Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Gula Pasir, Dilarang Dibawa Keluar Malaysia

REP | 24 August 2010 | 15:12 Dibaca: 598   Komentar: 11   1

Hati hati jika berkunjung ke Malaysia, pulangnya atau balik kampung, paling tidak jika melalui pelabuhan laut, tidak diperbolehkan membawa gula pasir.  Ada pemberitahuan dari Kementerian Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, bahwa gula pasir sama sekali tidak boleh dibawa keluar Malaysia, walaupun cuma satu kilogram saja.

pemberitahuan dilarang membawa gula keluar malaysia, foto dok rudi esape

pemberitahuan dilarang membawa gula pasir keluar malaysia, foto dok rudi esape

dilarang membawa gula pasir kelauar malaysia, foto dok rudi esape

dilarang membawa gula pasir keluar malaysia, foto dok rudi esape

Kenapa?

Gula pasair termasuk barang kebutuhan pokok yang dilindungi, kata petugas di pelabuhan klang, yang banyak digunakan untuk hilir mudik orang Indonesia dan Malaysia dari Semenanjung ke Sumatera, menuju Tanjung Balai Asahan atau ke Dumai dan sebaliknya.

Beberapa barang kebutuhan pokok sepeti gula pasir, minyak goreng atau minyak masak orang Malaysia menyebut minyak goreng dan tepung terigu, termasuk barang kebutuhan pokok yang dilindungi dan mendapat subsidi dari kerajaan.

Malaysia memang memiliki Undang Undang Kawalan Harga, yang mengatur barang kebutuhan pokok yang masih mendapat sunsidi oleh pemerinta termasuk makanan dan minuman yang dijual ditempat tempat tertentu, tidak boleh dijual dengan harga pasar, harus mengikuti harga yang diatur oleh pemerintah. Jika dilanggar dapat dikenakan sanksi, penutupan kedai atau sanksi denda lainnya.

Jika ada yang ketahuan akan membawa gula atau tepung terigu keluar Malaysia, khusunya melalui pelabuhan laut, maka barang barang itu akan disita oleh petugas.

Walaupun hanya satu kilo saja?

ya.

Sama sekali dilarang. Jadi tidak perlulah membawa oleh oleh gula putih balik kampung.

Salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Energi Alternatif, dan Upaya Kita Sejauh Ini …

Ratih Purnamasari | | 28 April 2015 | 15:28

Kisah Tambang Tinggal Gelanggang …

Dhanang Dhave | | 28 April 2015 | 10:02

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Fenomena StartUp Bisnis: Asibayi.com Toko …

Rahmat El Azzam | | 28 April 2015 | 06:44

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

PSSI Dibekukan, Hary Tanoe Tetap Jalan …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

RCTI Membiarkan Afgan Di-bully? …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Senangnya Mendengar Kompetisi Bergulir Lagi …

Mafruhin | 15 jam lalu

Pilpres 2019 Masih Megawati vs SBY …

Syaripudin Zuhri | 17 jam lalu

Soal Pelacuran Ahok Memang Terlalu Polos …

Fadli Zontor | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: