Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Asrim

Lahir di Makassar, Ijazah Dokter dari UNHAS Makassar, dapat Master di Amsterdam, Ahli Epidemiology di selengkapnya

Prostat Bikin Kencing jadi Mampet

OPINI | 30 March 2010 | 02:02 Dibaca: 959   Komentar: 2   1

Hari ini dapat sms dari adik saya di Makassar, melaporkan bahwa ayah kami tidak bisa buang air kecil sejak semalam. Saya minta agar ayah secepatnya di bawa ke rumah sakit untuk segera dipasangi kateter yaitu suatu alat/pipa kecil yang dimasukkan melalui lubang kencing pada ujung kemaluan sehingga dapat mencapai kandung kemih agar air kencing yang tertahan segera bisa dilepaskan.

Beruntunglah mereka yang hidup di kota dimana rumah-sakit mudah di jangkau. Teringat pengalaman di Puskesmas dulu, pernah ada pasien yang diantar ke Puskesmas dalam keadaan kesakitan, perut kembung dan tidak bisa mengeluarkan urine , waktu itu saya tak punya kateter atau alat yang disebutkan diatas, sehingga sebagai tindakan darurat perut bagian bawah saya tusuk memakai jarum besar yang disambungkan dengan selang untuk infus, urine dapat segera keluar dan pasien sangat senang dan mengeksperssikan kesenangannya lewat kata-kata…..Assauna dottoro ? artinya saya merasa legaaaaaa…… Pak dokter. Kata-kata ini cukup populer di Makassar dan sekitarnya.

Semua laki-laki di dunia ini mempunyai Prostat, prostat terletak pada persilangan saluran air kencing dan saluran sperma, prostat bermanfaat untuk memproduksi cairan semen yaitu cairan yang akan bercampur dengan sperma, cairan ini sangat bermanfaat karena akan membantu sperma untuk mengalir kedalam saluran kelamin pasangannya. Prostat juga berfungsi untuk membantu menguatkan semprotan sperma yang dikeluarkan. Berhubungan dengan posisinya yang berada pada ujung bawah kandung kemih inilah yang menyebabkan hampir seluruh pembesaran prostat akan menghambat pengosongan kandung kemih atau bikin kencing jadi mampet.

Prostat bisa membesar pada usia lanjut, umumnya orang yang kena prostat adalah orang sudah beruban, mengapa prostat bisa membesar ? ada beberapa teori maupun anekdot yaitu;

- Prostat membesar karena terlalu banyak melakukan hubungan seks (banyak isteri) dan sebaliknya……

- Prostat membesar karena sangat jarang melakukan hubungan seks

Kompasioner mau pilih yang mana ?

Pengobatan pembesaran prostat tentu perlu menghubungi ahlinya yaitu; Urolog atau dokter akhli dalam mendiagnosa dan mengobati penyakit pada saluran air kencing dan hal lain yang berhubungan dengannya. /

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | 2 jam lalu

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 5 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 8 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 8 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 8 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: