Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Erykar Lebang

I love yoga.. But I love myself more!

Menangani Sakit Punggung HNP - Sciatica (a ka Saraf Terjepit)

HL | 29 March 2010 | 18:47 Dibaca: 9128   Komentar: 24   1

 

Banyak orang sering mengeluh sakit punggung. Kali ini salah satu bentuk dari sakit punggung yang paling umum akan coba dibahas di sini dan bagaimana cara melawannya lewat berbagai pose (asana) yoga sederhana.  

Metode terapi yoga yang dipergunakan di sini dirintis oleh BKS Iyengar, seorang tokoh yoga terkemuka di dunia. sebuah metode yang telah diadaptasi dengan begitu luas oleh berbagai kalangan, termasuk dunia medis sekalipun. Karena penelitiannya yang begitu scientific, mendalam serta mampu memberikan berbagai jawaban terhadap banyak kondisi yang belum terjawab secara medis konvensional.

 

APA ITU SCIATICA?
Tulang punggung manusia itu sebenarnya tidak lurus secara harfiah. Ada sedikit lekukan tertentu di beberapa bagiannya. Sayangnya secara tidak tersadari sering sekali postur harian tubuh manusia bergerak ke arah yang berlawanan dengan lekukan alamiahnya. Pergerakan tersebut umumnya adalah membungkukkan tubuh ke arah depan. Sepintas terlihat santai dan nyaman. Namun berdasarkan bagan berikut bisa terlihat betapa buruknya efek membungkuk bagi postur manusia keseluruhan.

 Postur seperti ini akan membuat tekanan konstan pada bagian-  bagian tertentu di sepanjang areal tulang punggung. Sakit pada  bagian tengkuk, pinggang dan postur membungkuk adalah salah  satu akibat nyata dari kebiasaan ini. Selain hal itu,  pembungkukkan seperti ini memberikan tekanan yang berlebihan  organ-organ yang dalam tubuh seperti paru-paru, jantung serta  sebagian organ pencernaan.

 Namun karena fokus pembahasan kali ini pada rasa sakit di  bagian punggung khususnya untuk areal saraf sciatica (siatika),  kita hanya akan menekankan pada akibat yang timbul dari postur  ini ke pada bagian bawah tulang punggung (lumbar) manusia.  Karena pose membungkuk tadi tidak sesuai dengan bentuk  alamiah keseluruhan tulang punggung.

 Selain mempercepat proses pembungkukan areal kypho  (hyperkhiposis) -seperti yang banyak dialami oleh orang lanjut  usia- juga apabila digabung dengan gaya hidup yang buruk (pola makan, jenis makanan, stres, istirahat serta jarang berolahraga) ditenggarai pose bungkuk akan membuat tulang mudah terserang pengeroposan (osteoporosis)

 Tulang punggung sebenarnya adalah sederetan ruas dengan dilengkapi bantalan seperti  gel yang menjembatani di antaranya. Penampang gel tersebut berisikan inti bernama  nucleus dan pembatas pinggirannya yang bernama annulus. 

 

 Postur bungkuk yang buruk tadi akan merusak keharmonisan antara kondisi ruas-ruas t  tulang. Di mana sisi depan mengalami penekanan lebih banyak sehingga mempercepat  terjadinya proses perusakan bagian cakram (gel) pelindung antar ruas.

 Nanti isinya dari arah yang tertekan pada satu sisi itu akan bergerak menggeser  kebelakang kemudian merobek bagian annulus, lalu menekan sisi saraf yang berada di  belakang ruas tulang punggung.

 Kondisi ini yang biasa disebut orang awam dengan istilah ‘Saraf  Terjepit’ atau Pinch Nerve, di mana saraf terjepit oleh tekanan inti  gel yang keluar. Tekanan saat membungkuk biasanya akan  terjadi pada area ruas tulang punggung bawah (lumbar) ke lima  dan ke empat (L5-L4) dan menekan saraf sciatica(siatika) yang  merupakan saraf terbesar serta terpanjang dari seluruh struktur t  tubuh manusia. Panjang saraf siatika menyusuri punggung  bawah hingga bagian belakang paha, betis sampai ke telapak  dan ibu jari kaki. Karena itu nama yang popular dari kondisi ini  adalah sciatica.

 Oh ya, saya bukan salah ketik Lumbar dari kata ‘Lumbal’, karena  secara basic scientific anatomy, kata ini lebih universal dipakai  ketimbang istilah ‘lumbal’ dari para dokter Indonesia pada umumnya yang lebih mengacu ke istilah kuno peninggalan pengaruh kedokteran eropa.

Kaum awam juga kadang mempercanggih deskripsi problem yang diderita dengan menduplikasi istilah yang mereka dengar dari sang dokter, HNP -Herniated Nucleus Pulposus, yang sebenarnya lebih menjelaskan pada bocornya inti gel keluar dari tempatnya, ketimbang areal saraf mana yang sedang ’sakit’.

 Gejala yang umum dialami adalah rasa sakit (ringan hingga hebat) di bagian punggung  bawah merambat ke paha belakang hingga ke jari-jari kaki. Kadang hanya berupa rasa  menggelitik, kesemutan atau mati rasa. Namun pada tingkat tertinggi mampu  menimbulkan rasa kebas di bagian kaki menyebabkan ketidak leluasaan hingga ketidak  mampuan untuk menggerakkan bagian kaki. Apabila diperhatikan gambar di mana posisi  saraf sciatica (yang telah dibedakan secara warna dar struktur keseluruhan saraf) rasa  sakit tersebut bisa dimengerti.

 

 

 

 

 

 

 

POSE YOGA
Secara sederhana tradisi Iyengar memberikan jalan keluar bagi saraf terjepit tersebut. Apabila inti gel tadi merembes keluar dan menekan saraf akibat gerakan membungkuk ke depan, maka yoga memberikan jalan keluar dengan cara membalikkan gerakan tadi ke arah belakang. Logis apabila kondisi tersebut akan meringankan tekanan gel pada saraf dan lewat intensitas tertentu terbukti mampu membuat gel tersebut masuk kembali ke posisi semula dan membebaskan saraf sama sekali. Setidaknya meringankan tekanan pada akar saraf yang terjepit

Berikut sediakan waktu 30 menit dan latih pose-pose di bawah ini rutin selama 5-6 hari perminggu selama 2 bulan. Biasanya para penderita akan merasakan perubahan perlahan secara signifikan. Setelah terjadi, bergabunglah dengan studio yoga yang memiliki kredibilitas baik. Utarakan maksud Anda untuk membebaskan diri dari kondisi sciatica :

1. TRIKONASANA

Ini pose yang bisa dilakukan apabila problem siatika belum terlalu parah atau telah mereda. Apabila telah terlalu parah, gunakan bantuan balok kayu seperti gambar bawah (bila perlu gunakan alat bantu yang lebih tinggi seperti kursi). Penyelarasan (alignment) tulang punggung, susunan saraf, fleksibilitas pinggul dan banyak lagi manfaat positif terjadi di sini. Rajin melatih pose ini dapat menjamin kesehatan postur tubuh Anda. Lakukan selama 15 detik untuk setiap sisi. Ulangi sebanyak 3-4 kali juga setiap sisi.

 

2. USTRASANA

Pose ini adalah kelanjutan dari pose pertama. Selain lebih jauh membebaskan saraf, pose ini juga melatih kelenturan tulang punggung, pinggang serta kekuatan paha untuk menopang tubuh lebih kuat untuk berdiri lebih tegak. Lakukan selama 30-45 detik

 

3. UPAVISTHA KONASANA

 

Pose ini membuat pinggang menjadi lebih fleksibel serta memberi sensasi lengkungan yang tepat bagi areal punggung bawah (lumbar) dengan cara menarik tali sambil menegakkan tubuh dengan mengembangkan dada serta menempelkan bahu pada tembok. Lakukan selama 60 detik.

 

4. BHARADVAJASANA KURSI

Pose ini akan melembutkan otot latisimus dorsi yang membantu menopang tubuh terutama bagi mereka dengan postur membungkuk. Sering sekali bagian bawah otot tersebut menjadi sangat tegang dan mudah menjadi lemah. Saat ia melemah, cedera punggung makin mudah terjadi. Ini pose yang sangat baik untuk meringankan bebannya. Lakukan selama 15-30 detik setiap sisi.

 

5. SETU BANDHA SARVANGASANA

 

Pose ini membuat tulang punggung kembali ke lengkungan awalnya. Sekaligus membuat saraf siatika terasa nyaman akibat tekanan yang dialami mereda. Guling langsung diaplikasikan kepada penderita siatika yang cukup parah. Setelah membaik bisa diganti dengan balok yoga, sehingga lengkungannya menjadi lebih maksimal. Lakukan selama 3-5 menit.

 

6. SAVASANA

Tutup gerakan ini dengan Savasana (Dead Men’s Pose) fase relaksasi 10-15 menit. Merupakan sebuah keharusan! Tidak bisa tidak, karena fase ini memberi kesempatan tubuh merangkum seluruh manfaat dari ‘reparasi’ yang telah dilakukan.

 

TIDAK HARUS LEWAT OPERASI
Penanganan a la yoga ini menjadi semacam alternatif bagi penderita saraf terjepit selain menenggak obat penahan sakit, fisioterapi, pijat chiropractic ataupun meja operasi.

Semua faktor tadi datang sebagai elemen eksternal atau luar tubuh, sehinggai kontrol terhadap postur menjadi kurang. Sehingga suatu saat siatika bisa menyerang kembali, walaupun lewat terapi telah dinyatakan sembuh. Dan tidak ada satupun dari metode tadi yang bisa dihargai dengan biaya murah. Terutama bagi operasi yang rumit, biayanya sangatlah mahal, tingkat keberhasilannya pun masih belum berkisar di angka 100 persen.

Melakukan terapi yoga seperti ini setidaknya mampu menghadirkan rasa awas dan kemampuan penguasaan terhadap tubuh setiap saat. Mencegah terjadinya cedera serupa di masa datang. Alat bantu yang diterapkan di sini juga mampu membantu areal tubuh yang sakit menjadi lebih relaks. Karena pada saat yang sama organ pernapasan juga mendapatkan support maka rasa relaks tadi akan mencapai level maksimal. Setidaknya ini adalah proses awal dari upaya penyembuhan.

Lokasi : Studio Jakarta Do Yoga http://jakartadoyoga.com
Model : Ade Roseyani - Diana Dewi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 16 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 17 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 7 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 7 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: