Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Gula Pasir, Dilarang Dibawa Keluar Malaysia

REP | 24 August 2010 | 15:12 Dibaca: 594   Komentar: 11   1

Hati hati jika berkunjung ke Malaysia, pulangnya atau balik kampung, paling tidak jika melalui pelabuhan laut, tidak diperbolehkan membawa gula pasir.  Ada pemberitahuan dari Kementerian Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, bahwa gula pasir sama sekali tidak boleh dibawa keluar Malaysia, walaupun cuma satu kilogram saja.

pemberitahuan dilarang membawa gula keluar malaysia, foto dok rudi esape

pemberitahuan dilarang membawa gula pasir keluar malaysia, foto dok rudi esape

dilarang membawa gula pasir kelauar malaysia, foto dok rudi esape

dilarang membawa gula pasir keluar malaysia, foto dok rudi esape

Kenapa?

Gula pasair termasuk barang kebutuhan pokok yang dilindungi, kata petugas di pelabuhan klang, yang banyak digunakan untuk hilir mudik orang Indonesia dan Malaysia dari Semenanjung ke Sumatera, menuju Tanjung Balai Asahan atau ke Dumai dan sebaliknya.

Beberapa barang kebutuhan pokok sepeti gula pasir, minyak goreng atau minyak masak orang Malaysia menyebut minyak goreng dan tepung terigu, termasuk barang kebutuhan pokok yang dilindungi dan mendapat subsidi dari kerajaan.

Malaysia memang memiliki Undang Undang Kawalan Harga, yang mengatur barang kebutuhan pokok yang masih mendapat sunsidi oleh pemerinta termasuk makanan dan minuman yang dijual ditempat tempat tertentu, tidak boleh dijual dengan harga pasar, harus mengikuti harga yang diatur oleh pemerintah. Jika dilanggar dapat dikenakan sanksi, penutupan kedai atau sanksi denda lainnya.

Jika ada yang ketahuan akan membawa gula atau tepung terigu keluar Malaysia, khusunya melalui pelabuhan laut, maka barang barang itu akan disita oleh petugas.

Walaupun hanya satu kilo saja?

ya.

Sama sekali dilarang. Jadi tidak perlulah membawa oleh oleh gula putih balik kampung.

Salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 5 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 7 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 8 jam lalu

Bersih Dusun Playen I dan II dari Kirab …

Tulus Jokosarwono | 9 jam lalu

“Ketika Rintik Hujan Itu Turun di …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Inilah Pemenang Blog Reportase Test Ride …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: