Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Ganyong

Orang yang telah mencapai batas rata-rata usia harapan hidup, namun tetap sehat dan bugar karena selengkapnya

Berbagai Buah dan Sayur untuk Mengendalikan Hipertensi dan Penyakit Cardiovascular

OPINI | 08 September 2010 | 05:16 Dibaca: 6110   Komentar: 2   0

Berikut adalah berbagai temuan hasil penelitian tentang berbagai buah, sayur serta bahan lain yang bermanfaat untuk mengendalikan hipertensi dan penyakit kardio vascular lainnya, yang saya sarikan dari berbagai sumber.

  • Anggur, di dalam buah anggur (terutama anggur merah) terdapat kalium yang dapat menekan natrium (garam) berlebih.

“Karena itu penderita hipertensi harus banyak mengkonsumsi kalium,” kata Ahli Kesehatan Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan “Hipertensi itu antara lain terjadi karena kebanyakan natrium. Saat kita kencing terjadi pembuangan natrium. Natrium berlebih menyebabkan ketidakmampuan ginjal dalam mengeluarkan natrium sehingga mengganggu aliran darah dan berujung pada hipertensi.”

  • Bawang Putih Sehatkan Jantung . Professor Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, yang menyimpulkan melalui hasil riset pendahuluan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B-12, asam folat, vitamin B-6 dan L-arginine mampu menghambat terjadinya aterosklerosis, penyempitan pembuluh darah.
  • Cincau Hijau Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966 oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah mengkonsumsi cincau yaitu: daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.

Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. Dengan demikian bilamana cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram, sehingga bisa membantu memerangi penyakit degenera tif, seperti jantung koroner.

  • Kurma, Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardiansyah MS, mengatakan, kurma kaya akan kandungan kalium. Zat ini mampu menekan natrium (garam) berlebih yang biasa dialami penderita hipertensi.
    Untuk mencukupi kalium dalam sehari, kita cukup mengonsumsi kurma sebanyak 5 buah saja. Dengan konsumsi itu, selain kebutuhan kalium terpenuhi juga dapat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.
  • Leci, Menurut Prof DR Made Astawan MS, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, kelebihan buah leci adalah : komposisi perbandingan kandungan mineral buah leci, antara potasium (K) dan sodium (Na) yang sangat tinggi, yaitu 171:1. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena makanan olahan yang kita konsumsi sehari-hari umumnya mengandung Na tinggi, tetapi sangat rendah K. akibat pemakaian garam dapur dan MSG (penyedap rasa) yang berlebihan.

Hal tersebutlah yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penderita hipertensi di Indonesia.
Kalium (disebut juga sebagai potasium) sangat berperan penting dalam meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Alpukat, Prof DR Made Astawan MS, juga menyebutkan, bahwa Alpukat mengandung asam oleat, salah satu komponen dalam lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Sebuah penelitian dilakukan terhadap mereka yang kadar kolesterolnya cukup tinggi. Setelah tujuh hari diet yang memasukkan alpukat, mereka mengalami penurunan kolesterol total dan LDL secara bermakna, sementara kolesterol baik HDL naik 11 persen.
    Selain asam lemak tak jenuh, alpukat juga menjadi sumber baik untuk potasium atau kalium, mineral yang membantu mengatur tekanan darah. Kandungan potasium pada alpukat lebih tinggi daripada pisang berukuran sedang. Asupan potasium yang adekuat dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
    Nutrisi lain yang terdapat pada alpukat adalah folat. Untuk menentukan hubungan antara asupan folat dan penyakit jantung, para peneliti menyertakan lebih dari 80.000 wanita selama 14 tahun dengan menggunakan kuesioner diet. Dijumpai bahwa perempuan yang mengonsumsi diet folat lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah 55 persen untuk mengalami sakit jantung atau penyakit jantung yang fatal.
    Penelitian lainnya menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi makanan kaya folat berisiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular atau stroke dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi nutrisi penting ini.

  • Jambu biji, Jambu biji kaya serat, khususnya pektin (serat larut air). Manfaat pektin antara lain menurunkan kolesterol dengan cara mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh serta membantu mengeluarkannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research Center Morrabad, India, menunjukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah pada penderita hipertensi.

Kalium yang terkandung pada buah ini berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel tubuh, serta menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurut penelitian, memakan jambu biji 0,5-1 kg/hari selama empat minggu, risiko terkena sakit jantung dapat berkurang hingga 16 %.

· Labu Siam, minum air perasan labu siam yang diparut, mempunyai efek melancarkan pengeluaran air seni. Pengeluaran kencing yang lancar berarti juga pengeluaran garam dalam tubuh yang berlebih, sehingga menurunkan hipertensi. Manfaat serupa juga dapat diperoleh dari daun seledri

  • APEL Zat antioksidan yang tinggi di dalamnya dinilai efektif melawan “kolesterol jahat” atau LDL (low density lipoprotein) dalam tubuh, dan pada waktu yang sama juga membantu meningkatkan “kolesterol baik” atau HDL (high density lipoprotein). Kandungan serat yang tinggi dalam apel dapat mengurangi penyerapan lemak dalam makanan, menunda rasa lapar, sehingga sangat membantu menurunkan berat badan. Padahal kita tahu, obesitas karena kelebihan lemak dalam tubuh, merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardio vaskular.
  • Buah berwarna merah tua /ungu, Buah dan sayur yang berwarna ini mengandung antioksidan yang menghambat terbentuknya gumpalan pembuluh darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Misalnya, terong ungu, apel merah, anggur merah dan ungu, pir merah, cabai merah, ceri, blackberry, blueberry, plum.

Sedangkan buah berwarna Kuning, kaya kandungan kalium, yang bermanfaat mencegah stroke dan jantung koroner, serta mencegah katarak. Banyak terdapat pada belimbing, nanas, pisang, belimbing buah, dan belimbing sayur.

Demikian antara lain, beberapa khasiat buah dan sayur (disamping kemungkinan masih ada jenis buah dan sayur lain) yang bermanfaat untuk menghindari gangguan hipertensi dan kardio vascular. Pada dasarnya kandungan serat yang tinggi pada sayur dan buah, bila menjadi konsumsi sehari hari akan membantu membatasi penyerapan lemak dari makanan, melancarkan metabolisme pencernaan, sehingga terhindar dari penumpukan lemak berlebih yang membahayakan pembuluh darah.

Yang perlu diingat, mengendalikan penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular, dasar utamanya adalah menata pola hidup yang sehat, terutama mengatur pola makan dan olahraga, dan pada tahap tertentu penyakit itu tentu perlu pengobatan dengan obat-obat farmasi yang tepat. Jadi konsumsi berbagai buah/sayur/makanan/minuman yang memang punya khasiat terhadap pengendalian, tetap harus disertai pelaksanaan pola hidup sehat. ***********

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 5 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: