Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Prakasita Nindyaswari

21 years old. Passionate in arts. Don't judge her from her height. @sitanindyaswari

2015, Disney Melarang Iklan ‘Junk Food’

REP | 07 June 2012 | 01:03 Dibaca: 258   Komentar: 0   4

1338987718715793323

cnn.com

Junk food, siapa yang tidak tahu junk food? Pasti sudah pada tahu dong ya. Secara garis besar, junk food itu adalah makanan yang tidak sehat karena hanya mengandung sedikit nutrisi. Kalau dalam bahasa Indonesia, artinya makanan sampah, yang memang seharusnya sih tidak kita makan. Tapi sayangnya, justru junk food inilah yang menjadi primadona di banyak kalangan, terutama pada orang-orang yang ingin segalanya cepat, dan dalam hal ini adalah cepat saji. Padahal, junk food ini justru banyak mengandung lemak, tetapi tetap banyak yang minat (termasuk saya, sih). Saya makan junk food jika memang sedang berburu dengan waktu, dan ingin take away saja, atau sekadar teman makan sambil nongkrong-nongkrong sama teman. Saya juga sangat menghindari paket yang hanya berharga 5 ribu Rupiah di sebuah restoran franchise terkenal itu. Bukannya karena saya banyak uang, tetapi bagi saya, semakin murah sebuah makanan disitu, makan semakin ’sampah’ lah makanan itu.

Barusan, saya membaca berita di CNN mengenai Disney to Ban Junk Food Ads Aimed at Kids. Maksudnya, Disney akan melarang iklan junk food yang ditujukan untuk anak-anak. Kebijakan ini akan diberlakukan di Disney Channel, Disney Radio, Disney XD, Disney Junior, dan di website Disney itu sendiri, yang akan diberlakukan secara efektif mulai tahun 2015. Makanan-makanan yang selama ini populer di kalangan anak-anak seperti Happy Meals nya McDonald’s dan sereal terkenal bernama Kellogg, tidak boleh mengiklankan produknya lagi di Disney, karena kandungan nutrisinya yang sangat kurang, dan sangat tidak bagus unuk dikonsumsi oleh anak-anak.

CEO dari Disney, Robert Iger mengatakan bahwa banyak orang tua yang mengeluh akan hal itu, dan memohon untuk bantuan Disney untuk itu, karena Disney dinilai yang paling efektif untuk mengurangi keinginan anak-anak unuk mengkonsumsi junk food. Kebijakan Disney ini juga didukung oleh Michelle Obama, istri dari presiden AS, Barack Obama, yang sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye mengenai Heathier Diets. Beliau juga mendorong sekolah-sekolah untuk melakukan olahraga fisik secara rutin, untuk menekan laju obesitas pada anak-anak. Berdasarkan survey dari pihak Gedung Putih,sejauh ini telah habis kira-kira  sebanyak 1,6 miliar dolarAmerika untuk iklan makanan dan minuman, dan mayoritas mengandung lemak jenuh dan kadar gula yang tinggi, dan rendah akan nutrisi.

Seharusnya sih, hal yang dilakukan oleh Disney juga menginspirasi kita ya. Melarang iklan-iklan junk food di TV, misalnya untuk hari Sabtu dan Minggu, karena hari itu kan banyak anak-anak yang mantengin TV. Atau, dilarang menyebar brosur mengenai junk food kepada anak-anak.¬† Karena menurut saya sih, pengkonsumsian junk food makin kesini sudah makin menggila. Bahkan nih, banyak anak-anak kecil yang menganggap bahwa junk food itu adalah makanan yang mewah. Saya sering sekali menemukan kejadian dimana anak kecil merengek kepada orang tuanya untuk dibelikan hamburger beserta kentangnya, karena baginya hamburger itu ‘wah’. Wah, memang marketingnya cukup berhasil ya. Sekali-sekali sih boleh saja, tetapi jangan sering-sering ya. Ini sih, sangat bergantung kepada orang tua bagaimana caranya supaya anaknya tidak addict dengan junk food ataupun makanan sereal bernutrisi rendah.

Nah, saya ada sedikit tips yang sering saya terapkan jika mengkonsumsi junk food.

1. Ganti soft drink dengan air mineral.

2. Pilihlah nasi. Karena nasi tetap saja lebih sehat dibandingkan dengan kentang yang ada di restoran cepat saji yang banyak mengandung lemak.

3. Jangan banyak-banyak mengambil saus atau mayonaise.

4. Kalau bisa sih, jangan makan kulit ayamnya. Memang ini yang paling enak sih saya akui. Tapi, sedikit demi sedikit dikurangi ya, karena kulit ayam itu yang mengandung paling banyak lemak jenuh dan kolestrol.

Salut untuk Disney deh, yang berkomitmen untuk mulai lebih memperhatikan anak-anak demi kesehatan dan masa depan anak-anak. Semoga media yang lainnya juga terinspirasi ya.

Salam hangat,

Sita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 4 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 5 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 9 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Dalam Perjumpaan …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Apa Kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta …

Tarjum | 8 jam lalu

Jokowi dalam Analisis dan Kalkulasi Politik …

Ferdinand Hutahaean | 8 jam lalu

Konsep Pendidikan Karakter Dalam Islam …

Choirul Ummah | 8 jam lalu

Ada (Dalam Tanya) …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: