
Menulis itu lebih dari sekedar menyenangkan, karena juga mendorong keinginan membaca. Cara yang paling konvensional adalah menulis yang benar benar kita ketahui, tetapi menulis untuk sesuatu yang tidak seluruhnya kita ketahui juga bisa menjadi asyik, karena segera mengetahui dari pembaca kita, betapa bodoh dan dangkalnya kita dan ahirnya mendorong untuk lebih tahu. Saya menyenangi perjalanan jauh, olah raga, fotografi, nanam sayur dan mendorong kiat hidup sehat.
Dibaca: 1117
Komentar: 91
4 dari 4 Kompasianer menilai bermanfaat

Menyambut Hari Diabetes sedunia yang jatuh pada 14 Nopember yang lalu, ternyata hanya dirayakan dengan makan obat anti Diabetes bagi para pasien2 nya. Koran terkemuka dan majalah mengisi lembaran iklan dengan segala rupa jenis obat penurun kadar gula hingga supplemen yang diyakini dapat menjinakkan kadar gula yang meningkat didalam badan. Tak lupa pabrik obat ini didalam iklannya turut menyumbang bagi korban Tsunami di mentawai dan Gunung Berapi di Jogya.
Indonesia pada tahun ini memiliki lebih dari 8 Juta penderita dan menurut ahli kesehatan, pada tahun 2030, atau 20 tahun lagi akan diidap oleh 30 Juta penderita. Kenaikan yang siknifikan yaitu hampir 400%, tanpa ada saran untuk melakukan sesuatu yang fundamental. Angka kenaikan ini sendiri bisa bisa masih angka yang konservatif, karena kenaikan Diabetes diseluruh dunia pada 20 tahun terakhir ternyata adalah 760%. Ini juga berarti bahwa sekarang ini 1 dari 3 anak memiliki kecenderungan untuk mengidap Diabetes atau setidaknya menjadi kegemukan Obese.
Ini adalah penyakit gaya hidup dimana orang tidak dapat membatasi dirinya untuk makan carbohidrat, gula, softdrinks [minuman ringan dan umumnya bersoda], junk food [makanan cepat saji], process food [makanan olahan]. Sebagai pemicau tambahan, Diabetes diperburuk oleh konsumsi alcohol, rokok, caffeine dan soda. Tidak semua pihak sepakat bahwa Diabetes [type-2] disebabkan karena kebanyakan asupan carbohidrat dan gula. Tidak semua pihak juga bersepakat bahwa ini adalah masalah gaya hidup. Penyakit ini hanya termasuk dalam skala menengah bila melihat kecepatannya dalam merengut nyawa. Umumnya pasien masih dapat bertahan lama, terutama kalau ia punya uang. Karena itu tidak terlalu ditakuti terutama bila anda masih dalam keadaan sehat.
Sekedar mengingatkan, Diabetes Tipe-1 adalah keadaan dimana pancreas memang tidak menghasilkan insulin, sedangkan Tipe-2 [yang merupakan mayoritas penderita] dimana insulin yang dihasilkan tidak dapat diproses oleh sel tubuh. Obat kedokteran yang diberikan umumnya Insulin untuk tipe-1 sedangkan untuk tipe-2 terdiri dari berbagai macam seperti sulfonylureas, meglitinides, Biguanides, Amylin, dll, dengan merek yang akrab ditelinga seperti diamicron, amaryl, metformin, glucophage, glucotrol, dll. Ada lebih dari 100 macam merk yang tersedia dipasar. Obat2 ini, terutama untuk tipe-2 digunakan untuk meningkatkan produksi insulin oleh pancreas. Pada saatnya pancreas tadi tidak dapat dipaksa lagi dan akhirnya produksi menurun secara drastis dan akhirnya penderita harus diberikan insulin langsung sebagai suntikan. Cara pengobatan seperti ini mengakibatkan kerusakan organ terutama ginjal, hati, paru2, mata dan jantung. Untuk lelaki juga mengakibatkan impotensi. Bisnis obat Diabetes merupakan salah satu angka tertinggi di dunia dan menghabiskan lebih dari 100 Triliun rupiah setiap tahunnya. Selain penjualan obat, hasil sampingan terbesar “ditampung” oleh bisnis pengobatan ginjal, karena penderita diabetes sering terdampar sebagai pasien cuci darah dan transplantasi ginjal, juga menjadi bisnis penyakit jantung dan liver. Banyak ahli berpendapat bahwa pengobatan dengan cara ini lebih banyak mudaratnya daripada gunanya.
Umumnya dokter berusaha keras untuk “membantu” penderita untuk dapat hidup “bersama” penyakit diabetes nya dengan baik dengan memberikan obat anti diabetes tadi. Penyakit ini sudah memiliki konotasi “tidak akan bisa sembuh” dan para penderita harus memakan obat seumur hidupnya dan berusaha untuk hidup bersama penyakitnya ini. Sangat sedikit atau hampir tidak ada dokter yang berusaha meyakinkan penderita bahwa mereka dapat sembuh total sama sekali dan ini juga dapat dilakukan tanpa obat. Anjuran agar melakukan diet dan olahraga dikatakan sepintas lalu dan sekenanya saja sehingga selalu tidak pernah ditanggapi dengan serius oleh para penderita.
Artikel ini tidak akan berusaha untuk memberikan resep atau terapi bagaimana cara untuk menyembuhkan penyakit Diabetes. Masalahnya bukan pada cara penyembuhan, namun apakah anda mau disembuhkan dari penyakit ini?? Bila anda mau, perlu ditanya dengan serius apakah anda mau merubah cara hidup anda, cara makan anda? Ada salah satu terapi yang menyuruh penderita untuk makan makanan mentah selama 30 hari dan tidak mengonsumsi telur, susu, daging, alcohol, gula, kopi, teh selama masa yang pendek itu dan ternyata dapat mengembalikan gula darah kembali ke batas normal. Hanya 30 hari saja dan apakah anda mau melakukannya? Seorang pasien diabetes mengatakan dengan lantang bahwa “lebih baik hidup 50 tahun tanpa harus dibatasi ini dan itu, daripada hidup 70 tahun dengan berpantang ini dan itu”. Pasien tadi jujur mengemukakan pendapatnya dan ia membuat pilihan secara sadar. Namun mayoritas penderita yang lain tidak memberi sikap yang jelas dan kelihatannya mau semuanya”mau hidup lama dan jangan disuruh merubah gaya hidup…” Enak bener ya…..
Ada berbagai cara natural tanpa obat2an kimia yang dapat mengobati penyakit ini. Anda hanya perlu browsing beberapa menit saja untuk mengetahuinya. Namun hal ini tidak pernah atau jarang dilakukan, karena penderita tidak mempunyai kekuatan dan keinginan batin secara kuat untuk melakukannya. Nanti pada saat ginjal perlu dicuci, jantung perlu diberi pace maker, kaki dan tangan sudah diamputasi maka penyesalan2 baru terucapkan dan semuanya telah terlambat. Sebaliknya para pemilik pabrik obat dan semua yang terlibat didalam industri kesehatan akan pergi melancong atau membeli mobil baru menggunakan uang anda.
Ada apa dengan judul diatas? Saya sekedar bermimpi seorang pasien datang dengan keluhan Diabetes kepada dokter. Dokter tadi memberi saran seperti ini “Diabetes itu tidak dapat kami sembuhkan ……… anda harus menyembuhkannya sendiri”.