Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Qilla Salafy

mencintai dengan sederhana...

Air Minum Manakah Yang Layak Kita Konsumsi?

REP | 19 September 2012 | 18:36 Dibaca: 7923   Komentar: 31   6

1348036130960326616

harianjogja.com

Dulu saya dan suami sempat memperdebatkan tentang air minum seperti apa yang layak kami minum, antara air mineral (mereknya yang sudah terkenal) atau  air minum yang biasa kami masak dan diambil dari air sumur. Namun, seorang teman memberitahuku bahwa air mineral yang biasa kita konsumsi setelah diteliti, ternyata kandungan zat besinya tinggi sekali sehingga ketika diuji coba air mineral tersebut berubah menjadi air yang menjijikan, berbusa dan sangat keruh. Akhirnya kami memilih air  sumur, meskipun belum tahu apakah air sumur kami lebih baik dari air mineral atau malah sebaliknya?

Beberapa bulan kemudian, seorang teman menawarkan air dengan teknologi R.O. Menurutnya sih bagus, karena menurutnya air mineral yang dia tawarkan ada kandungan oksigennya pula, katanya. Akhirnya saya mencobanya, meski agak sedikit bimbang, tapi lumayan harganya  lebih miring ketimbang air mineral. Dan terakhir, kemarin temanku itu membawa kabar baik bahwa dia telah mempunyai alat untuk mengetes kandungan zat besi dalam air minum. Beberapa sampel kami uji waktu itu. Ada air mineral 1 dan 2, air R.O, dan air sumur milik kami. Hasilnya mencengangkan. Air mineral “terkenal” no. 1 mengandung besi sebanyak 150, air mineral no.2 mengandung besi sebanyak 120,  R.O kandungan besinya adalah 3, dan  air sumur adalah 20. Sedangkan batas toleransi kandungan zat besi dalam air minum adalah 10. Bisa dibayangkan hasilnya, bagaimana perubahan air tersebut setelah dipakaikan alat, air yang mengandung besi sangat tinggi keadaan airnya berubah menjadi kotor dan berbusa (mirip air limbah), sedangkan air dengan kandungan besi yang rendah perubahan air tidak begitu mencolok, bahkan untuk air R.O air masih tetap bening dan suhu air tetap dingin. Sedangkan yang berbuih, suhu air lumayan cukup panas.

Meskipun, uji coba kami pada beberapa sampel air ini terbilang sederhana dan tidak dilakukan di laboratorium, buat saya itu sudah cukup untuk menghilangkan keragu-raguan saya selama ini. Apa jadinya, bila saya dan anggota keluarga lainnya terus mengkonsumsi air berzat besi tinggi, apa yang akan terjadi dengan ginjal kami ini?

Pada sebuah seminar tentang teknologi air minum,  terjadi sebuah diskusi antara sales filter air mineral yang menggunakan penyaringan biasa dan ultra violet dengan sales filter air  Reverse Osmosis yang biasa disingkat dengan R.O.

Menurut sales filter air mineral, bahwa tubuh itu perlu mineral, jadi yang terbaik adalah back to nature yaitu kembali ke alam. Anak-anak dan bayi sangat membutuhkan mineral untuk pertumbuhan mereka. Filter air mineral teknologinya jauh lebih bagus dari R.O, karena menggunakan ultraviolet sehingga dapat mematikan bakteri dan virus. Dia yakin dan percaya bahwa kandungan mineral dari perut bumi banyak sekali manfaatnya jauh sebelum jutaan abad yang lalu. jauh sebelum filter R.O ditemukan. Dia yakin bahwa di kota kecil dan pedesaan  air tanahnya masih bagus dan belum tercemar.

Tapi menurut sales filter R.O, teknologi filter R.O jauh lebih baik ketimbang filter air mineral karena membrannya 0,0001 micron hingga mineralnya hilang dan menjadi air murni.  Menurutnya, mineral bisa kita dapat dari makanan, buah, susu, dll. Karena tubuh tidak bisa hanya mengandalkan mineral dari air saja. Berapa drum air yang harus diminum setiap hari. Katanya lagi anak-anak dan bayi bisa mendapatkan mineral dari susu. Di negara maju saja, sudah biasa menggunakan teknologi R.O, bahkan astronotpun minumnya air R.O. Diapun meyakinkan bahwa semua bakteri dan virus tertahan di membran R.O. Karena telah menjadi air murni maka air R.O dengan mudah diserap tubuh dan meringankan kinerja organ ginjal. Menurutnya lagi, kandungan mineral dalam tanah tidak sebagus dulu, karena zaman sudah berubah dan pencemaran air terjadi dimana-mana. Di kota kecil dan pedesaan pun sekarang air telah banyak tercemar.

Menurut Ir. Teuku Zulkarnain, MT, kandidat doktor teknik lingkungan Institut Teknologi Bandung, Keunggulan R.O yang paling superior dibandingkan metode-metode pemisahan lainnya yaitu kemampuan dalam memisahkan zat-zat dengan berat molekul rendah seperti garam anorganik atau molekul organik kecil seperti glukosa dan sukrosa. Keunggulan lain dari R.O ini yaitu tidak membutuhkan zat kimia, dapat dioperasikan pada suhu kamar, dan adanya penghalang absolut terhadap aliran kontaminan, yaitu membran itu sendiri. Selain itu, ukuran penyaringannya yang mendekati pikometer, juga mampu memisahkan virus dan bakteri. Teknologi R.O cocok digunakan dalam pemurnian air minum dan air buangan.(sumber:  http://majarimagazine.com/2007/11/teknologi-membran/)

Sekarang tinggal anda yang menentukan, mana yang lebih baik dan layak menurut anda. Air mineral atau Air dengan teknologi Reverse Osmosis? Silahkan pilih, dan pikirkan ginjal anda!.

Keterangan:

Membran adalah  suatu teknik pemisahan campuran 2 atau lebih komponen tanpa menggunakan panas. Komponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran dan bentuknya, dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeable. Hasil pemisahan berupa retentate (bagian dari campuran yang tidak melewati membran) dan permeate (bagian dari campuran yang melewati membran). (sumber: majari magazine)

~SEMOGA BERMANFAAT~

@QillaMineralWater19092012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 3 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 19 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 20 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Lari Pagi di Makati di Jalur yang Manusiawi …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 10 jam lalu

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: