Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Ganyong

Orang yang telah mencapai batas rata-rata usia harapan hidup, namun tetap sehat dan bugar karena selengkapnya

Pegel Linu, Lemah Lesu? Senam Obatnya !

OPINI | 28 July 2010 | 08:28 Dibaca: 1062   Komentar: 2   0

Keluhan tentang rasa pegel linu, lemah lesu seluruh tubuh, merupakan keluhan yang sering kita dengar, terutama mereka yang menginjak usia lanjut.

Dan setiap keluhan ini, kebanyakan terapinya adalah : jamu pegel linu, jamu atau pil asam urat, balsam gosok yang aromanya “membahana”, pijat/urut dan banyak macam lain. Pegel linu banyak dikaitkan dengan capek bekerja,otot kaku dan lainnya.

Bagi yang bekerja “kantoran”, yang seharian duduk dibelakang meja, rasa pegal linu lemah lesu itu, bukannya karena otot capek bekerja, tetapi justru karena otot dan sendi tidak banyak bekerja / kurang aktifitas ini, menjadikan terasa kaku untuk digerakkan.

Juga suasana hati yang sumpek karena dalam situasi yang monoton, atau sebaliknya terlalu tegang, dapat menimbulkan keluhan itu.

Nah, bagi mereka yang tergolong kurang aktifitas fisik dalam keseharian, saya punya solusi alternatif, yang bukan minum jamu, suplemen atau pijat / urut, tetapi senam aerobik untuk memulihkan fitalitas tubuh, dan tidak perlu berkenalan dengan tukang pijit.

Senam aerobik, pada dasarnya adalah olahraga yang melatih/ menggerakkan seluruh struktur tubuh, persendian, dengan ritmik, terus menerus dan dalam durasi yang cukup.

Termasuk dalam pengertian ini adalah jalan kaki, joging, aerobik benturan ringan (low impact) dan benturan keras (high impact).

Sedangkan yang saya maksudkan untuk mengatasi pegel linu lemah lesu adalah senam pernafasan dan persendian, yang bisa dikategorikan aerobic low impact.

Gerakan pada senam ini adalah menggerakkan seluruh persendian yang ada ditubuh kita, mulai dari ruas tulang leher, seluruh pesendian tangan (pangkal lengan sampai jari-jari tangan) dan kaki (mulai pangkal paha sampai ujung jari kaki), juga ruas tulang punggung.

Ada yang mengenal senam ini sebagai SENAM TERA, TAI-CHI, dan biasa dilakukan secara berkelompok dengan iringan musik tertentu. Namun kita juga bisa melakukan sendiri-sendiri, tanpa iringan musik, yang penting gerakannya benar.

Senam Pernafasan & persendian

Posisi (postur) Tubuh. : berdiri dengan tubuh tegak, pandangan lurus ke depan, kaki direntangkan selebar bahu ( karena ini adalah posisi yang paling kuat, tidak mudah kehilangan keseimbangan).

Gerakan : semua gerakan dilakukan dengan pelahan, dalam 8-10 hitungan, lembut, tidak ada gerakan yang menghentak, dan selalu berkesi nambungan.

Setiap gerakan diiringi dengan tarikan nafas secara pelahan dan memfungsikan paru-paru secara maximal, dengan menghirup udara semaximal kemampuan paru-paru kita mengembang, dan pada puncaknya ditahan sebentar, kemudian dihembuskan secara pelahan pula, seiring dan seirama dengan satu gerakan tubuh yang kita lakukan.

Setiap gerakan dilakukan antara 8-10 kali atau dapat ditambah semampu Anda melakukan, atau tersedianya waktu, bagi yang sibuk.

Dalam praktek, saya biasa melakukan masing-masing gerakan 20 kali, tetapi ada yang 50-100 kali, yaitu gerakan memutar pangkal lengan dengan tangan lurus kesamping tubuh setinggi bahu. Latihan ini (dan gerakan lainnya juga) yang saya lakukan setiap pagi dengan menentang matahari pagi, berperan menyembuhkan saya dari rasa nyeri pada pangkal lengan yang bertahun saya derita, akibat stroke yang alami sebelumnya.

Jenis gerakan :

  • ruas tulang leher , (4 gerakan kekanan dan kekiri)

beberapa jenis gerakan dengan menggerakkan kepala : menunduk kemudian menengadah penuh, menoleh kekiri kanan tubuh, merebahkan kepala kebahu kiri dan kanan, memutar kepala penuh 360° searah jarum jam dan sebaliknya. (Awas hati-hati : gerakan selalu pelahan dan lembut, karena bila gerakan terlalu cepat dapat membahayakan sungsum pengendali pesendian yang ada di ruas tulang leher dan tulung punggung seluruhnya !)

  • tangan, ( 7 gerakan dengan 2 gerakan bergantian tangan kiri dan kanan, dan 2 gerakan kearah kanan dn kiri)

1. Memutar sendi pada pangkal lengan 360° disamping tubuh, dengan tangan terentang lurus, sebagaimana gerakan renang gaya bebas, bergantian tangan kiri dan kanan, dan bergantian arah kedepan dan kebelakang.

2. Kedua telapak tangan menggenggam di dada, kemudian dorong penuh lurus kedepan bergantian, sambil membuka genggaman.

3. Kedua tangan lurus disamping tubuh, gerakkan tangan kanan lurus kedepan terus keatas tubuh, bersamaan dengan tangan kiri yang kearah belakang tubuh secara bergantian

4. Rentangkan tangan lurus kesamping tubuh, setinggi bahu, putar lengan 360° kedepan dan kebelakang, sehingga ujung tangan membentuk lingkaran yang tidak terlalu lebar.Gerakan dilakukan bergantian arah putarannya.

5. Tubuh membungkuk 90°, kedua tangan menjuntai lurus kebawah, kemudian gerakkan kedua tangan memutar kesamping, sambil menggerakkan tubuh untuk bangkit mengikuti gerakan tangan, berputar penuh terus keatas dan kembali turun kebawah ke posisi awal. Lakukan gerakan itu kekanan dan kekiri. Kaki tetap tegak, tidak terlipat mengikuti gerakan tangan/tubuh.

Gerakan ini juga melatih ruas tulang punggung/pinggang.

6. Mengibaskan kedua telapak tangan, dengan jalan ditempat,untuk melatih sendi pergelangan tangan.

7. Kaki dirapatkan, tangan julurkan lurus kedepan, kemudian dengan gerakan kebawah ayunkan terus kebelakang lewat samping tubuh, sambil menurunkan tubuh/pantat, sehingga kaki sedikit terlipat, tetapi ujung lutut tidak melampaui ujung jari kaki, bila dilihat dari atas , sebab bila demikian beban pada persendian lutut akan berlebihan.

  • kaki, ( 3 gerakan, yang ke 3-nya dilakukan bergantian kearah kiri dan kanan)

1. dengan kedua kaki tetap rapat, turunkan tubuh/patat sehingga lutut sedikit terlipat. Dengan kedua tangan bertumpu pada lutut, putar lutut membenntuk lingkaran, kekanan, kemudian kekiri.

2. posisi kembali ke awal, yaitu kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan berkacak pinggang, kemudian putar pinggul membentuk lingkaran, ke kanan kemudian ke kiri.

3. Untuk pendinginan (cooling down), julurkan kedua tangan lurus keatas kepala, kaki berdiri pada ujung jari, kemudian turunkan kesamping badan terus sampai kebawah sehingga membentuk lingkaran, tubuh mengikuti gerakan tangan, turun kebawah, kaki juga mengkuti gerakan itu dengan melipat lutut, tahan sebentar, kemudian gerakan kembali ke posisi awal yaitu tangan kembali lurus diatas kepala.

Itulah pada dasarnya gerakan/latihan yang dapat kita lakukan untuk kebugaran tubuh, menghindar dari pegel linu, tanpa jamu, suplemen atau intervensi dari dukun pijat.

Latihan ini mengembalikan kebugaran, karena dengan menghirup nafas secara perlahan sampai kemampuan seluruh paru-paru mengembang, maka akan diperoleh oxygen berlimpah yang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar berfungsi normal dan maximal. Rasa bugar itulah yang kita peroleh, bila organ vital tubuh kita memperoleh oxygen yang cukup yang dibawa oleh aliran darah yang lancar.

Karena itu, latihan ini sebaiknya dilakukan diudara terbuka yang bersih, bukan ditengah keramaian lalu lintas yang penub polusi, atau ruangan tertutup, yang udaranya terbatas.

Tidak ada waktu untuk melakukan, karena kesibukan, harus segera berangkat kerja ?

Cobalah sempatkan barang 10 menit sebelum mandi pagi, tidak perlu semua gerakan dilakukan. Dan disela waktu istirahat makan siang, lakukan latihan ini beberapa gerakan lain dan juga sebelum mandi di sore / malam hari sempatkan lagi.

Pengalaman saya sendiri melakukan senam ini setiap pagi ditengah sesie joging, yaitu ketika joging telah berjalan 15- 20 menit pertama, diselingi senam pernafasan ini selama 15-20 menit, untuk kemudian joging lagi selama 20 menit, terasa kebugaran dan tambahan tenaga baru, melebihi kondisi ketika sesie pertama.

Anda berminat mencoba ? ***************

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: