payudara bermetastasis dengan peyebaran langsung ke jaringan sekitarnya, dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.

Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan di payudara. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak, tetapi kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan di sekitarnya.

Bila tumor telah besar, perlekatan lebih jelas. Konsistensi kelainan ganas biasanya keras. Selain itu dapat juga terasa sakit, keluar cairan berupa darah dari puting susu, timbulnya kelainan kulit di daerah payudara seperti kulit jeruk, adanya eksim, retraksi puting (puting masuk ke dalam), pembesaran kelenjar getah bening atau tanda-tanda penyebaran kanker yang jauh.

STADIUM KANKER PAYUDARA

Stadium I : diameter kurang dari 2 cm

Stadium II : diameter 2-5 cm, atau tumor yang lebih kecil, dan secara klinis melibatkan kelenjar limfe aksila yang kecil dan dapat digerakkan.

Stadium III A : tumor dengan diameter 5 cm dengan pembesaran kelenjar limfe aksila, melekat satu dengan yang lain atau pada jaringan yang berdekatan.

Stadium III B : melibatkan kulit, terjadi edema, ulserasi, nodula satelit, melekat pada dinding dada, metastasis kelenjar limfe supraklavikular atau intraklavikular, edema lengan ipsilateral, kanker mengalami inflamasi.

Stadium IV : sudah terjadi metastasis yang jauh.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: