Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Agung Pribadi

Orang bodoh yang tak kunjung pintar, bisanya hanya membanggakan nusantara lama.

Garam Kristal: Biasa Menjadi Luar Biasa

OPINI | 06 November 2012 | 09:04 Dibaca: 4057   Komentar: 3   3

Garam kristal atau lebih dikenal di masyarakat merupakan garam grosok merupakan garam asli produk rakyat Indonesia yang semakin lama semakin tergusur dengan keberadaan garam yodium. Garam kristal ini secara materi lebih unggul dan utama di bandingkan dengan garam yodium yang ada di pasaran.Menurut pemerintah dan masyarakat pada umumnya menganggap garam yodium dapat menangkal penyakit gondok namun secara keilmuan dan penelitian belum ada secara koperhensip yang menyimpulkan demikian.Anggapan tersebut ada hanya karena kampanye yang membabi buta tentang keberadaan garam yodium hingga mematikan keberadaan garam kristal. Saya dan beberapa orang menyebut garam kristal karena bentuknya menyerupai kristal atau gula batu dan sebelum di gunakan perlu di tumbuk atau di haluskan terlebih dahulu.Nama tersebut lebih berharga dibandingkan garam grosok agar harapan saya suatu ketika garam ini kembali di konsumsi oleh masyarakat Indonesia kembali dan menghidupkan kembali perekonomian garam di Indonesia.

Diperkirakan awal munculnya adalah sejak jaman neolitikum. Reay Tannahill dalam bukunya Food in History menyebutkan bahwa produksi garam sudah dilakukan manusia pada jaman neolitikum yaitu fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.Sebelum ditemukan cara memproduksi garam, manusia memberikan rasa asin pada makanannya dengan cara diantaranya dengan menggunakan air laut, akan tetapi rasa tersebut akan segera hilang saat selesai dimasak (dibakar). Garam mulai diproduksi dan dipergunakan secara masal diperkirakan dilakukan pada milenium pertama sebelum Masehi, di mana pada saat itu sudah berdiri pemerintahan Administratif di China, Dinasti Ptolemy di Mesir dan Dinasti Sekulus di Persia yang kesemuanya mengimpor dari Barus , Sumatera Utara.

SEJARAH PRODUKSI DAN PERDAGANGAN GARAM KRISTAL

Sejarah panjang produksi garam tercatat sejak tahun 2500 SM. Yaitu melalui dokumen pengawetan mummi yang dilakukan bangsa Mesir kuno terhadap Raja mereka dimana salah satu komponen pengawetan tersebut adalah garam kristal dan kapur barus yang di impor bangsa Mesir dari Daerah Barus yang saat ini termasuk wilayah propinsi Sumatera Utara bagian pantai barat.Garam kristal atau disebut juga sebagai emas putih karena begitu pentingnya bahan tersebut dalam mendukung kehidupan dan perdaban kuno masa lalu.

Garam Kristal produksi Indonesia masa lampau terkenal akan ciri dan khas tertentu yang membedakan dengan garam produksi bangsa lain yang rata-rata di tambang di daerah pegunungan.Di Indonesia juga ada garam yang di proses melalui pertambangan yaitu di lereng Gunung Rinjani Lombok dan Lereng Gunung Dempo Sumatera Selatan. Namun garam yang diolah melalui pertambangan sering menyebabkan sakit perut dikarenakan adanya campuran belerang dan phospor yang ada di dalamnya.

Seiring dengan berjalannya waktu selama berabad-abad lamanya Bangsa indonesia kuno memonopoli perdagangan garam.Tak mengherankan maka di Indonesia banyak tumbuh sentra-sentra produksi garam yaitu di Aceh, Rembang dan Madura.Dan dengan garam pula mendorong bangsa Indonesia Kuno memasarkan hasil produksinya dengan menjelajahi samudera sehingga terkenal dengan bangsa Bahari yang tangguh.Kapal-kapal bangsa Indonesia kuno yang terkenal dengan Jong mampu menjelajahi samudera Hindia yang ada di barat dan Laut Cina Selatan yang ada di Utara.

Dengan berdagang garam pula lah yang mendorong pelaut-pelaut Barus berhubungan dengan Bangsa Arab melalui Kota Damaskus, Syria yang mempertemukan mereka dengan Nabi Muhammad SAW sehingga ketika ada berita Muhammad diangkat menjadi Nabi, mereka langsung mempercayainya meskipun secara syariat mereka belum mengerti dan memahami karena pada waktu tersebut ajaran Agama Islam belum paripurna.Sehingga ketika di Indonesia ada berkembang kepercayaan terhadap Allah dan Muhammad namun belum melaksanakan syariat yang biasa disebut kejawen.

Ketika Genghis Khan berkuasa di Mongol dan Cina dia mengimpor besar-besaran garam dari Barus sebagai sentra perdagangan garam sebagai pembuat bahan bom untuk kepentingan perang dan juga komoditas garam sebagai komoditas dagang yang utama. Genghis Khas melakukan hal tersebut di karenakan pada waktu tersebut Mongol tidak memeliki kekuatan dagang selain militernya yang dikenal tangguh dan Mongol membutuhkan pengakuan dan akreditas agar diakui sebagai negara yang besar dan diperhitungkan dalam peradaban dunia.

Garam pada masa itu dipakai untuk membayar gaji para pekerja dan prajurit dengan salarium (garam). Sejarah garam di nusantara Butiran sejarah garam di Nusantara ini yang juga pernah disebutkan Denys Lombard ( penulis silang budaya nusantara )sepertinya masih harus dituliskan karena dalam Encylopaedie Nederlandsch Indie dibawah entri zout (garam) tidak memberikan keterangan apa pun mengenai sejarah garam sebelum abad ke-19.

Padahal, jauh sebelumnya menurut beberapa catatan disamping gula kelapa, asam, terasi, ikan asin, Bawang merah dan bermacam-macam bumbu, garam merupakan salah satu komoditas makanan dan bumbu-bumbuan yang dibawa para pedagang yang lebih profesional serta memiliki jangkauan yang lebih luas di Jawa.Hal ini dapat ditemukan dalam prasasti abad IX-X Masehi. Dalam hal ini garam yang diperoleh dengan cara kuno erat kaitannya dengan proses pengawetan ikan (ikan asin).

Pada masa pemerintahan VOC dan Kolonial Hindia Belanda melakukan praktek dagang monopoli dimana daerah-daerah penghasil garam dipaksa secara militer untuk menjual garam hasil produksinya dengan harga tertentu kepada VOC atau pemerintah kolonial Hindia Belanda. Monopoli pemerintah kolonial tidak hanya di Jawa dan Madura, monopoli meluas ke beberapa distrik di Sumatra dan hampir seluruh Borneo (Kalimantan). Sementara itu di barat daya Sulawesi pembuatan garam masih berada di tangan pihak swasta yaitu orang per orang.

Setelah era kemerdakaan perdagangan garam tetap memberikan harapan ekonomi yang siknifikan.Namun keuntungan ekonomi banyak berpihak kepada non bangsa Indonesia sebagai tengkulak dan mengerti jalur penjualannya.Bangsa asli Indonesia hanya di peralat dan dipergunakan sebagai buruh petani garam saja.itu saja sanggup menutupi biaya kehidupan masyarakat petani garam.Ketika orde lama tumbang dan di gantikan orde baru mulailah surut geliat ekonomi garam di negeri ini.Di mulai dari perjanjian hutang IGGI ( kelompok yang memberi kredit kepada Indonesia ) yang salah satu poinnya memaksa Indonesia menggunakan garam yodium dengan alasan bahwa garam yodium lebih menyehatkan dan mencegah penyakit gondok.

Berangsur-angsur dan pasti produksi garam kristal produksi petani Indonesia mulai masuk jurang kehancuran.Daerah-daerah sentra garam mulai meninggalkan profesinya sebagai petani garam karena harga yang hancur dan sepinya pembelian.Pelan tapi pasti bangsa Bahari ini mulai meninggalkan produksi garam yang di kelola secara tradisional namun berkhasiat.Dan pada akhirnya Indonesia dengan garis pantai terpanjang di dunia harus impor garam.Ironis

MENGAPA GARAM KRISTAL DISEBUT EMAS PUTIH

Sifat garam yang awet dan merupakan bahan utama untuk pengawetan dan pendedengan membuat manusia melakukan perjalanan jauh ke daerah-daerah penghasil garam.Karena garam komoditas yang sukar diperoleh maka ia menjadi barang dagang yang tinggi nilainya.Sehingga pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 garam merupakan penggerak utama ekonomi nasional terutama di daerah afrika utara dan barat daya.

Garam seperti juga rokok saat ini merupakan sumber pemasukan cukai bagi pemerintahan. Sebagian sejarawan sepakat bahwa cukai sudah di berlakukan di Cina sejaka abad ke 20 SM.Oleh nilai cukai yang tinggi maka di sebut juga emas putih.

Di dalam kerajaan Mali, pedagang di abad ke 12 di Timbuktu —pintu masuk gurun Sahara dan para pembesar kerajaan mali menghargai garam sehingga rela membelinya untuk harga beratnya bersamaan harga emas; perdagangan ini membawa kepada lagenda kota Timbuktu yang kaya, dan mendorong inflasi di Eropa yang mengimpor garam.Dan yang perlu di ketahui menurut buku penjelajah bahari dari dead rick kerajaan-kerajaan di Afrika Barat tersebut mengimpor garam melalui swarnadwipa atau yang sekarang terkenal dengan nama Sumatera

KANDUNGAN GARAM KRISTAL

Kristal garam yang bergetar pada 8.7 hertz ini kaya dengan tenaga bio. Garam ini diperoleh secara manual tanpa menggunakan bahan letupan bagi mengekalkan kualiti dan keaslian bio fizikalnya. Mineral dan dalam garam kristal ini berbentuk ion yang memudahkan proses serapan mineral dalam tubuh individu.

Terdapat 84 jenis mineral dan zat galian dalam Garam Kristal dalam bentuk yang seimbang untuk keperluan tubuh kita. Kristal Garam mudah diserap oleh sel dalam tubuh kita.Bahkan menurut penelitian salah satu Universitas di Malaysia Kandungan mineral dan zat galian ini hampir sama dengan kandungan yang terdapat dalam air Zamzam.wow Fantastik

Dari segi fisika, garam kristal mempunyai sifat yang unik dimana struktur atomic garam kristal adalah dalam bentuk tenaga elektrik bukan molekul dan mudah berubah. Apabila kita rendamkan sebiji kristal kuarza (quartz) dalam air, ia akan mengeluarkan tenaga yang diserap ke dalam air tetapi kristalnya akan kekal dalam bentuk molekul dan tidak larut.

Tetapi apabila kita masukkan kristal garam kedalam air, ia akan larut dan membentuk sole (so-lay) yang dari sifatnya bukan air dan bukan garam tetapi satu dimensi tenaga yang lebih tinggi karena jika sole diwapkan, kristal garam ini akan terbentuk semula. Semua makanan lain perlu diubah sifatnya sebelum ia dapat diserap oleh tubuh manusia seperti kanji kepada gula, protin kepada asid amino dan lemak kepada glycerin tetapi garam tetap garam dan sole dalam bentuk ionis akan diserap oleh sel-sel terus dan ia juga boleh diserap terus oleh otak manusia.

Semua zat itu adalah kristal matrik yang sempurna dan bersifat bentuk yang terakhir dalam proses pemuaian air laut. Menurut seorang saintis dan pemenang dua anugerah Nobel, setiap gejala dan penyakit berpuncak daripada masalah ketidakseimbangan atau kekurangan zat mineral dalam tubuh yang kesemuanya itu di dapat dari pemuaian air laut.

Kita memperoleh bahan zat-zat mineral daripada makanan antaranya bijiran, sayur-sayuran dan buah-buahan.Satu lagi kajian tentang zat mineral dan tumbuh-tumbuhan oleh Universiti Rutgers, New Jersey mendapati bahawa tanah pertanian yang telah di gunakan berulang-ulang dan ditanam berkali-kali maka zat-zat mineral yang terkandung di dalamnya pun juga ikut berkurang.

Oleh karena itu, kebanyakan tumbuhan bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan kini tidak mengandung semua elemen zat yang di butuhkan oleh tubuh.Garam beryodium berbeda dengan garam kristal.Garam Yodium atau natrium klorida berbeda dengan garam kristal karena garam yodium lebih berefek pada hipertensi. Menurut peneliti garam Kristal, Borhan Sharif, garam ini mengandungi 84 elemen zat terpenting. Antaranya klorida yang boleh digunakan oleh badan untuk membuat asid hidroklorik yaitu bahan penting bagi pertumbuhan dan pendinginan saluran pencernaan.

Oleh itu, sedikit garam diambil sebelum makan dapat mencukupkan asid hidroklorik dalam perut sebelum makanan baru masuk dalam perut.

Perlu diketahui bahawa kesan berbahaya akibat terlalu banyak makan garam itu adalah karena panas sodium naik tinggi bukannya paras klorida. Bahkan orang yang langsung tidak makan garam mungkin mendapat penyakit akibat kekurangan asid hidroklorik dalam badannya.

Sementara itu, garam kristal telah menjalani kajian saintifik dan ujian klinikal seperti yang tercatat dalam buku Water and Salt The Essence of Life oleh Dr. Barbara Hendel dan Peter Fereira. Ia telah digunakan dalam satu kajian untuk memastikan khasiat dalam membantu kita kembali sehat dan memulihkan tenaga. Penelitian ini telah dilakukan pada Universiti Graz, Austria pada tahun 2001 dimana membandingkan untuk antara kemanfaatan garam dari pertambangan gua di gunung dan garam yang berasal dari pemuaian air laut.

KEMBALI KEPADA GARAM KRISTAL YANG BERKHASIAT

Di pasaran saat ini khusunya di kota-kota memang masih ada sedikit penjual yang masih menjual garam kristal atau garam grosok namun ironis sekali harganya hanya 1.500/kg. Saya pertama kali membeli garam kristal atau garam grosok ini ketika kelahiran anak pertama saya dan garam ini berfungsi mengurangi amis dari ari-ari yang ditanam di tanah serta lubangnya tidak di obrak abrik oleh tikus.

Di kota-kota garam krosok sudah hampir punah dimana di toko-toko banyak menjual garam yang sudah dalam bentuk kemasan yang di produksi oleh pabrik-pabrik pengolahan garam yang konon sudah di tambah yodium yang mencegak penyakit gondok dan merangsang pertubuhan otak.Namun berbeda apa yang di harapkan di kota-kota warganya banyak terserang penyakit hipertensi atau darah tinggi.Seseorang yang tekanan darahnya tidak teratur akan mudah marah dan ketika bekerja akan kurang maksimal dalam menyelesaikan serta di hantui terus dengan perasaan cemas, was-was dan terburu buru. namun di desa-desa yang masih banyak menggunakan murni garan krosok mereka baik-baik saja meskipun banyak di lakukan observasi-observasi perguruan tinggi membuktikan kecerdasan mereka terbelakang dari pada penduduk kota. Namun apakah benar demikian adanya.

Menurut pemerhati dan peneliti garam asal Surabaya bahwa garam kristal yang langsung dipanen dari tambak garam terdapat 28 nutrisi yang di butuhkan tubuh.sedangkan ketika diproses, dipanaskan, dibentuk dan di tambahkan yodium oleh industri pengolahan garam maka nutrisinya akan berkurang menjadi 3 nutrisi saja yang terkandung didalamnya.Namun sebagian kalangan akan mempertanyakan masalah kebersihan dan kehigienisan garam kristal yang diproses di tambak dengan beralaskan tanah dan cara pengerukan yang sangat tradisional dan di injak-injak.Hal tersebut juga sudah menjadi perhatiaan dari para mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang dengan mengadakan studi dan penelitian untuk menjaga kualitas garam kristal yaitu dengan pemasangan bahan terpal hitam di tambak-tambak garam yang melapisi antara tanah sebagai dasar dan garam kristal sehingga adonan garam kristal tidak bercampur tanah secara langsung.Selanjutnya untuk membantu penyerapan lapisan terpal hitam tersebut di lobangi kecil-kecil sebesar lobang paku.

Kalau para konsumen masih ragu akan kebersihan garam kristal hasil petambak konsumen bisa mencampurkan dengan air kembali dan di jemur di tempat panas.dengan mode penguapan maka garam kristal akan terbentul dan uap air yang memuai akan membawa kotoran-kotoran yang terdapat pada garam kristal tersebut.

Ternyata garam bukan hanya sebagai penyedap makanan saja. Ia termasuk salah satu zat mineral yang berguna buat kecantikan dan kesihatan. Misalnya, garam kristal yang diperolehi dari daerah Aceh, rembang dan sekitarnya dipercayai membantu ke arah kesehatan yang paling maksimal. Daripada 84 elemen zat yang terdapat dalam tubuh badan manusia, 72 elemen zat tersebut dipercayai bahan paling penting untuk diet yang sehat dan garam galian kristal mengandungi semua elemen zat tersebut.

GARAM KRISTAL SEBAGAI SABUN MANDI

Garam kristal ternyata dapat digunakan sebagai bahan pelengkap saat kita mandi. Garam yang digunakan biasanya dicampur dengan minyak atsiri atau essential oil (minyak nabati yang berwujud cairan kental dan mudah menguap pada suhu ruang sehingga memberikan aroma yang khas) yang mengandung melati, lavender, dan sebagainya.Mandi garam berkhasiat untuk menghilangkan kepenatan dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun tersebut dibuang lewat pori-pori kulit dan keringat. Mandi garam adalah mandi yang biayanya paling murah dan mudah dilakukan.Uniknya terapi mandi menggunakan sabun garam kristal ini telah banyak dilakukan oleh orang Malaysia namun di negeri asalnya Indonesia garam ini hanya menjadi garam kelas bawah yang tidak bermanfaat apa-apa.

Telah menjadi bahasan di beberapa universitas luar negeri bahawa garam kristal terbentuk secara semula jadi sekitar beribu-ribu tahun yang lalu dan dahulu mempunyai fungsi yang baik terhadap kesehatan manusia hingga di ekspor ke beberapa negara. Khasiat garam kristal yang hanya diperoleh di kawasan sepanjang pantai dikatakan mampu memulihkan pelbagai penyakit selain menjadi bahan kecantikan alternatif di akhir – akhir ini. Maka sudah selayaknya ada anak bangsa yang melakukan penelitian garam kristal ini secara koperhensip hingga manfaat penelitian ini bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara ini yang mulai krisis kepercayaan dan rasa syukur kepada negara, bangsa dan alamnya. Hanya orang bodoh saya yang tidak mampu mengelola sumber daya alamnya dan penyakit-penyakit ini mulai sekarang harus di hentikan.

MANFAAT GARAM KRISTAL LAINNYA

Berikut ini hasil penelitian garam kristal yang di hasilkan dari Pantai Sumatera yang berfungsi menangkal penyakit-penyakit ringan yang banyak di temui di masyarakat Indonesia saat ini yaitu :

1. Letih dan mengantuk

2. Memudahkan pembuangan air kecil dan besar

3. Jerawat dan resdung

4. Rambut rontok

5. Sakit kepala atau migrain

6. Sebagai obat tolak Angin

7. Membuang toksin dalam badan

8. Melancarkan perjalanan darah

9. Melapangkan saluran pernafasan

10. Penyakit kulit atau kutil dan sejenisnya

11. Menstabilkan Tekanan darah tinggi / rendah

12. Kencing manis

13. Sendi terkilir

14. Menghilangkan bau badan dan kaki

15. Meningkatkan kecerdasan otak

16. Meningkatkan kebugaran badan

17. Membantu mengeluarkan toksin dari badan.

18. Melegakan sakit sendi,otot,sengal dan kekejangan.

19. Menyegarkan kaki capek.

20. Mengatasi masalah kaki berair,pecah tumit kaki dan kuku tumbuh tidak teratur

21. Mengurangkan masalah kaki berpeluh dan berbau

22. Membantu menghilangkan kutu air

23. Melancarkan peredaran darah

Sudah menjadi mindset di negeri ini bahwa yang murah adalah tidak berkhasiat, mindset ini terbentuk karena sistem kapitalisasi yang begitu menggerogoti kebanggaan atas hasil alam Indonesia sendiri dan juga peran serta Brand promotion dan Komunikasi pemasaran yang kurang di pahami masyarakat kita hingga mudah terpengaruh, mudah kaget dan mudah sekali terpesona. Andai kata anak negeri ini bersyukur dan percaya bahwa alam Indonesia ini merupakan alam pilihan yang tiada duanya nisacaya bangsa ini akan mampu menguasai perekonomian dunia.Tuhan telah menganugerahkan suatu kenikmatan yang luar biasa bangsa ini namun virus latah,lemah dan malas telah menjangkiti anak negeri ini sehingga yang ada dalam alam fikirannya adalah keuntungan semata.Prinsip ekonomi demikian dijalankan tanpa kerja keras dan cerdas maka yang terlihat hanyalah kemiskinan dan pertikaian dimana-mana.Dengan mengkonsumsi garam kristal produksi petani garam anak negeri selain dapat mendapatkan manfaat kesehatannya juga melakukan perbaikan ekonomi bangsa secara keseluruhan.Alangkah lucunya negeri ini mempunyai garis pantai terpanjang di dunia dan tersohor sejak dahulu kala sebagai penghasil garam namun saat ini mengimpor garam.Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa namun dengan beralih mengkonsumsi garam kristal produksi dalam negeri itu adalah jawabannya.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: