Back to Kompasiana
Artikel

Makanan

Limantina_sihaloho

Di samping senang menulis, saya senang berkebun, memasak (menu vegetarian), keluar masuk kampung atau hutan, selengkapnya

8 Keuntungan Makan Buah dan Sayur Segar

OPINI | 20 July 2010 | 22:42 Dibaca: 1513   Komentar: 19   3

www.shape-indonesia.com)

(Sumber: www.shape-indonesia.com)

Mengapa kuda bisa kuat hanya dengan makan rumput? Mengapa ada burung bisa hidup hanya dengan makan buah-buahan? Mengapa manusia perlu memasak makanan mereka?

Itu paling tidak tiga pertanyaan yang kadang-kadang muncul dalam pikiran saya.

Kalau sedang lapar, saya membayangkan nasi, sambal, sayur oseng dan tempe goreng. Alangkah enaknya semua ini apalagi masih hangat-hangat. Kami di rumah biasa makan nasi-merah dari ladang sendiri. Kalau pas beras merah habis, saya terpaksa makan nasi putih - rasanya tak enak dan saya pun kurang yakin dengan nutrisi beras putih itu.

Saya vegetarian dalam 13 tahun terakhir ini. Kadang saya masih makan telor (biasanya ayam kampung). Kalau sedang dalam perjalanan, kalau tak ada tempe atau tahu, saya makan telor ayam-oto/negeri.

Salah satu kelemahan saya adalah makan tidak teratur. Bisa saya bilang, jadwal makan saya super-kacau-balau. Untuk jangka panjang, ini tentu tidak bagus bagi kesehatan saya.

Saya punya kebiasaan makan kalau sudah sangat lapar. Ini membuat saya makan dalam porsi yang banyak. Lalu saya menjadi kekenyangan dan ngantuk.

Saya makan buah setiap hari, macam-macam jenisnya. Di satu sisi, otak saya masih dalam format: kalau tidak makan nasi, sambal dan tahu-tempe, belum lengkap. Di sisi lain, saya sebenarnya juga tahu bahwa tanpa makan nasi, sambal, tahu-tempe — hanya makan buah-buahan dan sayur segar yang organik saja pun — manusia bisa hidup.

Adam dan Hawa di Taman Eden kan nggak masak; mereka cuma makan buah-buahan. Iya kan! Jadi mengapa kita begitu obsesif haru makan makanan yang dimasak?

Keuntungan Makan Buah dan Sayur Segar:

1. Kita tidak merasa kekenyangan walau makan banyak buah seperti kalau kita kekenyangan makan nasi. Tadi malam, setelah agak kekenyangan, saya bilang pada diri saya, “Kalau begini nggak menarik. Enak saat makan saja. Setelah makan, perut saya begini malah terasa berat. Mulai besok, saya mau praktekkan makan makanan yang tak perlu dimasak saja.”

2. Menyiapkannya mudah dan cepat. Kalau harus masak kan, apalagi pagi-pagi, ribet. Musti ngulek sambal dan memerlukan banyak peralatan.

3. Sudah mengandung protein yang cukup untuk tubuh manusia. Jadi tak perlu kuatir saya akan kekurangan protein. Dalam beberapa bulan belakangan ini, kami mempraktekkan makan buah-buahan dulu sebelum makan nasi dan lauk-pauknya. Biasanya, saya juga jadi jarang serapan pagi pakai nasi dan lauk karena sudah makan sepiring beberapa jenis buah-buahan.

4. Mengandung enzim dalam kondisi bagus. Saya merasa tubuh saya tidak selincah yang saya mau; dugaan saya karena pola makan saya yang buruk dan juga enzim dalam makanan saya yang sudah saya masak rusak lebih dari separohnya. Makanan yang dimasak kalau masuk ke dalam tubuh, sebagian menjadi beban bagi tubuh; membuat badan dan bahkan pikiran lelah.

5. Daya tahan tubuh menjadi lebih bagus. Ini saya yakin. Saya mau membuat diri saya sebagai manusia-percobaan bagaimana rasanya dan hasilnya kalau saya hanya makan makanan yang segar, tanpa ada yang perlu dimasak. Dalam sehari bagaimana, seminggu lalu sebulan. Kalau bisa sukses dalam sebulan, saya yakin bisa sukses dalam setahun dan seterusnya?

6. Menemukan jenis buah-buahan lokal yang langka dan menambah variasi buah sebagai menu sehari-hari. Untuk apa saya harus memasak makanan saya kalau ada makanan-makanan yang sebenarnya justru lebih sehat dan bergizi tanpa dimasak? Saya pun belum mengeksplorasi berbagai macam buah-buahan lokal menjadi menu makanan sehari-hari. Waktunya untuk melakukan itu!

7. Mendorong pengembangan dan pembudidayaan buah-buahan lokal di negeri sendiri. Kalau kita mengonsumsi lebih banyak jenis buah-buahan lokal, buah-buahan asal negeri sendiri, ini juga bisa mendorong para petani kita menanam lebih banyak variasi buah-buahan. Mengurus tanaman buah yang tahan bertahun-tahun tentu jauh lebih mudah daripada beternak ayam atau hewan lainnya untuk memenuhi protein masyarakat.

8. Kita bisa irit bahan bakar yang semakin langka dan mahal. Anda boleh menghitung keuntungan kalau Anda membiasakan diri makan lebih banyak buah-buahan dan mengurangi makanan-makanan yang perlu dimasak. Salah satu keuntungan yang paling jelas adalah irit bahan bakar; artinya saving kan.

Kita terlalu dininabobokkan oleh konsep empat sehat lima sempurna, ini iklan asal Amerika yang diadopsi oleh Soeharto; Indonesia menjadi pasar penjualan daging hasil peternakan besar-besaran di Amerika. Konsep vegetarian dan hidup sehat ditentang habis-habisan di Amerika oleh para kapitalis-peternakan sejak tahun 1970-an. Saya tidak perlu mengadopsi apalagi melakukan konsep empat sehat lima sempurna a la kepentingan pemilik ternak hewan yang banyak disuntiki antibiotik dan berbagai jenis obat-obatan itu.

Anda tentu tak perlu seekstrim saya yang mulai bereksperimen sejak hari ini: hanya makan buah dan sayur segar. Silahkan mencoba kalau tertarik dan laporkan perkembangan Anda; I will do so.***

Catt: Ya, jangan mulai secara ekstrim; tubuh Anda perlu penyesuain secara bertahap. Saya vegetarian; kalau makan buah dan sayur saja pun setiap hari, tak ada masalah bagi tubuh saya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 9 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 12 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 16 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 17 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: