Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Kukuh Ikw

seorang yang sedang belajar memahami arti hidup di dunia ini... ^_^

Minyak Goreng yang Baik??

REP | 13 January 2010 | 06:01 Dibaca: 1844   Komentar: 21   6

Minyak goreng kemasan
Minyak goreng kemasan sudah banyak kita jumpai di pasar tradisional ataupun supermarket. Kita pun terkadang bingung memilih minyak yang lebih baik. Bahkan terkadang ketika kita membeli di supermarket kita jumpai endapan putih yang ada di bagian bawah ataupun melayang-layang, kemudian kita mengurungkan niat kita untuk membelinya karena anggapan kita bahwa minyak tersebut kotor, mutunya jelek, de el el. Padahal……

Faktanya seperti apa yang saya sampaikan sebelumnya di sinibahwa minyak goreng ada 2 bagian, cair dan padat. Proses pemisahan ini berlangsung lewat pendinginan minyak pada suhu rendah selama kurang lebih 6-12 jam bahkan lebih (bergantung kualitas minyak yang diinginkan). Dalam istilah produksi kualitas ketahanan minyak ini dikatakan sebagai CP (cloud point) yakni suhu dimana minyak nampak berkabut. Nah, kalau CP nya rendah berarti ketahanan minyak terhadap suhu dingin akan semakin bagus. Biasanya kan suhu di supermarket lebih dingin sehingga minyak cenderung membeku. Apakah kemudian minyak tersebut aman dikonsumsi? Jawabannya pasti AMAN karena ini sama seperti es dengan air. Dua-duanya adalah air juga kan… hanya fasenya berbeda. Kalau kita panaskan maka endapan tersebut akan hilang. Nah kalau masih ndak hilang? Berarti dalam proses penyaringan atau pengemasan ada yang salah tuh, yang ini sih saya nggak ikutan….

Isu selanjutnya adalah minyak merk A atau B kok lebih “tahan” dipakai menggoreng ya? atau kalau kata ibu-ibu dipakai goreng berkali-kali baru jadi jelantah. Hubungannya apa? Apakah harga? Warna? Kandungan Omega 3, 6, vit. E, de el el? Tidak. Ini berhubungan dengan perbandingan fase padat dan cair minyak serta cara kita menggoreng. Minyak yang ‘bagus’ adalah minyak dengan kandungan fase padat (stearin) yang sedikit. Minyak ini lebih cocok dipakai menggoreng dengan api kecil dan sedang serta lebih tahan terhadap reaksi kimia (susah tengik). Sementara jika kita ingin menggoreng dengan suhu tinggi lebih baik kita pakai minyak padat (stearin atau lemak lainnya) karena sifat ikatannya. Kalau minyak sudah mulai menghitam atau menjadi jelantah maka struktur minyak tersebut telah rusak. Di dalamnya terbentuk gugus benzena yang dapat mengeluarkan senyawa dioksin ketika kita pakai untuk menggoreng. Bahaya dioksin dapat anda lihat di sini , resikonya banyak lhooo… Jadi solusinya? Setiap minyak bisa kita pakai dengan bebas, tak perlu ragu akan hasil gorengan, pasti jadi kecoklatan kok, asal jangan terlalu sering pakai minyak jelantah, toh minyak jelantah bisa dipakai untuk yang lain.

Salam gorengan

^_^

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 5 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 10 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 11 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengabdi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Usai Gasak Malaysia, Timnas Justru Takluk …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 9 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: