Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Akraf Muhammad

Benci korupsi dan koruptor.....

Pemeriksaan Spesifik Fisioterapi pada HIP, Lumbal dan Sacro Iliac Joint

OPINI | 19 January 2010 | 08:00 Dibaca: 2917   Komentar: 9   1

1. Palpasi
Tujuan dilakukan palpasi adalah :
a. Untuk meraba suhu dan tenderness
b. Palpasi pada bursa iliopectinea & triangle femoralis,bursa subcutanea trochanterica di atas trochanter mayor, otot rectus femoris, m. adduktor longus, m.sartorius, m. piriformis, ligamen inguinalis.
Piriformis m.
Melalui segitiga SIPS, Coccygeus dan Great Trochanter, sepertiga tengahnya. Palpasi dalam, sejajar sacroiliac.

Gluteus medius m.
Sisi lateral dibawah iliac crest dan trochanter. Palpasi arah anteroposterior.
c. Jaringan keras : SIAS, Crista iliaca, trochanter mayor hip, sympisis ossis pubis.

2. Tes Trendelenburg
Tes ini untuk mengevaluasi kekuatan musculus gluteus medius. Berdirilah dibelakang pasien dan observasi kekakuan kecil diatas SIPS. Normalnya, saat pasien menumpu berat badan kedua kaki seimbang, lekukan kecil itu nampak sejajar. Kemudian mintalah pasien untuk berdiri satu kaki. Jika dia dapat tegak, musculus gluteus medius pada tungkai yang menyangga berkontraksi saat tungkai terangkat. Akan terlihat garis pantat turun pada kaki yang diangkat pada kelemahan pada m. gluteus minimus.

3. Tes OBER (untuk kontraksi iliotibial band )
Pasien tidur miring, abduksikan kaki sejauh mungkin dan fleksikan knee 90o sambil memegang hip joint pada posisi netral untuk merileksasikan traktus iliotibial. Kemudian lepaskan tungkai yang diabduksikan tadi, jika traktus iliotibial normal, maka paha akan tetap berposisi saat tungkai dibebaskan.

3. Tes Gapping Anterior
Pasien berbaring terlentang dan tangan pemeriksa bersilangan di SIAS. Setelah itu lakukan kompresi. Jika hasilnya positif atau terjadi nyeri maka terjadi kelainan pada sacro iliaca joint atau lig. Anterior Sacroiliaca Joint.

4. Tes Gapping Posterior
Pasien tidur miring dan tangan pemeriksa berada region pelvis. Setelah itu lakukan kompresi. Jika hasilnya positif maka terjadi kelainan sacro iliaca joint atau Ligamen. posterior sacroiliaca joint.

5. Tes Patrick (Fabere Test)
Pasien tidur terlentang dan calcaneus menyentuh patella dan tangan pemeriksa berada di SIAS dan bagian medial dari knee. Setelah itu lakukan kompresi, apabila terjadi nyeri maka ada kelainan di group adductor atau Lig. anterior hip, atau ligament Anterior Sacroiliaca Joint.
6. Tes Anti Patrick
Pasien tidur terlentang dan kaki internal rotasi. Tangan pemeriksa memegang pergelangan kaki dan bagian lateral dari knee. Setelah itu lakukan penekanan. Apabila terjadi nyeri maka terjadi kelainan pada Lig. Posterior Sacroiliaca Joint.
7. Straight Leg Raising (SLR)
Tes ini dapat dikombinasi dengan fleksi leher atau fleksi dorsal dari kaki. Apabila positif maka terjadi pengedangan pada N. ischiadicus yang mengakibatkan nyeri kejut yang amat sangat, maka kemungkinan besar bahwa ada rangsangan dari satu akar atau lebih dari L4 sampai S2.

8. Muscle Length Test
Tujuannya pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui adanya pemendekan otot yang diperiksa.
• m.Iliopsoas.
• m.rectus femoris.
• m.hamstrings.

9. Leg Length Test
Pengukuran panjang tungkai adalah pengukuran yang ditujukan pada anggota gerak bawah.
True Leg Length Discrepamcy
Tujuan: untuk mengetahui panjang tungkai.
Posisi pasien supine lying posisi pelvic diseimbangkan dengan anggota gerak bawah atau SIAS searah pada satu garis lurus dan segaris dengan anggota gerak bawah. Tungkai lurus dengan jarak 15-20 cm dari satu sama lain (jarak antara kaki).
Letakkan tungkai pasien pada posisi yang tepat dan pastikan jarak dari SIAS ke Malleolus Medialis dari Ankle (merupakan titik penentu). Perbedaan 1-1,5 cm dikategorikan normal walaupun dapat menyebabkan gejala.

10. Prone Knee Bending Test
Posisi pasien tengkurap, pemeriksa memfleksikan knee pasien sedapat mungkin dan memastikan hip pasien tidak rotasi. Jika pemeriksa tidak dapat memfleksikan knee 90˚ derajat karena ada kondisi patologis, maka tes ini dapat juga dilakukan dengan pasif ekstensi hip dengan knee fleksi sedapat mungkin. Nyeri unilateral di daerah lumbal mungkin indikasi cedera akar saraf L2 atau L3. Sedangkan nyeri di bagian depan paha indikasi m.quadriseps tegang. Tes ini juga mengulur n. femoralis. Posisi knee fleksi ini dipertahankan antara 45-60 detik.

12. Tanda Bruzinki I ( Brudzinski’s “Neck” Sign)
Pasien terlentang letakkan satu tangan pemeriksa di bawah kepala dan tangan lainnya diletakkan di atas dada pasien, lalu fleksikan kepala pasien dengan cepat semaksimal mungkin. Positif jika pada saat kepala pasien difleksikan timbul pula fleksi involunter pada kedua tungkai dan rasa tidak enak atau nyeri pada bagian leher dan punggung bawah.
13. Tanda Brudzinski II
Pasien terlentang fleksikan hip dan knee pasien. Jika pada saat gerakan tersebut dilakukan tungkai yang kontralateral ikut flesi secara involunter, maka positif. Apabila gerakan tersebut tidak terjadi, tungkai yang ipsilateral diekstensikan dan positif jika saat ekstensi tungkai yang kontralateral ikut fleksi secara involunter.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 6 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 12 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Definisi Administrasi dan Supervisi …

Sukasmo Kasmo | 8 jam lalu

Kabinet: Ujian Pertama Jokowi …

Hans Jait | 8 jam lalu

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 8 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: