Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Muhammad Wendy Taufiq Hidayah

Bisnis online, toko online, untuk jual beli barang secara asikkkk

Bahaya MSG

REP | 18 April 2012 | 07:23 Dibaca: 6455   Komentar: 0   0

1334733651188856754Sekarang ini banyak diberitakan di media internet, media cetak atau media2 lainnya tentang bahaya MSG. Banyak makanan yang mengandung MSG, baik yang dijual di toko toko serba ada (mini market), warung atau pun yang di jual di toko online.  Apa itu MSG ??? . Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, monosodium glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. MSG adalah zat pengawet yang paling disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa. Ada dua jenis MSG , yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan. Penggunaan MSG kadang-kadang “tersembunyi” di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat “penyedap rasa alami”, “protein hidrolisat” dan “rempah-rempah” dalam label makanan Anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG (Monosodium Glutamate) atau yang biasa disebut vetsin atau michin  .

Batasan aman (bagi orang dewasa) yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan. Jadi, jika berat seseorang 50 kg, maka konsumsi MSG yang aman menurut perhitungan tersebut 6 gr (kira-kira 2 sendok teh) per hari. WHO tidak menyarankan penggunaan MSG pada bayi di bawah 12 minggu (Anonimous 2001). Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh, seperti :

  1. Sebuah penelitian menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak. Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak (Anonimous 2006).
  2. Kanker , MSG menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.
  3. Alergi , MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin (Winarno 2004).

Mulai sekarang terapkanlah hidup secara sehat, dengan mengkonsumsi makanan tanpa bahan pengawet MSG dan berolah raga secara teratur. Daripada mengeluarkan uang anda untuk membeli barang barang yang dapat mengganggu dan merusak kesehatan, lebih baik belanja kan lah uang anda untuk produk-produk yang lebih sehat. Jika Anda memerlukan bahan penyedap masakan yang aman bagi tubuh, toko online kami menyediakannya. Hidup lebih sehat, masakan pun jadi lezat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 6 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 11 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 7 jam lalu

Persebaya Gagal Di 8 Besar, Karma Kah ? …

Djarwopapua | 7 jam lalu

The Mystery of Ancient City …

Arif Wihananto | 7 jam lalu

Apa Kabarmu Mr. Gayus? …

Nala Arung | 7 jam lalu

I Should Know From The First …

Yasmin Medina Anggi... | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: