Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Dilarang Buang Puntung Rokok Disini Bozz

OPINI | 25 March 2010 | 05:03 Dibaca: 720   Komentar: 12   1

dilarang bauang puntung rokok disini bozz, foto koleksi rudi esape

dilarang buang puntung rokok ditempat ini bozz, foto koleksi rudi esape

Awal Januari lalu saya bertugas ke Makassar. Banyak orang merokok dimana mana.
Di kota Makassar merokok sepertinya masih bebas dan masih boleh dimana mana.

Siapa berani melarang, ujar salah seorang yang tidak kuasa menahan asap rokok.

Saya pernah memperingatkan seseorang yang asik merokok dalam angkutan umum kata si bapak, tolong mengerti kami yang tidak merokok dong.

Eh yang diminta kesadarannya tidak merokok diangkutan umun, tampak tidak terima sambil melotot dia balik juga meminta, tolong juga dimengerti kami yang merokok, karena jika kami tidak merokok pusing ini kepala, ujarnya.

Nah lho, mau berantem?. Ya mendingan dibiarkan saja. Kesadaran masing masing sajalah lanjutnya.

Ada lagi jelasnya, jika diperingatkan, siperokok akan mengatakan saya merokok sudah lebih dua puluh tahun, seger seger saja, perempuan saja merokok, kenapa kamu tidak merokok?.……..wah repot dah .

Mungkin karena sulitnya memperingatkan siperokok, maka di dua sudut ruang tunggu kantor yang saya kunjungi ada tulisan tanda peringatan, jangan buang puntung rokok disini bozz.
Lho, kok bozz,?
Ya,  soalnya yang berani merokok sembarangan diruang ini hanya bozz bozz dan mana ada bozz mahu dilarang dan kebiasaan bozz buang puntung rokok semaunya, di mana mana , kata petugas jaga kantor itu.

Payah juga ya jadi bozz……

Selamat siang, sudah makan belum?
Yuk

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 3 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 4 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 6 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: