Back to Kompasiana
Artikel

Kejiwaan

Bananamolen

Watch and learn

Kebanggaan Sebagai Manusia

OPINI | 20 April 2013 | 19:38 Dibaca: 133   Komentar: 0   1

Apa bedanya penasehat spiritual dan pemuka agama?. Manakah yang kita anggap paling Sah di dunia dan di akherat?. Pertanyaan itu sebenarnya tidak ada jawaban nya dan bila ada yang menjawab nya berarti orang  tersebut sedang mempromosikan sesuatu.

Dijaman modern ini peran seorang pemuka agama itu kadang bisa menjadi seorang penasehat spiritual dan begitu juga sebaliknya. Dua jenis julukan  ini bila sedang memberi wejangan atau ajaran dan di hadapan nya ada  kitab suci (agama), maka 90% yang sedang mendengar nya akan menjadi  yakin bahwa apa yang di dengar nya itu adalah BENAR. Padahal latar belakang pendidikan/wawasan dan pengalaman nya belum cukup umur.

Kata musrik atau menyembah berhala yang terkesan mengerikan ini sebenarnya tidak jelas. Ketidak jelas an nya ini yang menyebabkan banyak orang tertipu dan buktinya sudah banyak tetapi yang akhir-akhir ini menggelegar adalah Adi bing selamet dan eyang subur.

Siapapun juga orang nya entah dukun, paranormal, tukang ramal,suhu, ahli feng shui dan profesi sejenisnya itu yang paling  berhak menilai adalah suara hati kita. Apapun sebutan mereka itu,  kita tidak merasa risih, menjauh, waspada hingga sampai ketakutan bila di katakan penyembah berhala atau musrik yang katanya akan masuk neraka. Perasaan ketakutan ini sangat mengakibatkan hidup kita menjadi tidak nyaman dan akan membingungkan.

Di lingkungan kita entah teman, sahabat, saudara  pasti mempunyai rahasia di balik kesuksesan nya. TIdak semua orang yang kita lihat sukses, di balik kehidupan nya itu tidak memiliki seorang pembimbing (spiritual). Hampir rata-rata pengusaha itu mempunyai penasehat atau orang yang di ajak untuk bersama-sama mempertimbangkan hal-hal penting supaya tidak salah langkah.

Disinilah fakta yang sangat tidak adil karena begitu seseorang itu merasa cocok dan merasakan kelancaran hidup dengan keberadaan seorang penasehat spiritual maka setelah sukses lalu tiba-tiba BERTOBAT. Pertobatan nya ini biasanya di dapat bisa dadakan atau di TOBAT kan. Setelah pertobatan nya ini berjalan, usaha nya bertambah maju dan mulai lah taat beribadah/banyak bersedekah dan kedekatan nya beralih ke Pemuka agama yang telah membuat dirinya BERTOBAT.

Kronologi tersebut berdasarkan fakta banyak sekali di sekitar kita. Bagaimana pendapat suara hati kita atau orang tersebut jika mengambil kesimpulan dari kronologi kehidupan seperti itu?. Bagaimana derajat manusia seperti itu jika di bandingkan dengan manusia yang hidup sesuai kodrat nya sebagai manusia?. Tentu akan sangat membanggakan sekali saat di akherat jika kita hidup tidak neko-neko dan sesuai kodrat kita sebagai manusia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Serunya Dalang Bocah di Museum BI Jakarta …

Azis Nizar | | 28 November 2014 | 08:50

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



Subscribe and Follow Kompasiana: