Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Agung Saputra

saya sangat menyukai dunia kesehatan dan bisnis

Cara Praktis Menurunkan Berat Badan Menjadi Lebih Ideal

OPINI | 06 September 2013 | 00:11 Dibaca: 644   Komentar: 0   0

Cara praktis menurunkan berat badan senantiasa menjadi pilihan utama untuk mereka yang menginginkan tubuh yang ideal namun tak mau bersusah-payah untuk berbagai macam aturan yang memang harus mereka jalani secara berkepanjangan. Kebanyakan dari mereka merasa malas untuk memulai program penurunan berat badan karena mereka merasa bahwa proses yang akan mereka jalani akan sangat menyakitkan. Merubah suatu kebiasaan bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan dan dijalani. Itu sebabnya mengapa memulainya saja harus membutuhkan niat yang benar-benar serius.

Keseriusan mereka dapat dilihat dari apa yang mereka perjuangkan untuk mendapatkan hasil yang akan membuat mereka tertawa puas dengan bentuk badan mereka nantinya. Memang untuk memiliki niat yang besar tidaklah gampang. Mereka butuh berbagai macam bentuk support mulai dari support yang diberikan oleh orang-orang terdekat sampai dengan pengetahuan lengkap tentang berbagai macam akibat yang dihasilkan apabila seseorang memiliki berat badan yang berlebihan.

Pertama, sebaiknya anda mulai mengurangi porsi nasi yang anda konsumsi setiap kali anda makan. Dalam proses metabolisme, zat yang mempengaruhi kegemukan adalah glukosa. Di dalam nasi, salah satu kandungan yang masuk ke dalam tubuh anda adalah glukosa. Anda bisa buktikan dengan merasakan nasi pada akhir kunyahan anda akan terasa manis. Itu menunjukkan bahwa nasi mengandung glukosa atau gula. Pengurangan porsi nasi anda akan mengurangi jumlah glukosa dalam tubuh sehingga tidak akan menambah berat badan anda secara berlebihan.

Kedua, ganti gula yang anda gunakan dengan gula yang rendah kalori atau gula yang biasanya dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sama halnya dengan alasan dari pengurangan nasi, gula juga akan membuat tubuh anda mengalami penumpukan glukosa. Selain gemuk, bisa jadi anda terserang penyakit diabetes. Meskipun anda sudah mengganti gula yang anda gunakan dengan gula yang rendah kalori, tetap saja anda diharuskan untuk mengurangi jumlah konsumsinya. Ini adalah cara praktis menurunkan berat badan yang memang sedikit membutuhkan biaya lebih banyak karena harga gula rendah kalori memang sedikit lebih mahal. Mulailah mengurangi segala macam makanan yang berasa manis seperti, permen, kue, sirup, dan berbagai makanan lain yang mengandung banyak gula.

Ketiga, kurangi makanan yang berlemak. Makanan berlemak akan mengakibatkan kolesterol yang tinggi di dalam tubuh. Lemak merupakan zat di dalam tubuh yang sangat sukar diuraikan. Dengan mengonsumsi lemak yang berlebihan, berarti anda mengumpulkan lemak untuk ditampung di dalam tubuh anda, penimbunan lemak secara berlebihan akan membuat tubuh anda terlihat lebih gemuk daripada sebelumnya. Jadi, makanan berlemak dan yang dimasak dengan cara digoreng harus segera anda hindari. Namun jika anda menginginkan makanan yang dimasak dengan cara digoreng, pakailah minyak yang sehat yaitu minyak sayur atau minyak zaitun. Namun penggunaannya juga tidak boleh berlebihan.

Keempat, mengunyah makanan sampai halus. Tahukah anda jika makanan yang masuk ke dalam tubuh kita memiliki tekstur halus akan membuat badan kita tidak mudah gemuk. Makanan dengan tekstur halus tidak akan memperberat kerja usus dan organ pencernaan lainnya sehingga makanan dan kandungan di dalam mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Hal ini membuat tubuh anda tidak menimbun banyak lemak karena lamanya proses pencernaan. Standar mengunyah untuk makanan yang padat adalah tiga puluh dua kali. Namun tidak perlu anda lakukan sampai seperti itu. Jika memang dirasa sudah halus, anda bisa menelan makanan tersebut.

Beberapa tips tersebut dapat anda praktekkan mulai dari sekarang agar hasil yang anda dapatkan segera Nampak dengan jelas. Segera mulailah karena menunda sama dengan mengundang penyakit datang lebih cepat. Tidak perlu terlalu berlebihan.

Tags: diet

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: