Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Kerupukku,, si Emping Melinjo

OPINI | 29 April 2010 | 13:32 Dibaca: 3593   Komentar: 11   2

Tulisan ini di buat gara-gara tadi sore pas pulang kuliah saya beli nasi goreng dulu buat makan malam. Nah udah pada tau kan apa hubungannya si nasi goreng itu dengan judul di atas?? Yupp,, that’s right….Si nasi goreng tersebut ditemenin sama temen setianya,,kerupuk Emping atau apaan akrabnya di daerah minang ” Kerupuk PAIK “.. Ya walaupun tidak semua nasi goreng bersanding dengan kerupuk emping , tapi menurut sayanasi goreng tersebut bakalan menjadi sempurna jika ada si dia.

Nah, Lagi semangat-semangatnya melahap dua pasangan tersebut, tiba - tiba saya teringat sama pesan dari ortu. Kata mereka jangan terlalu sering makan kerupuk emping. Katanya kerupuk emping itu ada efek sampingnya.Wah gawat nih. Bener gag sih? Monggo di bahas…

Sebelumnya baca pendahuluan dulu ya,,,
” Melinjo? Siapa yang tidak mengenal melinjo? Melinjo (Gnetum gnemon L) termasuk tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) dimana daging buah terbungkus kulit luar. Biji melinjo yang telah tua berwarna merah tua merupakan bahan baku emping melinjo.

Selama ini pemanfaatan melinjo masih sebatas biji melinjo yang menjadi bahan olahan karena memiliki masa simpannya relatif lama dan bernilai ekonomis tinggi, salah satu olahan tersebut adalah emping. Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua.

Tanaman melinjo banyak manfaatnya, hampir seluruh bagian tanaman melinjo dapat dimanfaatkan terdiri dari daun muda, bunga, dan kulit lunak biji. Semua makanan yang berasal dari tanaman melinjo mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi, selain karbohidrat juga mengandung lemak, protein, mineral, dan vitamin.

Lalu, bagimana dengan pemanfaatan kulit lunak bijinya? Selama ini kulit lunaknya hanya dijual dengan harga yang sangat murah karena masa simpannya yang relatif rendah. Itupun kadang berlebih yang biasanya hanya sebagai penghuni tong sampah alias sebagai limbah. Kulit ini biasanya hanya digunakan sebagai bahan beberapa masakan misalnya sayur lodeh, oseng-oseng, sambal goreng dan yang lainnya.” (http://bisnisukm.com/peluang-berbisnis-kerupuk-limbah-melinjo.html)

Pembaca,,,di balik nikmat dan gurihnya kerupuk emping melinjo tersebut(menurut saya), ternyata kerupuk emping melinjo termasuk dalam daftar penyebab penyakit asam urat. Seperti yang kita tahu, sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Jadi pada dasarnya, di setiap tubuh serta makanan terdapat unsur-unsur purin tersebut. Namun dalam tubuh manusia, purin tersebut merupakan hasil dari metabolisme tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebih dan harus di jaga. Lalu kenapa emping melinjo menjadi penyebab timbulnya asam urat??Ya jelas, emping melinjo mempunyai kadar purin dalam tingkat yang relatif tinggi dan dalam tubuh manusia, terdapat kira-kira 85% purin untuk kebutuhan sehari-hari dan hanya tersisa 15% purin tambahan yang berasal dari tambahan makanan.

Mungkin benar kerupuk emping melinjo memberikan efek buruk terhadap tubuh. Namun menurut pandangan saya, semuanya hanya masalah pengendalian diri. Selama kita tidak mengkonsumsi kerupuk ini dalam porsi yang berlebihan. Seperti yang kita ketahui dalam pandangan Agama, Tuhan itu tidak suka segala sesuatu yang berlebih-lebihan. Jadi pada dasarnya kita yang harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dalam taraf yang berlebih - lebihan akan memberikan efek yang buruk bagi kita.

Pada akhirnya, jika hanya 1 kali atau 2 kali seminggu ataupun sebulan, ya mengapa tidak.Bener gag???

Oh iya,, sekali lagi..Gag rugi deh kalau buka Link ini. Ini nih tempat saya belajar jadi tukang insinyur..hehe

Universitas Andalas

Fakultas Teknik

Tulisan saya ini juga bisa di baca di blog saya yang lain,,,check this out ( plus gambar )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 10 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Imam Muhayat | 9 jam lalu

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Luar Biasa …

Nanadya Rachma | 9 jam lalu

Resensi: Yesus dan Wong Cilik …

Rinto Pangaribuan | 9 jam lalu

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: