Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Rianggi

Harjatani Girl 89' ;) http://pandita-blog.blogspot.com/

Protein Hewani Vs Protein Nabati

OPINI | 25 February 2011 | 06:32 Dibaca: 5829   Komentar: 18   1

Belakangan ini di Indonesia sedang diberitakan susu formula yang mengandung bakteri. Nama dari bakteri itu sendiri dinamakan bakteri Enterobacter Sakazakii. Saya sendiri tak mengerti kenapa ada berita seperti itu, tapi melihat berita di televisi, bahwa ada seorang peneliti dari Universitan IPB yang menemukan adanya bakteri didalam susu formula, tapi dari pihak penelitinya sendiri tidak mau mengungkapkan apa merk susu tersebut. Jadilah para ibu rumah tangga ketar-ketir dengan kabar itu, takut-takut susu yang mereka beri ke buah hati mereka adalah salah satu merk yang terkena bakteri tersebut. Sebenarnya saya bukan mau bahas susu yang tekena bakteri tersebut.Untungnya saya sendiri orang yang tidak sering minum susu.heheheheheh

Dengan adanya berita seperti itu, saya jadi ingat dengan tayangan yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV swasta. saya sendiri tidak menonton acara tersebut secara detail, apalagi nonton dari awal. hehehehe. Jadi saya cuma menonton ditengah-tengah acara. Tapi ada hal menarik dari acara tersebut. Jadi begini, menurut Ahli Gizi yang mengisi acara tersebut, dia mengatakan, bahwa

“kebanyakan orang Indonesia meminum susu untuk menguatkan tulang mereka. Dan kebanyakan dari mereka meminum susu yang berasal dari protein hewani. Ini sama seperti orang barat, yang kebanyakan meminum susu yang berasal dari protein hewani. Padahal protein hewani sendiri tidak bagus untuk tulang kita. karena susu yang berasal dari protein hewani Itu bisa mengkeroposkan tulang, tidak heran mengapa di eropa sana,  banyak  ditemukan orang yang mengalami osteoprosis. Sedangkan orang Asia seperti halnya orang jepang, orang cina dan orang korea lebih senang minum susu yang berasal dari protein nabati. Dan itu sebabnya tulang mereka kuat-kuat”.

Mendengar itu saya langsung terperangah, kalian tahu terperangah? langsung bengong, hehehehe :D
bagaimana tidak, saya sendiri sering baca artikel-artikel yang mejelaskan bahwa menimum susu baik untuk tulang. bla bla bla bla. Sebenarnya lebih sering melihat iklan yang menggembar-gemborkan salah satu produk yang baik untuk tulang kita,pret! heheh :D tidak dijelaskan juga susu itu susu apa. Tapi dari kebanyakan ya, mengarah ke susu yang berasal dari protein hewani.Tapi begitu mendengar sendiri dan secara live apa yang dijelaskan oleh Ahli Gizi tersebut, saya jadi tahu mana yang baik dan mana tidak baik.hohohoho :D

Ada cerita, sebenarnya lebih ke fakta, jadi tetangga saya itu, minum susunya rajin sekali, tiap hari selalu minum susu. Nah ketika dia terkena sakit, dia memeriksakan diri ke rumah sakit, dia melakukan pemeriksaan organ tubuhnya,dan didapatkan, ginjalnya rusak. Saya sendiri tidak mengerti apakah disebabkan oleh susu atau bukan. Tapi bisa jadi sihh, wallahu alam. :D

Jadi kesimpulannya, protein nabati lebih baik dan lebih bagus untuk tubuh kita, dibandingkan dengan protein hewani, :D dari tadi saya tulis protein nabati sama protein hewani, sebenarnya kalian tahu tidak??? hehehehe
protein nabati adalah protein yang berasal dari alam, atau tumbuh-tumbuhan, bener ga sihh?? :D jadi contoh dari protein nabati seperti, susu kedelai, kacang kedelai,  pokoknya yang berasal dari alam. Bener gak ya? hehehe. Sedangkan protein hewani sumber protein yang berasal dari hewan.seperti, susu sapi, telur ayam, daging, pokoknya yang berasal dari hewan.

Jadi kesimpulannya segala sesuatu yang berasal dari alam, pasti baik. :D

semoga tulisan ini bermanfaat :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Live Streaming dan Selfie Berhadiah di …

Yayat | | 21 November 2014 | 20:43

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 13 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 13 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 15 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Review “Supernova: Gelombang” : Kisah …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Guru Destiani, Menulis dan Menginspirasi …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Karya Arek ITATS: Game Tooth Kid “Sang …

Xserver Indonesia | 8 jam lalu

Dua Ribu Rasa …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Guru Menulis Berdiri, Siswa Menulis Berlari …

Muhammad Irsani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: