Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Holidah Lubis

Mahasiswi Public Relation di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Penyiar Radio, Suka membaca, Penjelajah Internet.

Kaki berbentuk “O” atau “X”, apa penyebabnya?

REP | 17 May 2013 | 23:41 Dibaca: 8636   Komentar: 1   0

Kaki berbentuk ( O ) atau Genu Varum dan kaki berbentuk ( X ) atau Genul Valgum merupakan salah satu kelainan pada kaki, biasanya kaki bengkok ini terlihat pada balita dan hal ini umum terjadi pada anak usia dini karena seiring pertumbuhannya maka kaki bengkok pada balita akan perlahan menjadi lurus. Tetapi sebagian anak yang mengalami kaki bengkok pada awalnya tidak ada perubahan sedikitpun pada kakinya, hal tersebut terus terjadi bahkan saat si anak sudah mulai bisa berjalan.

Hal ini dialami oleh Ibu Ami yang memiliki anak perempuan bernama Putri  berkaki “O” , menurutnya ketika si anak menginjak usia 1 tahun memang sudah terlihat bahwa kaki sang putri berbentuk “O”, tetapi Ibu Ami tidak terlalu memusingkannya karena kedua kakak Putri pun ketika masih kecil terjadi hal yang sama akan tetapi seiring pertumbuhannya, kedua kaki kakaknya berangsur melurus.

Akan tetapi hal ini berbeda pada Putri, seiring bertambahnya umur, kaki putri tidak juga menunjukkan tanda-tanda seperti kaki normal pada umumnya, malah bertambah bengkok, karena bobot badan Putri pun yang gemuk.

Ibu Ami telah berusaha dengan berbagi cara agar Putrinya memiliki kaki yang normal. Mulai dari pengobatan tradisional hingga konsultasi ke dokter. Konsultasi ke dokter pun tidak hanya kepada 1 dokter saja, banyak rumah sakit besar di Jakarta sudah ia datangi untuk berkonsultasi dengan dokter tulang. Semua dokter menjawab hal yang sama yaitu harus dioperasi.

Awalnya Ibu Ami sempat ragu dengan tindakan operasi pada kaki putrinya, sehingga ia tidak langsung menuruti saran dari dokter. Ketika usia Putri sudah menginjak 7 tahun, barulah kakinya di operasi di Rumah sakit milik pemerintah di Jakarta.

Sampai saat ini usia anaknya menginjak 10 tahun, Putri masih dalam proses penyembuhan kakinya, karena bukan hanya sekali pengoperasian pada kakinya melainkan sudah yang ke 4 kalinya. Selain menghabiskan banyak uang, Ibu Ami juga harus meluangkan waktunya untuk terus menerus menemani Putri ketika di sekolah maupun di rumah. Sudah seperti mengurus bayi lagi, katanya.

Saat ini sebuah alat yang dinamakan Ilizarov terpasang pada kaki putri, ia hanya bisa melakukan aktivitasnya dengan menggunakan tongkat atau menyeret pantatnya ketika duduk untuk berpundah-pindah.

Sebenarnya apa penyebab dari kaki dengan bentuk berbeda dari umumnya ?

Penyebab kaki dengan bentuk O atau X ini bukan terjadi karena faktor Genetik, tetapi karena :

  • Posisi tidur yang salah
  • Posisi duduk dengan membentuk kaki seperti huruf W,
  • Cara menggendong yang salah
  • Pemakaian popok yang tidak benar
  • Memaksakan pemakaian baby walker pada usia balita padahal kaki pada usia yang sangat dini masih belum bisa menopang tubuhnya secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya ?

Berilah makanan yang cukup gizi pada anak seperti cukup air dan susu serta mengkonsumsi makanan bervitamin C dan D, selain itu  sang ibu juga bisa melakukan perawatan pada kaki bayi , dengan cara meluruskan kaki bayi dan urut secara perlahan-lahan.

Berikut merupakan gambar-gambar kaki O pada anak Ibu Ami, Putri, sebelum melakukan operasi dan ketika dalam proses operasi.

ImageImageImageImage

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: