Artikel

Medis

Teguhonly

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Menetap Depok Menulis Apa Saja Sekenanya

Belek


OPINI | 30 March 2010 | 13:26 Dibaca: 1229   Komentar: 6   Nihil

Pada tiap-tiap organ manusia selalu ditemukan kotoran. Di kuping kita menyebutnya kopok, di hidung kita kenal upil, dan rebes merujuk kotoran yang ada di mata, serta kotoran kotoran lain yang lebih keren namanya di bagian tubuh yang berbeda.

Dari sekian turunan kotoran itu yang sangat mengganggu, ketika rebes bermetamorfosis menjadi belek, penyakit mata yang menyebabkan bola mata kemerahan dan perih. Selepas tidur biasanya ada telek yang keluar bercampur air mata yang mengering. Sampeyan pernah merasakannya? saya sedang, dan ini pertama kalinya.

Banyak yang mengatakan belek akibat iritasi di mata yang muasalnya dari kotoran dan debu yang masuk. Kuman atau virus juga dituduh sebagai penyebabnya. Orang-orang di kampung dulu sebelum akrab dengan obat tetes mata, merendam belek dengan air daun suruh. Saya mau mencari daun itu, tapi di Jakarta saya tidak pernah menjumpai orang nginang yang mengunyah suruh dan tembakau sepertu mbah saya almarhum.

Orang modern di YahooAnswer yang pernah belekan menyebut nama salah satu merek obat dan konon bisa bisa sembuh dalam empat sampai lima hari. Saya belum mencobanya.

Jengkel iya, di akhir bulan yang penuh pengetatan penyakit ini datang menyergap. Ke dokter mata bukan pilihan mengingat kantong yang harus di amankan. Lantas mau di pelihara? saya bukan tipikal penyayang penyakit.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: