Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Bidan Care

Bidan Romana Tari [bidancare] Sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan dibidang selengkapnya

Mitos Keliru Seputar Makanan Pada Ibu Nifas

REP | 29 April 2013 | 10:41 Dibaca: 1709   Komentar: 41   15

13712230401244980607

Setelah melahirkan seorang ibu  akan melewati masa pemulihan hingga seluruh fungsi tubuh kembali normal seperti saat sebelum melahirkan.

Masa ini berlangsung kurang lebih 40 hari. Masa nifas tetap perlu mendapat perhatian penting sama seperti ketika hamil. Terutama kebutuhan akan zat gisi dalam makanan yang sehat serta kebutuhan cairan tubuh.

Dalam masyarakat  kita kebiasaan menghindari jenis makanan tertentu selama masa nifas demi alasan penyembuhan masih  tetap ditemukan kendati sudah tinggal di kota besar dan berpendidikan tinggi.

Bahkan  ada mitos yang dipercayai sebagai suatu kebenaran karena pengalaman orang lain. Misalnya ketika seorang ibu nifas  setelah makan telur lalu jahitannya gatal gatal dianggap  bahwa telur adalah penyebab gatal pada luka jahitan, padahal memang sebelumnya ibu nifas tersebut alergi telur.

Berikut ini adalah mitos yang sering saya dengar sebagai alasan para ibu nifas yang saya jumpai selama merawat mereka di ruang nifas, sekaligus saya berikan alasan kesehatan mengapa mitos tersebut tidak benar.

1.Ibu nifas tidak boleh makan ikan, telur  dan daging supaya jahitannya cepat  sembuh.

Pernyataan ini tidak benar.

Pada ibu nifas justru pemenuhan kebutuhan protein semakin meningkat untuk membantu penyembuhan luka baik  pada dinding rahim maupun pada luka  jalan lahir yang mengalami jahitan. Protein ini dibutuhkan sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan otot tubuh dan mempercepat pulihnya kembali luka.

Tanpa protein sebagai zat pembangun yang cukup maka ibu nifas akan mengalami keterlambatan penyembuhan bahkan berpotensi infeksi bila daya tahan tubuh kurang akibat pantang makanan bergisi. Protein juga diperlukan untuk pembentukan ASI.

Ibu nifas sebaiknya mengkonsumsi minimal telur, tahu, tempe dan daging atau ikan bila ada. Kecuali bila ibu nifas alergi dengan ikan laut tertentu atau alergi telur sejak sebelum  hamil maka sumber protein yang menyebabkan alergi tersebut dihindari.

Bila memang alergi jenis protein tertentu  misal ikan laut, Ibu nifas boleh mencari ganti sumber protein dari daging ternak   dan unggas juga dari protein nabati seperti kacang kacangan.

2. Ibu Nifas tidak boleh makan  yang berkuah dan tidak boleh banyak minum air putih  supaya jahitan tidak basah.

Pernyataan ini juga keliru.

Tubuh ibu nifas membutuhkan banyak cairan terutama mengganti cairan tubuh yang hilang baik saat mengalami perdarahan, keringat , karena pembentukan ASI. Bila cairan tubuh ibu nifas tidak tercukupi maka akan terjadi kekurangan cairan , mengalami panas dan produksi ASI sedikit. Sebaiknya ibu nifas minum air putih yang cukup  kurang lebih 8 gelas sehari disertai dengan asupan susu maupun jus buah.

Bila setiap selesai minum ibu nifas akan sering buang air kecil justru lebih baik, tak perlu kuatir jahitan pada daerah perineum (  luka jahitan jalan lahir ) akan basah dan tidak sembuh, justru sebaliknya semakin sering dibersihkan terutama dengan sabun dan air lalu dikeringkan setiap buang air kecil maka jahitan akan segera pulih.

Perawatan luka pada jalan lahir berbeda dengan jahitan pada bagian tubuh yang lain misalnya pada tangan. Luka di jalan lahir dijahit dengan benang khusus yang cukup kuat dan bagian dalam luka  ( otot ) benangnya akan menyatu dengan tubuh sedangkan bagian luar ( kulit ) jahitan  akan lepas sendiri lalu mengering.

3. Ibu nifas jangan makan buah - buahan selama menyusui karena  bayi bisa diare

Pernyataan ini tidak benar. Konsumsi buah sangat baik untuk  menjaga kebugaran tubuh dan sama sekali tidak berpengaruh buruk  terhadap mutu ASI. Jangan kuatir mengkonsumsi buah tidak menyebabkan diare pada bayi. Selain itu ibu nifas  juga memerlukan  asupan makanan berserat seperti buah dan sayur mayur untuk memperlancar buang air besar.

Pada ibu nifas  kebutuhan serat sangat penting untuk  membantu proses pencernakan, Kadar vitamin dan air dalam  buah juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Misalnya air jeruk, buah pisang dan pepaya. Sebaiknya ibu nifas selalu menyertakan menu buah setiap makan agar tidak mengalami sembelit.

4. Ibu Nifas tidak  boleh makan terlalu banyak supaya tetap langsing

Pernyataan ini tidak tepat.

Pada ibu nifas makanan bergisi dan porsi makan perlu ditingkatkan lebih baik dari sebelum kehamilan. Sumber karbohidrat, lemak, vitamin dan  protein sangat dibutuhkan untuk proses pemulihan fisik ibu selama nifas dan melawan infeksi. Selain itu juga  berguna  untupembentukan ASI  agar berlangsung lancar.

Langsing bukan dengan diet ketat paskabersalin tetapi dengan melakukan senam nifas dan  menyusui bayi secara ekslusif tanpa bantuan susu formula. Dengan cara demikian pembakaran lemak pada tubuh  akan berlangsung lebih baik dan ibu akan cepat ramping kembali seperti saat sebelum hamil.

Semoga bermanfaat

Salam hangat

Bidan Romana Tari

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriah Nobar Relawan di Episentrum Kalla …

Indra Sastrawat | | 20 October 2014 | 12:56

Terima Kasih Juga Untuk Ibu Ani Yudhoyono …

Gapey Sandy | | 20 October 2014 | 13:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Gajimu Bukan Segala-galanya …

Jazz Muhammad | | 20 October 2014 | 13:41

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



Subscribe and Follow Kompasiana: