Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Agustinus Aditya Septanto

Clinical Nutrition Specialist

Diet Penyakit HIV / AIDS

REP | 10 October 2012 | 00:12 Dibaca: 862   Komentar: 0   1

Gambaran Umum

AIDS (The Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang disebabkan oleh HIV (Human Deficiency Virus) yang dapat menimbulkan infeksi pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Memburuknya status gizi merupakan resiko tertinggi penyakit ini. Gangguan gizi pada pasien AIDS umumnya terlihat pada penurunan berat badan. Ada dua tipe penurunan berat badan pada AIDS, yaitu penurunan berat badan yang lambat dan yang cepat. penurunan berat badan yang cepat sering dihubungkan dengan infeksi oportunistik. Penurunan berat badan lebih dari 20% BB sulit diperbaiki dan sering mempunyai prognosa yang buruk.

Memburuknya status gizi bersifat multifaktor, terutama disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, gangguan absorbsi dan metabolisme zat gizi, infeksi oportunistik, serta kurangnya aktivitas fisik. Kurangnya asupan makanan disebabkan oleh anoreksia, depresi, rasa lelah, mual, muntah, sesak nafas, diare, infeksi dan penyakit syaraf yang disertai penyakit HIV/AIDS. Karena gangguan gizi memegang peranan penting dalam patogenesis penyakit HIV/AIDS, terapi diet dan konsultasi gizi memegang peranan penting dalam upaya penyembuhan.

Tujuan Diet

Tujuan Umum :

  1. Memberikan intervensi gizi secara cepat dan optimal dengan memperhatikan seluruh aspek dukungan gizi pada semua tahap dini penyakit HIV.
  2. Mencapai dan mempertahankan berat badan serta komposisi tubuh yang diharapkan.
  3. Memenuhi kebutuhan energi dan semua zat gizi.
  4. Mendorong perilaku sehat dalam menerapkan diet, olahraga, dan relaksasi.

Tujuan Khusus :

  1. Mengatasi gejala diare, intoleransi laktosa, mual dan muntah.
  2. Meningkatkan kemampuan untuk memussatkan perhatian, yang terlihat pada pasien dapat membedakan antara gejala anoreksia, perasaan kenyang, perubahan indera pengecap dan kesulitan menelan.
  3. Mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
  4. Mencegah penurunan berat badan normal.
  5. Memberikan kebebasan pasien untuk memilih makanan yang adekuat sesuai dengan kemampuan makan dan jenis terapi yang diberikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 14 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 18 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 19 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 19 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: