Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Abuzaid Alghifari

dokter yang belajar menulis

Tangan Jalur Utama Masuk Kuman Ke Tubuh

OPINI | 21 October 2010 | 00:01 Dibaca: 745   Komentar: 1   1

Tidak bisa dipungkiri bahwa kuman selalu ada disekitar kita dan kita tidak mungkin dapat menghilangkan semua kuman tersebut. Saat kita tidur, kita tidak sadar apa yang kita pegang. Saat ke kamar mandi dan buang airĀ  besar kita bersinggungan dengan kuman yang ada dalam tinja. Saat berangkat kerja kita temukan kuman ada dalam handle mobil, taksi, pegangan di bus, di kereta api. Sampai tempat kerja kita bersalaman dengan orang-orang. Dan masih banyak lagi.
Menurut penelitian bahwa 80 % penyakit ditularkan melalui kontak manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Termasuk virus, telur cacing, bakteri, protozoa dan lain-lain. Setelah diteliti melalui pembiakan kuman, bahwa apa yang kita pegang seperti eskalator di mall ternyata mengandung kuman yang banyak. Mungkin orang yang memegang eskalator sebelumnnya kurang bersih saat mencuci tangan setelah buang air. Secara umum kuman tersebut tidak berbahaya bagi orang normal, Tetapi ketika ada sedikit saja bagian tinja maka berpeluang menimbulkan bahaya. Seperti virus, salmonela atau shigela penyebab diare dan thypus atau bahkan hepatitis A.
Berapa banyak kuman yang ada di tangan kita. Riset dari Mayo Clinic mengatakan bahwa jumlah kuman yang ada pada tangan kita lebih dari 50 ribu per inch2 luas permukaan tangan. Dengan cuci tangan pakai sabunpun kuman masih ada ditangan kita, tapi kuman yang tersisa besifat komensal dan tidak menimbulkan penyakit

Bagaimana kita mengurangi tertular penyakit tersebut, yaitu dengan Cuci Tangan Pakai Sabun. Cuci tangan pakai sabun dilakukan pada saat :

  1. Sebelum menyiapkan makanan atau sebelum makan
  2. Sebelum menyuapi anak
  3. Sesudah buang air besar dan kecil
  4. Sesudah menceboki bayi
  5. Sesudah bersin, membuang ingus , setelah pulang dari bepergian
  6. Sesudah bermain, memberi makan atau memegang binatang
  7. Sesudah memeriksa atau melakukan tindakan kepada orang yang sakit (bagi tenaga kesehatan)

Bagaimana mencuci tangan dengan sabun yang benar?

  1. Cuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, Tidak harus menggunakan sabun anti bakteri, sabun biasa sudah cukup. Lebih disarankan sabun yang berbentuk cairan.
  2. Gosok tangan sedikitnya selama 20 detik
  3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari dan kuku.
  4. Basuh tangan dengan air yang mengalir sampai bersih
  5. Keringkan dengan handuk bersih atau alat pengering yang lain
  6. Gunakan tisu atau handuk sebagai penghalang ketika mematikan kran air

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kedua tangan kita merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit kedalam tubuh. Sebab tangan adalah anggota tubuh yang langsung berhubungan dengan mulut dan hidung. Penyakit yang berbungan dengan tangan yang kotor adalah diare, kolera, cacingan, ISPA, flu dan Hepatitis A. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 bahwa penyebab terbesar meninggalnya balita dan anak-anak adalah diare dan ISPA. Para ahli berpendapat perilaku yang kecil dan tampak sepele seperti mencuci tangan pakai sabun terbukti mengurangi angka kematian akibat diare sampai 50 %. Baca juga artikel sebelumnya tentang penyakit akibat tangan yang kotor

Diolah dari berbagai sumber

Ditulis dalam rangka hari cuci tangan pakai sabun sedunia 15 oktober 2010

Cuci tangan yang benar dapat dilihat di youtube

Semoga bermanfaat….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 8 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 9 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 11 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sikap Pabowo Terhadap Ahok & Bu Mega …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

GP Singarpura, Hamilton Luar Biasa Rosberg …

Hery | 7 jam lalu

Menguak Misteri Gua Jepang di Malang …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Bahaya Bateri Bekas …

Pan Bhiandra | 8 jam lalu

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: