Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Ratu Gita Prilia

mahasiswi tingkat 3 jurusan teknologi pangan fakultas teknologi industri pertanian, Universitas Padjadjaran.

Bantu Si Buah Hati agar Menjadi Anak yang Cerdas

REP | 05 July 2013 | 10:29 Dibaca: 1187   Komentar: 7   6

Tahu kah anda bahwa kecerdasan anak bukanlah faktor turunan genetis dari kedua orang tuanya? Kecerdasan buah hati tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetis yang sering disebut-sebut oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Faktor genetis hanya berperan sebesar 30-40% dan sisanya ialah berasal dari asupan makanan yang diberikan pada fase bayi sampai umur 2 tahun. Pada saat tersebut pertumbuhan dan perkembangan otak bayi berada pada rentan optimal dan sering dibilang ‘masa-masa emas’ karena pada masa-masa itulah otak si buah hati sedang gencar memperbanyak sel-selnya dimana sel-sel tersebut nantinya akan menunjang kecerdasan, keterampilan dan mental dari anak tersebut.

Pertumbuhan dan perkembangan sel-sel si buah hati tak lepas dari asupan makanan yang diberikan, sehingga ibu perlu memperhatikan apa-apa saja yang sebaiknya di makan oleh si buah hati agar pertumbuhan dan perkembangan otaknya dapat terjadi secara optimal.

ASI merupakan asupan yang paling penting bagi perkembangan otak buah hati pada saat 6 bulan pertama kelahiran, setelahnya bayi harus diberikan zat gizi tambahan dari luar yang sering disebut Makanan Pendamping ASI (MP ASI). MP ASI buah hati jangan sembarang dipilih, harus yang memiliki zat gizi baik sehingga dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan si buah hati.

Pertumbuhan dan perkembangan otak si buah hati sangat ditunjang oleh beberapa komponen zat gizi seperti karbohidrat, asam lemak, protein, dan berbagai vitamin. Komponen-komponen gizi tersebut harus terpenuhi karena masing-masing dari zat gizi tersebut memiliki fungsinya sendiri.

Karbohidrat yang berasal dari nasi, jagung ataupun MP ASI dibutuhkan sebagai sumber energi untuk membentu sel-sel otak baru, sedangkan untuk lemak seperti pada ikan berfungsi sebagai bahan baku pembentuk sel-sel otak baru. Sebanyak 60% dari otak terbentuk dari lemak. Lemak yang digunakan ialah dari jenis asam lemak tidak jenuh seperti omega-3, EPA, dan DHA.

Protein seperti pada telur berperan penting bagi terbentuknya neutrotransmitter, yaitu senyawa pengantar pesan dari sel otak satu ke sel otak yang lain. Kekurangan protein pada si kecil dapat menyebabkan otaknya tidak tumbuh optimal dan akan mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Tak kalah penting dari zat gizi sebelumnya, vitamin juga berperan pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Meski vitamin merupakan komponen mikro (sedikit dibutuhkan oleh tubuh) namun jika kekurangan vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi si buah hati. Vitamin sendiri dalam pernanya dalam perkembangan otak sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi kerja otak, menunjang kerja sistem imun dan sistem saraf pusat.

Selain faktor-faktor zat gizi diatas, anak juga harus dibimbing oleh orang tua nya untuk melatih daya berfikir si anak dengan cara bermain dengan permainan yang dapat mengasah kecerdasannya. Dengan melakukan hal tersebut orang tua sudah memberi bekal kepada anak nya untuk menjadi anak yang cerdas setelah dewasa.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 1 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 7 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 9 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Jokowi dalam Ancaman Gejolak Dua Daerah …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: