Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Dilarang Buang Puntung Rokok Disini Bozz

OPINI | 25 March 2010 | 05:03 Dibaca: 684   Komentar: 12   1

dilarang bauang puntung rokok disini bozz, foto koleksi rudi esape

dilarang buang puntung rokok ditempat ini bozz, foto koleksi rudi esape

Awal Januari lalu saya bertugas ke Makassar. Banyak orang merokok dimana mana.
Di kota Makassar merokok sepertinya masih bebas dan masih boleh dimana mana.

Siapa berani melarang, ujar salah seorang yang tidak kuasa menahan asap rokok.

Saya pernah memperingatkan seseorang yang asik merokok dalam angkutan umum kata si bapak, tolong mengerti kami yang tidak merokok dong.

Eh yang diminta kesadarannya tidak merokok diangkutan umun, tampak tidak terima sambil melotot dia balik juga meminta, tolong juga dimengerti kami yang merokok, karena jika kami tidak merokok pusing ini kepala, ujarnya.

Nah lho, mau berantem?. Ya mendingan dibiarkan saja. Kesadaran masing masing sajalah lanjutnya.

Ada lagi jelasnya, jika diperingatkan, siperokok akan mengatakan saya merokok sudah lebih dua puluh tahun, seger seger saja, perempuan saja merokok, kenapa kamu tidak merokok?.……..wah repot dah .

Mungkin karena sulitnya memperingatkan siperokok, maka di dua sudut ruang tunggu kantor yang saya kunjungi ada tulisan tanda peringatan, jangan buang puntung rokok disini bozz.
Lho, kok bozz,?
Ya,  soalnya yang berani merokok sembarangan diruang ini hanya bozz bozz dan mana ada bozz mahu dilarang dan kebiasaan bozz buang puntung rokok semaunya, di mana mana , kata petugas jaga kantor itu.

Payah juga ya jadi bozz……

Selamat siang, sudah makan belum?
Yuk

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 7 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: