Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Achmad Saleh

Senang membaca dan menulis inovasi dan agribisnis pertanian serta aspek sosial ekonomi pedesaan

Manfaat Rebung Asparagus

OPINI | 21 July 2010 | 08:01 Dibaca: 2288   Komentar: 4   1

Jenis dan Penyebarannya

Tanaman Asparagus berasal dari daratan Mediterania di Eropa Selatan, pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Romawi sejak 200 tahun sebelum masehi. Pada zaman kejayaan kerajaan Lois XIV (Tahun 1600-an) di Perancis, tanaman asparagus ditanam secara intensif dalam ruangan rumah kaca sebagai tanaman yang memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehatan.

Dari daratan Eropa perkembangan budidaya tanaman asparagus menyebar ke negeri Belanda dan Jerman, di dataran Amerika berkembang di Negara Amerika Serikat yaitu di Washingthon. Sedangkan di dataran Asia berkembang di negara China, Taiwan, Thailand, Korea, Jepang, Filiphina dan Indonesia.

Rebung segar sebagai hasil utama dari budidaya tanaman asparagus dikenal di dunia sebagai tanaman sayuran yang memiliki kelas tertinggi, di Indonesia hasil tanaman ini masih merupakan jenis sayuran exclusive, disamping barangnya masih langka juga harga nya relatif mahal karena sebagian besar masih di impor. Di kota-kota besar produk asparagus hanya dapat diperoleh di Toko-Toko Swalayan atau Supermarket, yang dikemas dan disimpan dalam tempat pendingin.

Berdasarkan identifikasi tanaman, Asparagus termasuk dalam keluarga Liliaceae, bawang-bawangan, dimana terdapat banyak spesies diantaranya yang terkenal adalah Asparagus officinalis (sebagai sayuran), Asparagus plumosus & Asparagus spingeri (sebagai tanaman hias). Diantara spesies yang ada, Asparagus officinalis yang dikembangkan dan tersebar diseluruh dunia.

Di Indonesia, dari beberapa importir yang telah mendatangkan bibit atau benih dari luar negeri, dapat dikenal beberapa varietas Asparagus officinalis yang telah di uji dan dikembangkan antara lain : Glory van Broens Kwijk, Locullus, Brock’s Improved, Mary Washington, Jersey Giant, dll. Berdasarkan warna rebung yang dihasilkan, dibedakan dalam tiga jenis, yaitu : Asparagus putih, Asparagus hijau dan Asparagus ungu.

Asparagus putih yang warna rebungnya putih karena dipanen saat masih tertimbun dalam tanah guludan. Rebung putih ini tubuhnya agak gemuk, dagingnya lebih berserat namun lunak dan segar. Harganya paling mahal karena penangannya harus tepat. Produksi rebung putih biasanya dikemas dalam kaleng. Varietas yang terkenal penghasil rebung putih adalah Locullus yang berasal dari Jerman.

Asparagus hijau jenis ini populer di Indonesia, ditanam pada dataran tinggi Jawa Timur (Batu – Malang) dan Jawa Barat (Puncak, Sukabumi). Rebung asparagus ini warna hijau karena batang sudah menyembul diatas guludan. Warna hijau muncul karena terbentuknya klorofil oleh adanya sinar matahari. Tubuhnya ramping, seperti mata tombak dengan ujung masih kompak (belum mekar), digigit lebih renyah rasanya manis namun agak sedikit pahit.Varietas yang terkenal penghasil rebung hijau adalah Mery Washington dan Yersey Giant yang berasal dari Amerika.

Asparagus ungu, Ujung rebung asparagus ini berwarna ungu karena dipanen saat baru sedikit muncul diatas guludan sehingga warna batangnya putih dan sebagian ujungnya agak merah keunguan.

Asparagus yang pernah dikembangkan mencakup ketiga jenis tersebut dimana dengan waktu dan cara panen dapat diproduksi rebung putih, ungu atau hijau dengan kualitas yang sangat baik khususnya hasil pertanaman di daerah Bogor. Dengan demikian sangat fleksibel untuk produksi jenis mana dengan mengacu pada keuntungan yang tertinggi.

Manfaat Asparagus

Rebung asparagus merupakan bagian utama yang bernilai ekonomi tinggi. Sebagai bahan sayuran atau minuman yang eksclusif dengan citarasa yang lezat dan khas, kaya akan senyawa antioksidan ‘glutathione’, asparagin, vitamin, asam folat dan mineral essential sangat bermanfaat antara lain :

o Meremajakan sel-sel jaringan tubuh dan menghambat penuaan kulit sehingga membuat kulit tetap awet muda (mencegah penuaan dini)
o Menjaga kekebalan tubuh
o Mencegah penyakit jantung dan stroke (dengan cara menjaga kolesterol darah tetap teroksidasi)
o Kandungan vitamin B2, B6, C dan E membantu kerja ‘glutathione’ dalam darah dan jaringan tubuh sehingga mencegah radikal bebas merusak sel (anti kanker)
o Menyuburkan rambut, mencegah timbulnya ketombe dan uban serta mencegah kulit menjadi kering
o Asam folat dalam asparagus dapat meningkatkan napsu makan, mencegah anemia dan membantu pertumbuhan jaringan sel dan kulit
o Vitamin, mineral dan asam folat dalam asparagus baik untuk wanita hamil agar janin berkembang dengan baik
o Kandungan karbohidrat asparagus yang khas dipercaya dapat menormalkan kadar gula darah
o Merupakan sumber mineral Yodium (I) yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan otak anak dan wanita. Dalam 100 gr asparagus dapat mencukupi kebutuhan yodium seorang wanita dalam satu hari
o Kandungan asam amino asparagin (diurai oleh enzim asparginase menjadi asam aspartat dan amoniak) pada asparagus bersifat diuretik atau melancarkan urine. Asam amino ini diperlukan untuk memelihara keseimbangan sistem syarat pusat sehingga kondisi syarat selalu dalam keadaan stabil, tidak berlebihan dan tidak terlalu lemah.
o Air seduhan asparagus baik untuk penderita reumatik dan asam urat yang kronis.

Rebung Asparagus Segar yang Bermutu

Asparagus yang bermutu baik mempunyai ciri : batangnya lurus, bila dipencet dengan kuku terasa garing dan empuk (tidak keras berkayu), kelopak tunas diujung masih kompak (rapat) dan segar (tidak layu), warna rebung seragam.

Rebung asparagus hijau banyak ditemui di Supermarket. Untuk memilih yang terbaik, perhatikan hal sebagai berikut :

• Pilih yang masih hijau segar
• Pangkal rebung berdiameter 1 cm – 2 cm
• Pnjang rebung sekitar 20 cm – 25 cm
• Ujung rebung tidak mengembang dan daging padat
• Jangan pilih rebung dengan ujung berwarna hijau keunguan.
• Hal itu menandakan mutu yang rendah dan sudah tua dimana serat padat atau keras, cari yang masih putih,
• Rebung yang segar belum dikupas kulitnya
• Jangan sekali-kali memilih yang terlihat lemas
• Untuk tetap segar rendam dalam air atau simpan dalam lemari es

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 9 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 11 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Hakuna Matata, Selamat Malam …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Embun Api …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Hati-Hati Menggunakan Kamera Saku Digital …

Abebah Adi | 8 jam lalu

Hati Kedua …

Joshua Lie | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kalung Lonceng Raja Lori - …

Ghumi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: