Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Syifa Listo

muslimah media center

Minum Teh

REP | 19 August 2013 | 17:26 Dibaca: 422   Komentar: 0   1

yang takut minum teh saat makan atau setelahnya…
tah dikhawatirkan bisa menghambat penyerapan zat besi dalam makanan. sehingga tubuh bisa kekurangan zat besi atau anemia, lemes, loyo, pusing. nah itu karena ada zat bernama “tannin” dalam teh. tapi bukan cuman di teh, di cokelat, kopi, atau bumbu dapur yang sering dijadikan penyedap dalam makanan kayak daun salam, kunyit dll. nah, biasanya makanan daging yang banyak mengandung zat besi suka dimasak pake daun salam atau kunyit. ditambah minum teh atau kopi atau susu cokelat, tambah lagi deh, zat besi akan berkurang penyerapannya sekitar 30% atau ada yan bilang sampe 80%. tapi gak perlu khawatir kalo kita gak punya anemia sie, atau kalo makannya bukan sama yg mengandung zat besi. tapi yang perlu diperhatikan lagi bukan cuman tannin dalam teh, kopi dan cokelat yang bisa hambat penyerapan zat besi, susu dan suplemen yang mengandung kalsium juga bisa hambat penyerapan zat besi.
selain itu yang bisa menghambat penyerapan zat besi : asam fitat, asam oksalat, phospitin dan serat. Asam fitat banyak terdapat dalam bahan makanan serealia, asam oksalat banyak terdapat dalam sayuran, phospitin banyak terdapat dalam kuning telur. Senyawa tersebut akan mengikat besi sehingga besi menjadi sulit diserap. Sumber protein yang berasal dari kedelai menurunkan absorsi besi. Hal ini disebabkan karena kandungan fitat yang sangat tinggi.
jadi kalo mau mikir2 sebelum makan ya silakan saja… terutama yg punya gejala anemia, jgn asal makan dan minum.
nah yang baik u meningkatkan penyerapan zat besi adalah minuman yang mengandung vit.c, kayak jus jeruk. vit c ini akan membantu mengubah zat besi non heme dengan berfungsi sebagai pereduksi untuk mengubah ferri (Fe3) menjadi ferro (Fe2). Fero adalah zat besi yang mudah diserap oleh tubuh. Selain itu vitamin C juga dapat membentuk gugus besi ascorbat yang tetap larut pada PH lebih tinggi pada deudenum (usus 12 jari).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manado Menuju Kota Cerdas Lingkungan Hidup …

Johanis Malingkas | | 27 April 2015 | 14:53

Lagi, Aktor “The Raid” Go …

Dody Kasman | | 27 April 2015 | 15:09

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 7 jam lalu

X Factor Indonesia dan Runtuhnya Sebuah …

Andi Kurniawan | 9 jam lalu

Politik Luar Negeri Presiden Jokowi Menggila …

Imam Kodri | 12 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 12 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: