Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Flatulence Alias…!

HL | 21 September 2010 | 07:09 Dibaca: 1094   Komentar: 28   7

pastry,bagel dan pretzel (ilust wikipedia.com)

pastry,bagel dan pretzel (ilust wikipedia.com)

Judul diatas sengaja tidak tuntas diselesaikan karena ’kurang etis’ untuk diucapkan. Flatulence adalah ’keluarnya gas dari bagian bawah saluran pencernaan baik dengan berbunyi maupun tanpa bunyi, baik berbau maupun tanpa bau’ dan dalam bahasa eufemisme disebut dengan ’buang angin’. Produk yang dihasilkan dinamakan flatus.

Flatulence adalah kondisi yang normal pada setiap manusia. Rata-rata setiap hari kita ’buang angin’ sebanyak 14 kali dengan kisaran 3 sampai 40 kali tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi. Karbohidrat lebih sering menyebabkan flatus dibandingkan dengan lemak dan protein, namun makanan yang menyebabkan flatus pada seseorang bisa saja tidak menghasilkan flatus pada orang lain. Sebagian besar flatus tidak berbau dan apabila ’menghasilkan’ bau, ini diakibatkan dari gas hydrogen sulfide yang dihasilkan oleh ratusan bakteri yang normal terdapat di usus besar ( colon ).

Gas yang terjadi pada saluran cerna kita bersumber dari dua unsur. Unsur yang pertama adalah gas yang tertelan pada waktu kita makan dan minum. Jumlah gas yang tertelan bisa meningkat jumlahnya bila kita makan dan minum terburu-buru, mengulum permen karet ( chewing gum ), merokok dan menggunakan gigi palsu ( denture ) yang longgar. Bersendawa ( belching dan burping ) adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas. Gas yang masih terperangkap akan melanjutkan perjalanan ke usus kecil selanjutnya terkumpul di usus besar.

Unsur kedua timbulnya gas adalah dari makanan yang tidak dapat dicernakan oleh enzym yang ada dalam saluran pencernaan kita. Makanan yang tidak berhasil dicernakan ini sesampainya di usus besar akan mengalami proses penguraian oleh bakteri yang secara normal ada di usus besar dan menghasilkan gas hidrogen sulfida, karbon dioksida dan methane (CH4). Menurut penelitian hanya sepertiga dari manusia menghasilkan gas methane ini dan ’ciri’ khas dari tinja ( stool ) nya akan mengambang di air karena gas methane yang terjebak dalam tinja membuatnya lebih ringan dari air.

Flatulence tidak dapat dihilangkan sama sekali namun dapat kita kurangi dengan menghindari jenis-jenis makanan yang menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran cerna kita. Jenis-jenis makanan itu antara lain :

  • broccoli, brussels sprouts (sejenis kol mini)
  • asparagus, cauliflower (kembang kol), radish (lobak), eggplant (terong)
  • pisang, apricot, raisins (kismis), turnip ( sejenis lobak), timun ( cucumber )
  • bawang putih ( garlic ), bawang perai ( leek )
  • segala jenis kacang-kacangan ( legumes ) terutama kacang yang dikeringkan atau ‘digoreng’ karena kandungan karbohidratnya jauh lebih banyak daripada jenis makanan yang lain sehingga dia masuk golongan penghasil gas ‘kelas wahid’ ( very gassy ).
  • gula rafinasi, karena manusia tidak memiliki enzym alpha galactosidase untuk mengurai gula ini sehingga dia terkumpul di usus besar dan menghasilkan gas.
  • Gula fruktosa, yang banyak terdapat pada bawang bombai (onion ), artichoke , buah pir (pear) dan gandum ( wheat ).
  • Gula laktosa yang banyak terdapat pada susu, keju, ice cream , roti, cereal dan salad dan hampir semuanya termasuk ‘kelas berat’ ( very gassy ).
  • Gula sorbitol (yang juga tidak mampu dicerna), terdapat secara alami pada buah-buahan seperti apel, pir ( pear ), peach, prune dan lainnya serta dipakai juga sebagai pemanis buatan pada makanan nirgula ( sugar-free ) dan kembang gula.
  • Semua jenis ‘terigu’ termasuk kentang, gandum, mie ( noodle ) dan segala kue berbahan terigu seperti pastry, bagel, pretzel.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Angkuh …

Retna Kusumawati | 7 jam lalu

Transfusi Darah …

Raka Pratama | 7 jam lalu

Agama adalah Kebudayaan yang Disucikan …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

KPK Selamatkan Jokowi dari Intervensi …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Jokowi dan Prabowo, Indonesia Kita …

Awaluddin Madjid | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: