Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Ichaeva Sinaga

saya mahasiswwa keperawatan UNDIP

Persepsi Masyarakat tentang Perawat

OPINI | 11 October 2010 | 12:00 Dibaca: 1972   Komentar: 3   1

Selama ini profesi perawat memiliki persepsi berbeda dikalangan masyarakat. Banyak masyarakat sekarang ini menganggap bahwa perawat hanyalah sekedar pembantu dokter,yang tanpa dokter perawat tidak dapat melakukan tugasnya dengan sempurna, anggapan ini telah menjadi penilaian utama terhadap profesi seorang perawat. Akibatnya banyak masyarakat yang menganggap bahwa profesi seorang perawat itu rendah.

Khususnya di Indonesia pandangan terhadap profesi perawat masih belum mendapat anggapan positf , anggapan masyarakat masih keliru tentang profesi seorang perawat. Di mata sebagian masyarakat perawat masih sering dinilai tidak memiliki ilmu dan tidak mandiri. Mungkin karena tinggkat pendidikan seorang perawat yang kebanyakan hanya sampai akademi atau dengan kata lain hanya sampai D3 saja. Dengan begitu ilmu mereka kurang dan derajat mereka dengan rekan kerja pun lebih rendah. Maka dari itu profesi seorang perawat pun disepelekan. Anggapan ini masih belum bisa di hapus dari benak masyarakat ketika melihat pekerjaan seorang perawat di rumah sakit.

Selai itu penilaian semacam ini dapat disebabkan oleh ketidak tahuan masyarakat akan tugas seorang perawat. Tugas perawat yang langsung bersentuhan dengan pasien memengaruhi gambaran perawat secara keseluruhan. Segala kebutuhan pasien di rumah sakit dengan tingkat ketergantungan yang tinggi sangat membutuhkan bantuan perawat . Masyarakat sering melihat profesi perawat dalam kehidupan pasien sehar-hari, seperti ketika pasien mau makan, minum, mandi, buang air besar maupun kecil. Melihat tugas keseharian perawat seperti inilah yang membentuk pandangan masyarakat akan tugas seorang perawat tidak lebih dari seorang pembantu.

Jika dikaji lebih dalam sebenarnya tanggung jawab seorang perawat itu sangat besar, di balik tugasnya yang harus memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat seorang perawat juga berperan dalam kesembuhan pasien. Bila perawat yang menangani pasien tidak profesianal maka pemenuhan kebutuhan kesehatan pasien pun akan terganggu. Obat yang bagu8us dan dokter yang hebat pun akan tidak berpengaruh jika perawatnya salah. Jadi peran perawat sangat besar dalam proses penyembuhan seorang pasien. Tanpa kita sadari, perawat sebenernya mengemban tugas yang berat. Mereka harus bisa menjadi seperti seorang dokter, apoteker, psikiater, psikolog bahkan teman yang dapat menjadi tempat curhat bagi pasien. Hal itu karena perawat memang harus memeriksa atau mendiagnosa, menyarankan obat, menjadi tempat curhat, memberi nasehat pada pasien, menemani pasien, bahkan hingga menjadi tempat pelampiasan pasien yang marah. Seorang perawat sering menjadi tempat pelampiasan kemarahyan pasien, hal ini bisa terjadi ketika seorang pasien mengalami gangguan kejiwaan atau ketika pasien didiagnosa oleh seorang dokter mengidap penyakit tertentu, tentu pasien shock ketika mendengar berita tersebut. Dalam situasi seperti ini peran perawat sangat dibutuhkan terlebih-lebih untuk penenangan jiwa pasien.

Selain itu peran perawat juga dapat dilihat ketika soerang pasien yang sedang putus asa. Walaupun dokter mengatakan dia baik-baik saja, tapi pasien tersebut tetap merasa bahwa dia sakit. Hal yang seperti ini dapat dirawat agar perasaan itu tidak ada lagi. Selain tugas seorang psikiater dan psikolog, di sini perawat juga dapat berperan untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien tersebut agar menjadi sehat seutuhnya atau dengan kata lain sehat jasmani dan rohani. Bahkan, orang yang sudah divonis mati pun harus tetap dilayani oleh perawat untuk memenuhi kebutuhannya agar tetap semangat dan bisa meninggal dengan keadaan damai. Karena di sini, tugas dokter hanya memeriksa biologisnya saja, atau seorang psikolog hanya dari psikologinya saja. Tapi bagi perawat, belum tentu orang sehat dibilang sehat bila orang tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya. Hal ini sesuai dengan prinsip perawat yang harus mendiagnosa pasien dilihat dari biologisnya, sosialnya, psikologisnya, dan spiritualnya.

Dengan kata lain, perawat adalah petugas medis yang memang paling banyak jasanya dalam menjalankan tugas-tugasnya. Tanpa panggilan jiwa, seorang perawat akan sulit melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal inilah yang menjadikan pandangan tentang perawat kurang bagus di masyarakat. Jadi, berpikirlah dua kali bila anda berpikiran jelek terhadap perawat, karena dibalik semua itu, mereka mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam pelayanan kesehatan.

oleh: mahasiswa keperawatan undip

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menengok Harga BBM dan Cara …

Tjiptadinata Effend... | | 28 August 2014 | 18:04

BBM Menguji Dua Kapasitas Kepemimpinan …

Jusman Dalle | | 28 August 2014 | 15:41

Foto Dicuri, Om Dedes Descodes Ngetop …

Widianto.h Didiet | | 28 August 2014 | 17:02

Masih Soal Final Piala Dunia 2014 …

Ahmad Khadafi | | 28 August 2014 | 16:28

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 3 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 3 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 6 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Dari hati,untuk Pak Jokowi …

#savegazaforhumanit... | 8 jam lalu

Kisah Guru Biologi yang Mengaji di Depan …

Kusnandar Putra | 8 jam lalu

Angsa Merah Jambu …

Irfan Akbar | 8 jam lalu

Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia …

Kania Yunita | 8 jam lalu

Belajar Berbahasa Secara Santun …

El Mahvudd | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: