Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Andriani Effendy

Lahir dan besar di Parepare yang merupakan juga tanah kelahiran Mantan Presiden RI ke 3 selengkapnya

Obstruksi Saluran Napas

OPINI | 20 October 2009 | 14:25 Dibaca: 3727   Komentar: 8   1

Apakah pasangan anda mendengkur jika tidur? Sebaiknya point ini harus anda perhatikan, karena bisa jadi pasangan anda mengalami penyumbatan pada saluran pernafasan sehingga terdengar suara dengkuran tersebut.

Obstruksi saluran nafas adalah terjadinya penyumbatan pada saluran pernafasan di hidung dan faring, menyebabkan seseorang mengubah cara bernafasnya melalui mulut. Hal ini telah banyak mendapat perhatian dari para klinisi karena mengakibatkan komplikasi yang bersifat multidisiplin ilmu karena kelainan yang disebabkan pun kompleks menyangkut disharmoni hubungan tulang kepala, wajah dan gigi (dentokraniofasial).

Kelainan lanjut dari bernafas melalui melalui mulut ini adalah penampilan wajah dengan mulut terbuka sehingga mempengaruhi wajah. Gambaran klasik dari penampilan ini disebut adenoid facies. Wajah adenoid dapat menimbulkan masalah psikososial bagi si penderita.

Jika obstruksi ini tidak ditangani maka akan mengakibatkan tidur mendengkur dan napas terhenti sesaat ketika tidur, karena terhentinya aliran udara kurang dari 10 detik pada saluran pernafasan dan kondisi seperti tercekik karena tidak bernapas (apnea). Apabila berlangsung lama dapat mengakibatkan gangguan kesehatan umum dan kesehatan mental. Pada kasus-kasus yang berat, anak akan mengalami keterbelakangan mental dan gagal jantung.

Pada umumnya orang yang pertama ditemui oleh penderita adalah ahli THT, tetapi saat ini dokter gigi spesialis ortodontik (ilmu meratakan gigi) akan mempunyai andil yang besar dalam menangani kasus ini, berdasar pada diagnosis yang cermat dan pengetahuan mengenai alat fungsional untuk mengevaluasi posisi rahang dan pergerakan gigi. Penatalaksaan penderita dengan kerjasama team baik secara laboratorik maupun secara medik tentu sangat diperlukan untuk menangani kasus ini.

Dari beberapa jurnal kedokteran gigi yang saya dapatkan, ada beberapa alat-alat yang dapat digunakan untuk penanganan kasus ini, dengan mekanisme penggunaan yang lama dibutuhkan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien. Alat ini, terbagi menjadi:

1. Mandibular Repositioning Devices (MRDs)

Alat ini merupakan alat lepasan yang digunakan pada malam hari saat tidur. Dilakukan fiksasi pada gigi atas dan bawah untuk mereposisi letak rahang bawah untuk dapat dimajukan 1-3 mm atau maksimal 5 mm. Alat ini terbuat dari plastik yang rigid/kaku dan penjangkaran bisa pada gigi atau kawat cengkram. Contoh dari alat ini adalah kleerway.

2. Tongue Retaining Devices (TRD)
Alat ini diperkenalkan sejak tahun 1982, alat ini memiliki suction cup dimana ujung lidah dimasukkan ke dalam dan digunakan pada malam hari. Lidah ditahan karena adanya tekanan negatif yang ada dalam cup.

Diagnosis dan perawatan menyeluruh terhadap obstuksi saluran napas ini di bawah pengawasan ahli THT, perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi ataupun ortodontis merupakan perawatan sekunder yang berupa intervensi pada nafas mulut pasien berdasarkan rujukan dari ahli THT.
Perawatan dengan alat ini dapat berhasil pada penderita yang ringan-sedang, tetapi pada pasien yang berat, perawatan dapat lebih kompleks, sehingga dianjurkan untuk dilakukan tindakan bedah.
Demikian dulu sharing saya malam ini, dari hasil browsing dan buka beberapa jurnal kedokteran gigi yang menumpuk di kamar ini. Semoga bermanfaat..
Salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 5 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 14 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 15 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: